Warga Karya Jaya Dambakan Pembangunan Jalan dan Air Bersih

Adanya sarana akses jalan yang baik serta kemudahan mendapatkan fasilitas air bersih bagi kebutuhan sehari-hari hingga kini baru hanya sebatas impian bagi warga kota Palembang yang tinggal di RT.28 Kelurahan Karyajaya, Kecamatan Kertapati. Pasalnya, jalan Karya I, satu-satunya jalan masuk ke wilayah tersebut hingga kini belum pernah mendapat sentuhan pembangunan sari pemerintah. Sedangkan sarana air bersih dari PDAM yang juga sangat dibutuhkan, hingga kini pun belum ada kejelasan kapan bisa terwujud.
Kondisi seperti ini telah lama dikeluhkan warga yang meminta pihak pemerintah kota Palembang memberikan perhatian serius terhadap nasib warganya tersebut.
Salah seorang warga RT.28, Triyono (54) kepada Warta Ogan menjelaskan jika sudah lama sekali warga di daerahnya mendambakan pembangunan jalan. Sedangkan jalan yang ada kondisinya sangat memprihatinkan, terutama ketika musim hujan seperti sekarang ini.
“Kalau hujan jalan becek berlumpur, kasihan anak-anak sekolah terpaksa harus menjinjing sepatunya kalau tak mau belepotan lumpur”, ujar Triyono.
Menurut warga tersebut, jalan tersebut setiap hari minggu selalu diperbaiki warga dengan cara gotong royong, namun tetap saja rusak saat dilalui mobil. “Kami mengharapkan pemerintah kota Palembang peduli dan segera membangun jalan kami ini”, tambah Triyono.
Salah seorang tokoh masyarakat lainnya, M.Teguh (67) juga mengakui tentang kondisi jalan di lingkungannya yang memerlukan perhatian pemerintah. Srbagai orang yang paling lama tinggal di daerah tersebut, M.Teguh tahu betul jika jalan Karya I tersebut memang sejak awal tidak pernah dibangun pemerintah. “Kami warga sendiri yang bekerja keras, gotong royong membangun jalan tersebut”, ujar Teguh kepada Wartawan.
Tegih juga menambahkan, dulu kondisi jalan Karya I ini sudah cukup lumayan baik kondisinya. Warga berduyun-duyun membangun jalan tersebut dengan menimbunkan batu-batu pecahan bekas material bangunan. Jalan menjadi padat dan tidak becek. Sayangnya, saat ada kegiatan TNI Manunggal Desa, jalan tersebut malah dikeruk kembali dan ditimbun tanah lagi. Akibatnya jalan kembali hancur karena batu-batunya amblas, yang ada tinggal tanah merah yang berubah menjadi lumpur saat hujan. “Kami minta pak Walikota mau mendengarkan suara kami”, ungkap Teguh penyh harap.
Selain kendala jalan yang tak juga dibangun, masalah kesulitan memperoleh air bersih bagi keperluan sehari-hari warga juga menjadi tuntutan warga disini. Selama ini warga hanya mengandalkan air dari sumur yang berwarna kotor dan mengandung karat untuk mandi dan mencuci, sedangkan untuk memasak terpaksa harus membeli air galonan.
“Kami susah sekali masalah air ini pak,”, ujar Enny (43) salah seorang ibu rumah tangga yang mengeluh kepada Wartawan. Menurut warga tersebut, untuk mencuci pakaian pun terpaksa ia mesti memakai air gallon yang dibeli 3 ribu rupiah pergalon. “Air disini warnanya kuning kecoklatan, jadi kalau dipakai nyuci malah ngotori pakaian saja”, tambahnya. Ia mengharapkan kiranya PDAM bisa segera membangun jaringan air bersih yang dapat segera dinikmati warga.
Menanggapi keluhan warga RT.28 Kelurahan Karyajaya tentang usulan pembangunan jalan dan air bersih di daerahnya, Walikota Palembang, Eddy Santana Putra mengatakan akan mempelajari dan segera merealisasikan pembangunan jalan yang dianggarkan dari APBD.
“Kalau masalah air bersih, Insya Allah PDAM Tirta Musi sudah mentargetkan daerah itu sebagai prioritas pembangunan pada tahun 2013 ini,”, tambah Walikota yang akan maju pada Pilgub Sumsel Juni mendatang. (Dangs)

