HATI-HATI DENGAN DANA BANSOS


Salah satu LSM yang mengadakan kegiatan dengan dana Bansos

Kendati pemerintah pusat mulai tahun 2015 ini menghentikan dan melarang pemerintah daerah menyalurkan dana Bantuan Sosial karena dianggap rawan penyelewengan, namun hal tersebut tidak serta merta menjadikan masalah-masalah yang telah terjadi terkait penyaluran Bansos telah berhenti dan selesai. Melainkan urusan Bansos yang terlanjur dihamburkan dalam beberpa tahun sebelumnya akan ditelaah, diaudit dengan cermat dan harus dipertanggung jawabkan.

“Setidaknya Anggaran Bansos yang telah dikucurkan sejak tahun 2011,2012, 2013 dan 2014 lalu harus diaudit dengan cermat dan dipertanggungjawabkan”, ujar salah seorang pemerhati masalah sosial di palembang kepada Sumsel News Online.

Menurutnya, anggaran Bansos yang telah dikucurkan dalam beberapa tahun tersebut jumlahnya sangat banyak, puluhan milyar tiap tahunnya, uang sebanyak itu dihamburkan untuk Ormas,media dan LSM dan media yang mendadak menjamur. Mereka berkolusi dengan instansi Kesbanglinmas untuk mendapatkan kucuran dana “bancakan” tersebut bermodalkan proposal yang dibuat mengada-ada.

“Ada yang buat acara seeminar, ada yang buat acara hitanan massal, ada yang buat kegiatan bantuan ke masyarakat, dan berbagai macam kegiatan lainnya. Dananya mereka buat sekehendaknya dengan harapan bisa cair 50 persen saja sudah sangat lumayan. Perkara pelaksanaannya nanti, itu juga bisa dikondisikan belakangan asal sama-sama mau berbagi”, ungkap sumber tadi.

Selain itu dana bansos juga mengalir untuk membantu pihak yang tidak jelas. “Tahun 2014 lalu ada salah satu grup musik orgen tunggal yang mendapat dana bansos senilai 70 juta rupiah untuk membeli peralatan musiknya, ini kan salah kaprah”, tambahnya lagi

Oleh karena kondisi demikian sebaiknya pihak aparat penegak hukum juga tidak tinggal diam dan punya keberanian untuk menyeret orang-orang Ormas dan LSM yang telah menyalahgunakan dana tersebut. “Sekarang kita dengar Kejati Sumsel memanggil beberapa ketua LSM yang menerima dana bansos.tahun 2012 dan 2013 lalu, namun mereka yang mendapat dana nilainya diatas tiga rats juta, sedangkan untuk LSM yang mendapat dana kurang dari seratus juta sama sekali tak disentuh, pada jumlah LSM ini sangat banyak”, ujar sumber.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s