Tak Bersepatu Tak Boleh Masuk


Pembagian 5000 sertifikat tanah di Palembang oleh Presiden Jokowi, Jumat (13/7) berlangsung meriah. Warga antusias hadir dan dapat pulang dengan mebawa sertifikat tanah mereka.

Hanya saja ada beberpa warga yang mesti kecewa karena harus pulang dengan tangan hampa tanpa mendapatkan sertifikatnya karena ia datang hanya memakai sandal dan tak berbaju batik.

Hal tersebut sebagaimana dialami Anwar (50) warga RT.28 kelurahan Karyajaya. Anwar datang hanya dengan berbaju kaos dan tidak bersepatu. Akibatnya ia ditolak lurah karyajaya, Yusli, dan tidak diperbolehkan masuk serta tak mendapatkan sertifikatnya.

Alasan lurah menolaknya hanyalah karena dianggap tidak sopan hadir diacara resmi cuma pakai sendal dan baju kaos oblong.

“Itu merusak citra kelurahan karyajaya’, ujar lurah kepada Sumsel News Online.

Sementara itu alasan Anwar hadir tak memakai sepatu dan tak berbaju batik karena ia tidak tahu aturannya seperti itu.

“Pak RT yang memberi tahu saya untuk hadir tapi ia tak kasih tahu harus bersepatu dan baju batik”, ujar Anwar.

Hal yang hampir sama, ditolak lurah karena tak memakai sepatu dirasakan Nizom (63) masih warga RT.28 Kelurahan Karyaja.

Nizom ditolak karena memakai sendal jepit. Namun bapak tua ini memilih berlari ke pasar 16 dahulu untuk membeli sepatu. Ia tak mau jika harus pulang tanpa hasil.

“Alhamdulillah setelah pake sepatu baru ini saya diperbolehkan masuk dan dapat sertifikat juga”, ujar warga tersebut.

Berlebihan

Aturan memakai sepatu dan baju batik pada acara resmi presiden jokowi adalah aturan baku yang diterapkan disetiap acara kunjungan presiden tersebut. Namun aturan tersebut tidak bersifat kaku, tetap memberi toleransi, apalagi masyarakat yang hadir adalah masyarakat petani dan kalangan bawah.

“Kalau kami sebenarnya tak mempermasalahkan hal itu, kami cuma membagikan sertifikat kepada yang berhak saja”, ungkap seorang petugas dari kantor ATR/BPN Palembang yang sibuk membagikan sertifikat warga.

Namun salah seorang pegawai lainnya yang berperawakan kurus mengatakan jika itu sudah sesuai protap acara presiden, jadi kami pun tidak bisa menyerahkan sertifikatnya.

Beberapa warga menilai jika penolakan lurah kepada warganya yang tak bersepatu untuk hadir di acara Jokowi ini sebagai tindakan yang berlebihan. Apalagi warga yang hadir sudah susah payah hadir dari jauh dan meninggalkan pekerjaannya.

“Semestinya lurah lebih bijaksana, mereka kan warganya, dan mereka orang kecil yang tak biasa bersepatu. Jangan kaku atau arogan”, ungkap Dodi salah seorang warga kepada Sumsel News Online.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s