ARTIKEL


MIMPI KE MASA KEJAYAAN KERAJAAN SRIWIJAYA

Kita mengenal nama besar Kerajaan Sriwijaya yang pernah mengalami masa kejayaannya di abad ke VII masehi. Konon, dijaman itu sebagian besar wilayah nusantara telah mampu dipersatukan. Kekuatan armada perang yang berbasis maritim, saat itu, yang dimiliki Sriwijaya luar biasa hebatnya. Tentaranya dikenal gagah berani.

Keluarga kerajaan penghuni istana raja dikenal sangat kaya. Tiap taun kerajaan-kerajaan kecil yang telah tunduk kepada Sriwijaya taat menyetorkan sejumlah upeti berupa mas, perhiasan dan hasil bumi. Dengan bekal kekayaan ini Sriwijaya terus melebarkan kekuasaannya hingga ke asia daratan. Walau pada akhirnya kerajaan besar itu akhirnya runtuh oleh korupsi, perang saudara dan perpecahan internal.

Dan kerajaan besar itu berdiri dan berkuasa dari Palembang. Kota ini menjadi pusat kerajaan, markas kekuatan perang dan tempat keberadaan istana yang konon sangat megah dan termashur kemana-mana.

Nah bagaimana dengan rakyatnya di jaman itu? Sejahterakah?

Sebagian besar para peneliti sejarah jarang melakukan penelitian hingga ke masalah sosial dan ekonomi masyarakat di jaman itu. Biasanya jika sebuah kerajaan mengalami kejayaan selalu diidentikan dengan kondisi masyarakatnya yang makmur, sejahtera, gemah ripah lohjinawi. Tapi benarkah itu?

Mungkin saja itu benar jika tolak ukur kemakmuran dan kesejahteraan waktu itu yang digunakan hanya sebatas mampu dan tersedianya kebutuhan sandang, pangan dan papan saja. Boleh jadi orang-orang di jaman itu tidak banyak memiliki keinginan seperti di masa kini. Sudah cukup makan, tidur nyenyak, mungkin itu bisa dikatakan makmur. Sedangkan masalah ingin punya rumah bagus atau kebutuhan tersier lainnya oleh mereka belum terpikirkan dijaman itu.

Mengingat demikian hebatnya kerajaan Sriwijaya di masa itu, kini tak sedikit orang-orang besar di Palembang atau Sumatera Selatan mulai bermimpi-mimpi untuk bisa membangkitkan kejayaan sebagaimana kejayaan masa Sriwijaya. Bagaimana caranya negeri ini bisa makmur, sejahtera, berkuasa, disegani dan jika perlu mampu menakluki seluruh bangsa di dunia. Mimpi besar yang mungkin akan hanya jadi sekedar mimpi.

Kejayaan Sriwijaya sesungguhnya telah juga dirasakan oleh bangsa ini, saat ini. Apa yang kurang dibandingkan dengan masa Sriwijaya. Bangsa ini sudah sangat maju, kekuatan perangnya lumayan besar, jauh lebih besar dan lebih canggih dibanding kekuatan pasukan Sriwijaya jaman itu. Kesejahteraan dan kemakmuran rakyat pun jauh lebih baik. Kini rakyat kecil saja sudah bisa bersepeda motor, mobil-mobil mewah berseliweran. Rumah-rumah megah, gedung-gedung tinggi bertebaran dimana-mana. Apanya yang kurang?

Saat ini ini kita sudah melampaui dari kondisi kejayaan Sriwijaya di abad VII itu. Kita sudah memiliki segalanya. Kita sudah maju, sejahtera dan hebat.

Hanya yang mugkin masih belum berbeda, yang selalu membuat kita rusak dan terpecah, adalah mental buruk para peguasa yag korup, haus kekuasaan, dan tak lagi memikirkan kepentingan bangsa yang lebih besar. Korupsi yang dijaman ini sedang meraja lela, telah terbukti pernah menghancurkan Sriwijaya di jaman itu.

Nah, akankah bangsa kita yang kini sedang berjaya harus hancur, buyar gara-gara korupsi juga? Gara-gara para pejabatnya serakah, tak mementingkan nasib rakyat dan bangsanya?

Penulis:

ANDANG SUPRIADI, SPd.

Semoga tidak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s