Proyek Bandara Atung Bungsu Pagaralam Dipersoalkan LSM


atung bungsu

Proyek pembangunan konstruksi Bandara Pagaralam tahun 2014 senilai Rp.70 Milyar lebih yang dikerjakan oleh salah satu kontraktor asal palembang kini dipersoalkan oleh LSM Gerakan anti Korupsi Sumatera Selatan (GAKOSS). Hal tersebut terkait adanya dugaan penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Ketua LSM GAKOSS, Thabrani, kepada wartawan mengatakan jika pihaknya beberapa waktu lalu telah melakukan aksi unjukrasa di kejati sumsel, mendesak kejati mengusut tuntas dugaan korupsi yang dilakukan oleh kontraktor dan Dinas Perhubungan Kota Pagaralam. Selain itu pihaknya juga telah melaporkan masalah ini lebih jauh ke KPK, Kejaksaan Agung, Kapolri dan Menteri Perhubungan di Jakarta.

“Kami meminta kasus ini ditindaklanjuti dengan serius, dan kita yakin sekali jika aparat penegak hukum di sumsel tidak akan punya keberanian untuk itu sebab kontraktor yang mengerjakan proyek itu sudah sangat dikenal dekat dengan pejabat penegak hukum di provinsi ini”, ungkap Thabrani.

Kasus dugaan adanya korupsi pada pekerjaan pembangunan Bandara Pagaralam ini, menurut LSM Gakoss, meliputi banyak item pekerjaan yang tidak dilaksanakan, dugaan mark up harga, hingga adanya potongan hingga 30 persen untuk Walikota dan Kepala Dinas.

“Kami minta secepatnya diusut, jika tidak maka tunggulah, kami akan melakukan aksi massa yang jauh lebih besar lagi”, tambah Thabrani.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s