Pembangunan LRT Harus Kelar Dalam 2 Tahun


o_1a74aeau21spdihs145f6cundhc

Mulai tahun ini jalur jalan utama di Palembang dari kawasan Bandara SMB II hingga kawasan Jakabaring di seberang Ulu akan di sesaki kemacetan akibat proses kegiatan pembangunan lintasan Light Rail Transit (LRT), kereta sejenis monorel yang harus sudah selesai dan bisa beroperasi pada tahun 2018 mendatang.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat meninjau kegiatan proyek tersebut beberapa waktu lalu. Jonan meyakini tidak akan ada kendala yang berarti yang bisa mengganggu kelancaran pekerjaan proyek LRT di Palembang ini.

images.j2pg
Pembangunan light rail transit (LRT) di Kota Palembang yang menelan dana anggaran pendapatan dan belanja negara sedikitnya Rp 7,2 triliun ini akan membelah Kota Palembang sepanjang 22,5 km dilengkapi dengan 13 stasiun.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. sebagai kontraktor pelaksana menyanggupi konstruksi fisik selesai pada Januari 2018, enam bulan lebih cepat dari deadline yang ditentukan dalam Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2015, yakni Juni 2018.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin pun menyatakan sangat optimis LRT akan selesai pada januari 2018 sehingga bisa digunakan untuk penunjang transportasi pada saat Asian Games 2018 mendatang.
“Insya Allah kita yakin sekali bisa selesai tepat waktu”, ungkap Gubernur yang berkepala plontos ini.
Menurut beberapa warga kepada Sumsel News Online pun mengaku yakin jika proyek ini akan kelar pada 2018 nanti, walau mereka memprediksi pekerjaan pada jalur diatas sungai musi jembatan Ampera akan lebih sulit dan lama pengerjaannya.
“Palembang jelas berbeda dengan kota lain seperti Jakarta karena kendalanya disini ada Sungai Musi yang sangat lebar dan kondisi di sekitar jembatan Ampera arus sungainya sangat deras dan cukup dalam.”
Jadi dipastikan tidak akan mudah, tambah Aswari seorang warga Palembang menuturkan.
Proyek Rawan Korupsi
Seperti halnya proyek-proyek besar lainnya yang ada di Sumsel, proyek LRT adalah termasuk salah satu yang rawan korupsi. Permainan kelas atas untuk berbagi untung memang sudah bukan hal yang baru terjadi di daerah ini. Walau KPK sendiri masih jadi macan ompong ketika harus berurusan dengan pemegang kekuasaan dan uang.
Pada pembuatan Dinding penutup lokasi proyek pembangunan LRT disepanjang ruas jalan yang dilalui, misalnya. Lebih dari 20 ribu unit dinding penutup yang terbuat dari bahan atap alumunium dengan tulangan besi holo dibuat dengan dana puluhan milyar rupiah dipasang untuk menutup lokasi pekerjaan. Proyek pembuatan diniding penutup ini diduga rawan penyimpangan. Penggunaan besi holo untuk tulangannya diduga terjadi pengurangan volume dan spesifikasi alumunium yang terlalu tipis sehingga dikhawatirkan dinding penutup ini tidak akan mampu bertahan lama, bisa keburu rusak hancur sebelum tahun 2018 saat usainya pekerjaan proyek LRT tersebut.
Bahkan ketika terjadi angin kencang, dinding penutup ini akan mudah roboh dan rusak.

images.j1 pg images.3jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s