Jalan Baru Diperbaiki, Rusak Lagi

Baru tahun lalu pemerintah provinsi Sumatera Selatan mengaggarkan dana ratusan juta rupiah untuk perbaikan jalan akses ke TPA Karyajaya, kini justru jalan tersebut telah kembali rusak seperti sebelum ada perbaikan.

Pihak Dinas PU Cipta Karya Sumsel selaku pengelola proyek jalan tersebut terkesan tidak mau peduli dengan kondisi tersebut, dan lebih membela pihak kontraktor yang telah bekerja asal-asalan. “Pekerjaan kontraktor sudah sesuai dengan ketentuan, sedangkan kerusakan jalan yang kini terjadi adalah diakibatkan terlalu banyaknya kendaraan truk bermuatan melebihi tonase yang lalu lalang di jalan tersebut”, ujar Ishak HB, PPTK proyek jalan tersebut saat dihubungi wartawan di kantornya.
Sementara itu Sukirman, dari LSM Mitra Kejati, yang sejak awal menyoroti pelaksanaan proyek jalan tersebut mengatakan jika kerusakan kembali jalan tersebut bukanlah disebabkan oleh beban kendaraan yang melalui jalan tersebut, melainkan disebabkan buruknya kualitas pekerjaan kontraktor, yang cenderung ingin mengeruk keuntungan, sehingga hasil pekerjaaan jadi asal-asalan.
Menurut Sukirman, sejak awal pihak kontraktor berupaya menutupi kegiatannya agar tak diketahui masyarakat. Di lokasi proyek tidak pernah dipasang papan proyek yang seharusnya menjadi kewajiban kontraktor menginformasikan kepada masyarakat tentang nama pekerjaan, besar dana, siapa kontraktornya, lama pekerjaan dan lain-lain.
“Kontraktor berusaha menutupi semua itu”, tambahnya. Selain itu, pekerjaan perbaikan hanya dilakukan pada beberapa titik yang dianggap paling parah saja, sedangkan beberapa bagian lainnya yang juga rusak dibiarkan saja.
Selain itu nilai proyek yang mencapai Rp.900 juta lebih dianggap terlalu besar jika sekedar untuk membiayaai pekerjaan yang Cuma sedikit itu. “Paling-paling itu habis Rp.400 jutaan saja, itupun belum tentu juga”, tambah aktivis LSM tersebut.
Hasil pengamatan Warta Ogan dilapangan didapati kondisi jalan yang telah kembali rusak, tidak Nampak tanda-tanda adanya bekas perbaikan. Jalan cor beton dengan ketebalan hingga 30 cm tersebut sebagian besar sudah pecah-pecah.
Sementara itu kepadatan kendaraan yang melalui jalan tersebut masih terbilang rendah, hanya sesekali lewat truk ukuran colt diesel yang mengangkut karet menuju pabrik karet di dalam.
M. Sukri, mantan Ketua RT di kelurahan Kramasan juga sependapat jika dikatakan jalan di depan rumahnya yang baru diperbaiki itu kondisinya amburadul. “Baru beberapa bulan saja diperbaiki, kini sudah rusak lagi, ini nggak bener”, ungkapnya kepada Warta Ogan.
Jalan akses TPA Karyajaya memang jalan cor beton yang juga dilewati berbagai kendaraan besar, namun jika baru beberapa bulan diperbaiki tapi kondisinya sudah rusak lagi, dipastikan itu disebabkan karena konstruksi jalan yang dibangun kontraktor telah menyimpang. Apalagi Dinas PU Cipta Karya Sumsel yang tidak biasa membangun jalan raya, kurang mengerti tentang seluk beluk pembangunan jalan. “Dinas Pu Cipta Karya kan biasanya hanya membangun gedung-gedung saja, atau jalan kecil dipemukiman, sedangkan jalan dengan kontruksi untuk kendaraan berat, itu tugasnya Dinas PU Bina Marga”, demikian Sukirman menambahkan. (Dangs)

Debu Batubara Dari Cemari Udara Sekitar Sungai Musi
Pihak PTBA Dermaga Kertapati Kurang Peduli ?

