DANA REHABILITASI KETERGANTUNGAN NARKOBA DIMAINKAN ?


demo bnn1

Dibalik sukses Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mengungkap kasus-kasus narkoba akhir-akhir ini tersebar pula isu miring adanya permainan penyelewengan uang negara untuk membiayai program rehabilitasi bagi pasien ketergantungan narkoba.

Bagaimana tidak, dana yang jumlahnya sangat banyak itu sangat menggiurkan siapapun, tidak terkecuali mereka yang terkait langsung pengelolaan dana yang bersumber dari APBN tersebut.

Tahun 2016 ini di Sumatera Selatan, BNN Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan jatah alokasi dana untuk merehabilitasi para tersangka dan napi ketergantungan narkoba sebanyak 3000 orang dengan anggaran Rp.9.000.000,- perorang atau sekitar Rp.27.000.000.000,-

Namun dari target 3000 orang tersebut BNN Sumsel hanya mampu mencapai jumlah sekitar 2400 orang saja, dan dari jumlah itupun diduga banyak terdapat nama fiktif dan sebagian lagi merupakan eksodus dari beberapa Lapas yang sengaja didatangkan sekedar untuk menggenapkan jumlah data saat dilakukan verifikasi.

Program rehabilitasi pecandu narkoba yang dikelola BNN Sumsel bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki sarana dan prasarana rehabilitasi ketergantungan narkoba.

Sebuah Yayasan yang terletak di km 14 Palembang merupakan sentra rehabilitasi pecandu Narkoba yang menjadi mitra BNN. Dana rehabilitasi yang dikucurkan pemerintah masuk ke rekening yayasan ini dan selanjutnya dibagi ke beberapa yayasan kecil yang juga ikut berpartisipasi dalam program rehabilitasi ini.

Hingga proses pencairan dan pelaksanaan program rehabilitasi, sebelumnya mesti lolos dalam verifikasi yang dilakukan oleh pihak yang ditunjuk pusat. Biro Kesra Pemprov Sumsel ikut berperan dalam memberikan rekomendasi kepada yayasan mana dan berapa jumlah pasien yang jadi warga binaannya.

Kendati dana rehabilitasi langsung masuk ke rekening yayasan namun diduga kuat telah ada deal-deal jumlah pembagian uang untuk pihak-pihak yang terkait. Sebut saja Biro Kesra, Dinas Sosial, BNN Provinsi dan yang lainnya. Disebut-sebut uang yang mesti keluar untuk biaya cuma-cuma ini bisa mencapai lebih dari 20 persen nilai total.

Selain permainan dan kongkalingkong dalam pengucuran dana rehabilitasi, jumlah pasien rehabilitasi yang sesungguhnya justru sangat kecil. Sedangkan jumlahnya yang katanya mencapai 2400 orang, itu adalah angka total setelah ditambah dengan sejumlah nama fiktif dan nama-nama eksodus yang saat dilakukan verifikasi mereka “meminjam” warga binaan dari beberapa Lapas dan Rutan.

Atas dugaan terjadinya penyimpangan pada program rehabilitasi BNN yang diduga merugikan keuangan negara hingga milyaran rupiah ini Sumsel News Online mencoba mencari informasi langsung ke BNN Sumsel namun tak satupun pihak yang bersedia memberikan penjelasan. Demikian juga dengan Biro Kesra Pemprov Sumsel yang disebut-sebut ikut kebagian fee dari rekomendasi yang ia keluarkan, juga tak bersedia dikonfirmasi.

Semoga pihak penegak hukum dalam hal ini KPK tidak tinggal diam membiarkan uang rakyat dibantai habis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s