PELAYANAN DIKANTOR CAMAT KERTAPATI PAYAH


INFO UNTUK OMBUSMAN INDONESIA PROVINSI SUMATERA SELATAN

CAM00039-1

Kegiatan pelayanan publik yang dilakukan pihak kantor kecamatan Kertapati Palembang saat ini terbilang payah. Bukan saja karena kondisi tempat yang alakadarnya dan bersifat sementara menunggu selesainya pembangunan, tetapi proses pelayanan dan kecakapan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pun sangat jauh dari standar.

Misalnya pada pengurusan dokumen kependudukan seperti pengurusan pembuatan e-KTP, pembuatan KK hingga pindahan. Semuanya berlangsung lambat dan bertele-tele dan kurang profesional.

Hal tersebut sebagaimana yang dialami dan dirasakan oleh beberapa orang warga yang ditemui Sumsel Online di kantor camat saat mereka mengurus kepindahan alamat dari kelurahan atau kecamatan lain ke kecamatan kertapati.

Sukirman (50) salah seorang warga yang mengaku mengurus pindahan dirinya sekeluarga dari keurahan 8 Ilir kecamatan IT.II ke kelurahan karyajaya kecamatan kertapati.

Menurut Sukirman, ia sudah melengkapi dokumen kepindahannya mulai dari RT di Seduduk Putih, lalu meminta surat dari Kelurahan 8 Ilir dan camat IT II di Lemabang. Semua dokumen tersebut beserta KK lama telah ia serahkan ke petugas di kantor camat kertapati.

” Hari Selasa saya mengantarkan surat dan janjinya hari Jumat bisa selesai, tapi nyatanya hari jumat masih belum selesai dengan alasan masih ada persyaratan dari kelurahan asal yang belum lengkap”, ujar Sukirman dengan nada kesal.

Hal senada juga dialami oleh Alip Mulyadi (40) warga asal kelurahan Kemas Rindho kertapati yang mengurus kepindahannya ke kelurahan Karyajaya di kecamatan kertapati.

Menurut Alip, ia sudah melengkapi semua persyaratan dari kelurahan dan semuanya sudah diserahkan ke petugas di kantor camat kertapati, namun hingga jumat ini masih belum kelar juga.

“Kurang apalagi, semua persyaratan sudah dilengkapi”, ujar Alip yang mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang sangat buruk ini.

Salah seorang warga lainnya yang tidak bersedia ditulis namanya, kepada Sumsel News Online juga mengaku mengeluh dan kecewa berat atas pelayanan yang diberikan kantor Camat di daerah paling ujung ini.

Warga tersebut mengaku sedang mengurus kepindahannya dari kelurahan Sialang Kecamatan Sako ke kelurahan Karyajaya kecamatan kertapati. Menurut warga tadi, Surat pindah yang dibuat kelurahan Sialang telah resmi ditanda tangani Lurah Sialang Fahrul Arifin. Selain itu juga sudah ditandatangani oleh camat Sako.

“Kata petugas di kecamatan Sako, semuanya sudah cukup dan urusan di kecamatan Sako sudah selesai dan selanjutnya tinggal proses di kecamatan tujuan saja, dalam hal ini kecamatan Kertapati”, ujar sumber.

Namun, tambahnya, di kantor kecamatan kertapati prosesnya jadi sulit dan bertele-tele. “Padahal KK aslinya saya lampirkan”.
Hingga jumat ini proses administrasi kepindahan di kecamatan ini masih belum juga kelar, dan KK baru belum bisa keluar juga.

DIHAMBAT
Dirasakan sangat aneh jika pengurusan kepindahan saat ini yang semuanya telah menggunakan sistem online, tapi berlangsung sangat lama dan bertele-tele. Seharusnya cukup membuka datanya sesuai Nomor Kartu Keluarga dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), lalu dilakukan entry data dalam beberapa menit saja dan KK baru harus sudah bisa dicetak dan diserahkan kepada warga. Namun kenyataanya, proses online disini masih seperti proses konvensional saja. Memakan waktu lama dan ujung-ujungnya duit-duit juga.

Beberapa warga bahkan menduga semua keterlambatan dan proses yang bertele-tele ini tidak terlepas dari campurtangan pihak lain yang sengaja menghambat penyelesaiannya.

Menurut warga, beberapa hari lagi di lingkungan RT.28 RW.10 Kelurahan Karyajaya, daerah tujuan kepindahan beberapa warga ini akan diselenggarakan pemilihan ketua RT. Dan diantara beberapa warga yang mengurus kepindahan ini dikbarkan akan masuk dalam bursa pemilihan dan menjadi bakal calon yang paling kuat. Namun Ketua RT yang lama masih berencana akan mencalonkan lagi.

“Ini diduga ditujukan untuk menjegal dan menghambat agar warga tersebut tidak memiliki hak dipilih maupun memilih”, ungkap sumber tersebut.

Jika hal ini terbukti maka sangat disayangkan sekali pemerintahan yang seharusnya mendukung demokrasi yang baik di wilayah terkecil RT, namun malah merusaknya dengan permainan politik murahan, ujar sumber lagi.

Semoga saja, hal ini tidak terjadi dan pelayanan publik di kantor camat kertapati bisa segera diperbaiki, dan tentunya KK dan KTP warga baru ini bisa segera selesai dan mereka terima. Sedangkan urusan duit yang katanya gratis ini tak perlu khawatir.
“Kami mampu bayar, tinggal bilang saja mintanya berapa, bukan berbelit-belit dan menghambat!”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s