Bertahun-tahun warga di kelurahan Karanganyar Gandus dan sekitarnya menghirup udara kotor bercampur debu hitam batubara. Hal ini disebabkan keberadaan dermaga tempat muat batubara milik PT.BA di kertapati, yang terletak diseberang sungai setiap waktu menghamburkan debu-debu hitamnyaq ke kampung mereka.

Pemantauan Warta Ogan di RT.02 RW.01 Kelurahan Karanganyar mendapati atap-atap rumah warga, lantai dan dinding yang berwarna hitam karena tertutup debu batubara. Bahkan warga juga mengaku sulit untuk menjemur pakaian karena akan menjadi hitam kotor terkena debu batubara.
“Betul pak, bertahun-tahun kami harus menderita gara-gara debu batubara dari seberang. Setiap hari harus beberapa kali menyapu dan mengepel lantai, kalau tidak maka lanyai akan hitam tebal oleh debu batubara”, ujar Atikawati (47) seorang warga Karanganyar yang mengeluhkan kondisi daerahnya yang telah tercemar oleh debu batubara.
Tika juga mengaku jika sejak dahulu ia tidak pernah mendapatkan perhatian apapun dari pihak PTBA yang telah mengirimkan debu kotor ke rumahnya.
“Kalau RT, RW dan orang-orang tertentu katanya sih sering mendapat bantuan dari PTBA, tapi kalau kami, tidak pernah sama sekali”, tambah ibu yang tinggal di sekitar dok kapal PT DKS tersebut.
Sementara itu salah seorang aktivis LSM yang getol memperjuangkan nasib warga Karanganyar dari pencemaran udara oleh PTBA, Azwar Hadi (43) mengatakan jika memang pihaknya sudah lama melakukan upaya-upaya menuntut dihentikannya kegiatan muat batubara yang telah menyebabkan polusi udara yang membahayakan kesehatan.
Menurut Azwar, sudak tidak layak lagi ada dermaga muat batubara ditengah pemukiman warga. Dermaga itu harus dipindahkan ke luar kota yang jauh dari pemukiman penduduk. Dampak yang ditimbulkan akibat polusi udara debu batubara bukan saja lingkungan menjadi kotor, tetapi akan merusak kesehatan karena terus menerus terhisap.
“Bagi anak-anak akan lebih berbahaya lagi. Itu sangat merusak organ pernapasan”, ujarnya.
Sebagai bentuk penolakan terhadap kegiatan muat batubara di dermaga PTBA Kertapati, menurut Arwar, pihaknya telah mengadukan masalah ini langsung ke kementerian Lingkungan Hidup RI, Kementerian Kesehatan RI serta ke Gubernur. Namun hasilnya hingga kini belum ada tindaklanjut yang berarti. “Saya yakin mereka tidak akan punya keberanian untuk menutup kegiatan PTBA tersebut, selain itu mereka juga telah banyak menikmati keuntungan pribadi dari kegiatan tersebut. Jika mereka tidak berani maka jangan salahkan warga jika nanti justru warga sendiri yang akan menutup paksa kegiatan yang jadi sumber pencemaran itu”, ujar Azwar dengan berapi-api. (Dangs)

