DISPENDA BANGUN 25 WC


Pembangunan Gedung bekas Bioskop SAGA menjadi gedung yang refresentatif dan mewah memang membutuhkan waktu dan tahapan yang panjang dan lama. Jika kita melihat gedung tua tersebut kini telah berubah menjadi Gedung perkantoran yang bonafide dan cantik, tidaklah serta merta disulap dalam sekejap, melainkan cukup lama dan memakan biaya yang tidak sedikit.

Adalah Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang yang saat ini menjadikan gedung tua eks bioskop itu menjadi kantor pusatnya. Dispenda Kota sudah beberapa kali melakukan tahapan pembangunan hingga akhirnya gedung itu berubah menjadi gedung megah yang nyaman dam cantik.

Gedung tua bekas bioskop ini beberapa kali dipugar dan direnovasi hingga tampil seperti sekarang ini dan hal itu dilakukan secara bertahap sesuai prioritas kebutuhan. Dana yang dianggarkan untuk itu tidak lah sedikit, puluhan milyar dan itupun dilakukan bertahap.

Tahap terakhir yang dilakukan untuk membangun gedung bekas bioskop itu adalah pembangunan WC dan kamar mandi yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung ada 25 unit. Semuanya dibuat secara ekslusif dan mewah.

“Terutama WC di ruangan Sekretaris Dinas, itu sangat bagus dengan bahan yang berkualitas”,ujar seorang sumber kepada Sumsel News Online.

Dari tiga lantai gedung yang dulunya hanya terdapat deretan WC laki-laki dan WC perempuan di setiap lantai, kini telah disulap menjadi 25 wc yang lux dan sehat.
“Sayangnya, menurut sumber tadi, material pengganti kusen dan pintu kamar mandi yang baru menggunakan bahan fiber. Sedangkan kayu-kayu kusen dan pintu yang lama yang menggunakan kayu berkelas dan kondisinya masih sangat bagus, justru dibuang. Dan kontraktor yang beruntung karena semua kayu kusen dan pintu diambilnya”.

Padahal, berdasarkan aturan yang ada, kayu-kayu dan material bongkaran itu harus dikembalikan ke aset daerah, tidak boleh dikasihkan kepada orang lain, dijual atau dibuang. “Itu kan aset pemerintah, ya harus dikembalikan ke pemerintah”, tambah sumber lagi.

Hasil investigasi wartawan mendapatkan indikasi adanya penyimpangan dan nilai pekerjaan yang terlalu jauh diatas harga pasaran. Pembangunan 25 Wc ini diduga menghabiskan dana yang terlalu besar. Saat wartawan mencoba mencari tahu berapa nilai pekerjaan WC tersebut, tak satupun yang buka suara.

Wartawan mendapatkan informasi jika pekerjaan proyek tahun 2014 itu dikerjakan oleh pihak lain sebagai subkon dengan upah borongan total mencapai harga 60 juta rupiah saja, tidak termasuk bahan. Karena pekerjaan dengan upah borongan yang murah itulah kita binya menyaksikan sendiri hasil pekerjaan proyek itu saat ini yang sudah mulai rusak kembali.

Kepala Dispenda yang dicoba untuk dikonfirmasi masih belum berhasil ditemui.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s