Tahun 2016 PPDB Tingkat SMA/SMK Secara Online Penuh


 ppdb

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Palembang mulai tahun 2016 ini akan memberlakukan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA dan SMK secara online penuh dengan menggandeng PT. Telkom yang akan ditunjuk sebagai pelaksana aplikasi online tersebut.

julinto

Hal tersebut sebagaimana yang menjadi kesepakatan bersama dalam Diskusi Tentang PPDB 2016 yang digelar Disdikpora Kota Palembang di Ruang Rapat SMKN 6 Palembang, jumat (19/2) lalu.

Menurut Kepala Disdikpora Kota Palembang, Drs. Julinto, MM, pihaknya sudah lama menginginkan pelaksanaan seleksi masuk SMA dan SMK di Palembang secara online sepenuhnya. Bahkan, menurut Julinto, untuk PPDB 2016 ini akan dilaksanakan secara ketat sehingga tidak ada lagi isu-isu jual beli bangku dan  sistem titipan.

“Kita akan menyiapkan payung hukumnya berupa Perwali yang didalamnya akan mengatur seluruh juknis PPDB hingga sanksi bagi yang melanggar”, ujarnya.

Daya tampung sekolah juga akan diatur dalam Perwali tersebut, sehingga setiap sekolah hanya akan menerima siswa sesuai daya tampung yang telah ditentukan.

“Misalkan Sekolah yang daya tampungnya hanya 6 kelas, tidak boleh lagi menerima siswa barunya sehingga lebih dari enam kelas. Tidak ada lagi siapapun yang bisa menitipkan anak agar diterima masuk sekolah, melainkan semua harus melalui test yang dijamin objektivitasnya”, tambah Julinto.

Seperti diketahui, menjelang tahun ajaran baru setiap tahunnya selalu saja dibuat heboh dalam permasalahan penerimaan siswa baru, khususnya di sekolah-sekolah unggulan yang pavorit. Bahkan tahun lalu beberapa sekolah dan kantor Disdikpora tidak luput dari aksi unjuk rasa sejumlah LSM yang dilatar belakangi penerimaan siswa baru yang katanya kotor dan tidak transparan, dan maraknya aksi ” jual beli bangku “.

Oleh karena itu mulai tahun ini Disdikpora bertekad untuk menerapkan aturan yang tegas, sehingga tidak ada lagi siapapun yang bisa bermain dalam proses PPDB di tingkat SMA dan SMK.

Berdasarkan pantauan Sumsel News Online pada PPDB tahun lalu, sejumlah pengurus LSM, beberapa Anggota DPRD, beberapa pejabat dan orang berpengaruh di Kota Palembang ikut berkontribusi dalam runyamnya proses PPDB terutama di sekolah-sekolah unggulan.

Bahkan hampir setiap hari ruangan Kepala Dinas selalu dipenuhi tamu dengan tujuan sama yaitu menitipkan anaknya agar diterima di SMA unggulan. Mereka umumnya para pengurus LSM, ada wartawan, kolega pejabat dan yang lainnya. Sedangkan mereka yang duduk di DPRD dan pejabat yang sedang berkuasa biasanya cukup menitipkan anaknya ke Kepala Dinas melalui telepon saja.

Di tingkat sekolah pun tidak kalah sibuknya. Kepala sekolah adalah orang yang setiap hari dicari para tamu yang bertujuan minta prioritas agar anaknya diterima. Mereka yang datang menemui kepala sekolah biasanya LSM, ada yang mengaku Wartawan, pejabat, anggota DPRD dan orang-orang yang mengaku Tim Sukses Walikota.

Ketika hasil PPDB 2015 lalu diumumkan, reaksi heboh luar biasa terjadi. Mereka yang anak titipan dinyatakan tidak masuk langsung kasak-kusuk dan mencari-cari cara untuk bisa menjejalkan anaknya agar tetap masuk. Kepala Dinas dan Kepala Sekolah diuber untuk menanyakan mengapa anak titipannya tidak masuk.

Sebagian ada yang berhasil karena pihak sekolah menyerah dengan cara menambah daya tampung agar bisa memasukan anak-anak titipan. Sekolah yang komitmen awalnya hanya akan menerima 6 kelas bisa jadi terima 7 kelas atau lebih. Ini terjadi hampir di semua sekolah unggulan yang ada di kota Palembang.

Akibat adanya penambahan daya tampung siswa di sekolah unggulan dan sekolah negeri lainnya, mengakibatkan sekolah-sekolah swasta yang selama ini menunggu sisa siswa yang tidak diterima di sekolah negeri, jadi kekurangan siswa. Sekolah swasta yang biasanya mendapatkan 100 siswa, akhirnya cuma 50 siswa saja. Bahkan tak sedikit sekolah swasta yang tidak kebagian siswa dan terancam bubar.

Oleh karena kenyataan itulah maka tahun 2016 ini pihak Disdikpora Palembang sudah bertekad bulat menerapkan aturan yang ketat, tidak ada lagi yang bisa nitip.

“Walaupun anak Gubernur jika ia tidak lulus seleksi online ini maka tetap tidak bisa diterima. Dan walau anak tukang becak sekalipun jika ia lulus maka ia berhak masuk dan diterima”, ujar Julinto. Jadi saya mengingatkan kepada semua LSM dan para Anggota Dewan untuk tidak lagi berusaha menitipkan anaknya, karena kalau tidak lulus seleksi, tetap tidak akan diterima.

Julinto menyadari, keputusan tegas ini pasti akan membawa resiko yang berat baginya. Akan banyak LSM yang akan mencari-cari alasan untuk menekan. Begitupun para anggota DPRD. Namun pihak Disdikpora telah menyiapkan langkah antisipasi dengan penyiapan payung hukum Perwali yang lebih tegas dan melakukan kerjasama dan minta dukungan dari aparat Kepolisian. Kejaksaan dan TNI.

“Tolong Kepolisian dan Kejaksaan dapat mem-back up PPDB 2016 ini agar semua pihak merasa nyaman dan terlindungi hak-haknya”, tambah Kepala Dinas tersebut.

Namun kendati demikian, proses seleksi penerimaan siswa baru dengan sistem PMPA 10 persen bagi anak berprestasi tetap berlaku seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dalam Diskusi yang digelar usai Sholat Jumat ini sengaja mengundang para Kepala Sekolah SMPN, SMA dan SMK Unggulan, Para Ketua Komite Sekolah, para aktivis LSM,  Tokoh pemerhati pendidikan, Wartawan, Polresta, Kodim, dan anggota Komisi 4 DPRD Kota Palembang.

“Sayangnya tak satupun anggota DPRD yang hadir”, ujar Drs. Surmana, salah seorang Panitia pelaksana Diskusi yang mengaku heran.

Nah, sebagai warga yang peduli dengan kemajuan pendidikan, semestinya kita bisa mendukung semangat dan tekad dari Disdikpora Kota Palembang dalam membenahi PPDB tahun 2016 ini.

Ayo kita dukung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s