EDDY YUSUF TETAP MANTAP IKUT PILGUB 2013

Kendati dalam beberapa pekan terakhir muncul berbagai rumor tentang belum pastinya dukungan Partai Gerindra memberikan dukungan untuk pencalonan dirinya dikarenakan berbagai hal, justru Eddy Yusuf Nampak tidak terpengaruh sedikitpun dan menganggap rumor tersebut sekedar isu yang dihembuskan oleh pihak tak bertanggung jawab. Bagi Eddy Yusuf, dirinya justru semakin mantap menggalang dukungan masyarakat dan akan maju pada Pilgub Juni mendatang.
“Kita tidak ada masalah, Partai Gerindra dan partai-partai pendukung lainnya sudah resmi dan tidak akan berubah lagi mendukung saya, semua surat-surat dukungan yang langsung ditandatangani DPP sudah saya kantongi”, ungkap Eddy Yusuf saat disambangi wartawan di rumah dinas Wakil Gubernur rabu (13/2) lalu.
Menurut Wakil Gubernur tersebut, kini dirinya lebih berkonsentrasi dalam melakukan penggalangan dukungan masyarakat secara ril. Setiap hari ia mesti berkeliling menghadiri undangan masyarakat.
“Sebenarnya kita tidak mengagendakan acara pertemuan – pertemuan itu, ini justru inisiatif mereka sendiri secara sukarela mengundang saya untuk bertemu bersilaturahmi”, ujar Eddy. “Alhamdulillah pendukung saya terdiri dari orang-orang yang siap berjuang dengan suka rela tanpa dibayar, tahan capek, lapar bahkan ada yang siap mati sekalipun”, tambahnya.
Namun Eddy Yusuf juga menyadari jika pelaksanaan Pilgub masih baru akan dilaksanakan empat bulan lagi, sehingga dirinya perlu mengatur kegiatannya dengan baik agar tidak keburu habis energy.
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel sesuai jadwal KPU akan diselenggarakan pada 6 Juni 2013 nanti. Sedangkan pembukaan pendaftaran bakal calon baru akan dibuka pada pertengahan Maret mendatang.
Pelaksanaan Pilgub pada 6 Juni 2013 yang telah dijadwalkan KPU juga banyak dipertanyakan sejumlah pengamat di Palembang. Pasalnya masa jabatan Gubernur saat ini baru akan habis pada 12 September 2013, sehingga aka nada masa penantian hingga 3 bulan lamanya. Padahal umumnya dalam setiap Pilkada masa penantian dari hari pemilihan hingga pelantikan Cuma sekitar 1 bulan saja.
Dugaan dipercepatnya pelaksanaan Pilgub dari yang semestinya bulan Agustus ke bulan Juni dikarenakan upaya pengurus KPU Sumsel yang akan habis jabatan di bulan September.
Iskandar, aktivis dari LSM Forum Pemantau Pemilu Sumsel, menilai usaha mempercepat pelaksanaan Pilgub ke bulan Juni adalah kegiatan akal-akalan KPU Sumsel yang masih ingin menjadikan Pilgub 2013 masuk dalam masa jabatannya. Padahal Pengurus KPU Sumsel yang saat ini menjabat adalah mereka yang juga menyelenggarakan Pilgub 2008 lalu.
“Masyak satu periode jabatan KPU bisa menyelenggarakan hingga dua kali kegiatan Pilgub? Ini justru aneh, dan patut diduga adanya unsure kepentingan yang akan bermain. Kita curiga dengan Gubernur incumbent yang cepat-cepat memperpanjang masa jabatan KPU tersebut”, ujar Iskandar. Kalau ini tetap akan dipaksakan dilanjutkan, maka dikhawatirkan hasil Pilgub akan bermasalah karena KPU sebagai peyelenggara Pilgub dianggap inkonstitusional, tambahnya.
Beberapa bakal calon Gubernur yang akan tampil dalam Pilgub mendatang, selain Eddy yusuf masih ada beberapa nama yang saat ini terus melakukan penggalangan kekuatan massa. Alex Noerdin, gubernur incumbent pun semakin gencar mencari dukungan berkeliling sumsel setiap hari. Kendati ia sudah kalah telak dalam Pilgub DKI beberapa bulan lalu, Alex tetap pede untuk maju kembali pada Pilgub Sumsel juni mendatang.
Niat majunya Alex pada Pilgub mendatang justru dibayang-bayangi upaya Ridwan Mukti, Bupati Musi Rawas yang juga akan ikut Pilgub dan sama-sama mengklaim akan didukung Partai Golkar.
“Kita lihat saja, pada saatnya nanti Partai Golkar akan memutuskan mendukung saya untuk Pilgub Sumsel 2013, bukan Alex Noerdin”, ujar Ridwan Mukti kepada wartawan.
Keyakinan Ridwan Mukti yang akan mendapatkan anugerah dukungan dari DPP Partai Golkar ia tunjukan dengan semakin gencarnya memasang ribuan baliho di setiap jalan-jalan protocol di Sumsel dan terus melakukan pertemuan-pertemuan untuk menggalang kekuatan.
Bupati OKI, Ishak Mekki yang akan didukung Partai Demokrat juga diyakini bakal maju pada Pilgub tersebut. Dengan slogan Ikhlasnya Ishak Mekki juga melakukan sosialisasi untuk mendapatkan dukungan masyarakat Sumsel. Baliho dan gambar-gambar sang Bupati OKI tersebut kini sudah banyak bertebaran di setiap tempat di Sumsel.
Walikota Palembang Eddy Santana juga dipastikan akan maju dalam Pilgub tersebut walau usaha-usaha kampanye hitam dari lawan politiknya terus menerus dimunculkan dalam berbagai media. Bagi Walikota Palembang tersebut, semua kampanye hitam itu tidak akan mempengaruhi dukungan warga Sumsel untuk mendukung dirinya dalam Pilgub Sumsel nanti.
Nama bakal calon lainnya adalah Herman Deru, Bupati OKU Timur yang akan didukung partai hanura dan puluhan partai gurem lainnya. Herman Deru juga semakin aktif melakukan pertemuan-pertemuan untuk menggalang dukungan.
Namun Herman Deru juga bukanlah bakal calon yang mulus dalam rencana pencalonannya. Kasus asusila yang terkait dengan dirinya juga semakin diungkit oleh lawan politiknya diberbagai media. (Dangs)

