MAMPUKAH SUMSEL TERBEBAS DARI KABUT ASAP DI TAHUN 2015 INI?


Alex Noerdin :  “Dalam satu tahun, tidak ada asap lagi. Kalau masih ada, kito buyan,”  

21132

Untuk mengatasi kabut asap yang menjadi permasalahan setiap tahunnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel telah berupaya keras agar kejadian serupa tidak terjadi lagi pada 2015.  Pasalnya, apabila terulang kesalahan yang sama terjadi kembali menunjukkan Sumsel tidak belajar dari kesalahan.

Permasalahan kabut asap yang membayangi Sumsel setiap tahunnya, telah menginspirasi provinsi ini untuk bertindak memanfaatkan lahan potensi terbakar pada saat musim kemarau.

 Hal ini dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dengan menggandeng ahli dalam hal pemanfaatan lahan gambut.

 Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan, meski Sumsel telah menjadi salah satu provinsi penghasil asap selama beberapa tahun belakangan ini, pihaknya optimis pada 2015 ini tidak akan lagi menjadi provinsi yang lahan gambutnya terbakar pada musim kemarau. Karena kabut asap membahayakan kesehatan.

 “Kabut asap menjadi perhatian pada Oktober-November. Kami bertekad bagaimana agar tidak akan berasap lagi pada 2015 ini. Tidak ada kebakaran lahan, hutan, gambut. Supaya tidak menimbulkan asap,” tegasnya saat ditemui, Sabtu (3/1).

 Upaya untuk mengatasi kebakaran lahan, hutan maupun rawa. Alex menambahkan, telah ada beberapa universitas yang akan dilibatkan dalam menghentikan “si jago merah” untuk melahap lahan gambut. Karena, lahan gambut inilah yang menyebabkan tebalnya kabut asap apabila terbakar.

 “Supaya tidak menimbulkan asap, kami telah bekerjasama dengan Australia melalui Unsri dan UMP,” tambahnya.

 Salah satu metode penanganan kabut asap yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel bersama Universitas Sriwijaya (Unsri) adalah dengan pemetaan jalur api.

 Sementara itu, upaya yang ditawarkan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) adalah dengan pemanfaatan lahan yang telah terbakar. Meski, pihaknya mengupayakan agar UMP dapat memanfaatkan lahan gambut sebelum terjadinya kebakaran.

 “Kalau Australia dengan menyemprot lahan gambut dengan bahan kimia,” terangnya.

 Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk menghentikan bencana asap tidak sedikit. Meski, selama ini tidak ada penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel yang ikut digelontorkan untuk memadamkan api yang menghanguskan ribuan hektar lahan gambut yang tersebar di berbagai kabupaten/kota se-Sumsel. “Menjelang akhir musim hujan kami mulai,”katanya.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan berbagai pihak agar bencana kabut asap tidak terjadi kembali. Kerjasama dilakukan bersama pemerintah pusat dan negara Australia.

 “Supaya tidak menimbulkan asap, kami telah bekerjasama dengan Australia melalui Unsri dan UMP,” terangnya.

 Dia menambahkan, optimalisasi penggunaan lahan gambut telah dilaksanakan untuk mendukung produksi hasil pertanian. Serta, pemberian sanksi tegas terhadap perusahaan yang terbukti melanggar dengan membakar lahan gambut secara disengaja.

 “Kawasan perusahaan akan dilibatkan secara aktif dan aturan tegas akan diberikan (kepada pembakar lahan gambut),” tegasnya.

 Oleh karena itu, pihaknya yakin dapat meminimalisir terjadinya kebakaran lahan gambut maupun hutan pada 2015 ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s