MF RIDHO KETUA KNPI SUMSEL

Berdasarkan hasil pemilihan pada Musyawarah Provinsi (Musprov) DPD KNPI Sumsel beberapa waktu lalu, MF Ridho yang saat ini menjabat anggota DPRD Sumsel dari Partai Demokrat, secara aklamasi terpilih sebagai Ketua KNPI Sumsel periode 2013-2015. Ridho dengan mudah menyisihkan dua pesaingnya, Sapuan dan Mutaqien dengan 67 suara.
Kemenangan Ridho dalam pemilihan Ketua KNPI Sumsel memang sudah banyak diprediksi berbagai kalangan. Para pengurus OKP dan DPD KNPI Kabupaten / kota sebagai pemegang suara Musprov sudah sejak lama menggadang-gadang nama Ridho sebagai calon yang paling tepat memimpin KNPI Sumsel saat ini.
Hanya saja hingga kini Ridho belum juga menyelesaikan susunan pengurus KNPI Sumsel yang siap dilantik secepatnya.
“Formatur yang ditugaskan Musprov untuk menyusun nama-nama yang akan jadi pengurus masih belum menyelesaikan tugasnya. Jika sudah klop maka secepatnya akan segera dilantik’, ujar salah seorang anggota formatur saat dihubungi wartawan.
Mantan Ketua KNPI Sumsel, Romi Herton, yang kini menjabat Wakil Walikota Palembang mengharapkan Ketua KNPI Sumsel yang terpilih akan mampu membawa para pemuda Sumsel untuk tampil dan berperan dalam pembangunan.
“KNPI adalah wadah yang paling tepat untuk menggembleng para pemimpin. Banyak pejabat seperti Gubernur, Bupati, Walikota yang berlatarbelakang dari KNPI. Jadi belajarlah dulu di KNPI, baru jadi Bupati. Jangan sebaliknya, jadi Bupati dulu, baru jadi Ketua KNPI”, ujar Romi Herton kepada Warta Ogan. (Dangs)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s