Konflik PTPN Cinta Manis Masih Akan Panjang


Konflik  PTPN VII Cinta manis dengan masyarakat sekitar di kabupaten Ogan ilir Sumatera Selatan nampaknya masih akan berlangsung lama. Hal ini dikarenakan sikap keras dari perusahaan pemasok gula itu untuk  tidak akan memberi  peluang kepada warga yang menuntut pengembalian lahan yang telah diambil perusahaan itu sejak tahun 1982 lalu. Warga mengklaim jika hingga saat ini tanahnya tidak pernah diganti rugi oleh perusahaan itu, sedangkan PTPN bersikukuh mengaku telah mengganti rugi dengan bukti-bukti yang dimiliki.

Konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu puncaknya terjadi pada beberapa pekan lalu. Ribuan warga dari beberapa desa mengepung pabrik gula tersebut dan meminta perusahaan mengabulkan tuntutannya. Puluhan hektar kebun tebu dibakar massa dan beberapa alat berat yang ada ikut dibakar.

Atas kejadian yang berbuntut bentrok massa dengan aparat itu berlanjut dengan upaya penangkapan beberapa warga yang dinilai penyebab terjadinya amuk massa tersebut.

Atas kejadian itu nampaknya perusahaan lebih memilih menggunakan kekuatan aparat bersenjata ketimbang melakukan dialog yang memberi opsi mengabulkan tuntutan warga.

Dalam press realese yang dimuat dibeberapa surat kabar lokal pihak manajemen PTPN akan tetap dengan keputusannya semula untuk tidak mengabulkan tuntutan warga yang meminta pengembalian lahan.

Sekretaris perusahaan yang mengatasnamakan manajemen perusahaan, dalam pernyataannya menyatakan jika perusahaan tersebut telah melakukan semua prosedur yang benar dalam pembangunan perkebunan di wilayah ini. Ia juga mengaku telah membayar semua lahan yang dipermasalahkan warga tersebut.

Sikap keras perusahaan yang tidak melayani kemauan warga bisa saja akan menambah panjang jalan menuju upaya damai antara warga dengan perusahaan. Bahkan penangkapan dan sikap refresif aparat keamanan bisa menimbulkan sentimen yang semakin tajam di masa mendatang.

“Penangkapan warga oleh kepolisian hanya akan menambah panjang dendam warga terhadap perusahaan”, ujar Mashudin Warga Lubuk Keliat saat dimintai komentarnya.

Warga akan terus melakukan perjuangannya hingga perusahaan mau mengabulkan. Seharusnya pemerintah tidak tinggal diam dan tidak berpihak kepada perusahaan saja, melainkan mencari jalan keluar yang adil dan memperjuangkan nasib rakyat yang sudah puluhan tahun didzolimi oleh perusahaan itu, tambahnya lagi.

Kini  suasana disekitar perusahaan mulai berlangsung kondusif pasca kerusuhan yang banyak memakan korban itu. Warga memilih diam dan pihak kepolisian semakin aktif melakukan penegakkan hukum.

Hanya saja upaya penegakkan hukum yang dilakukan hanyalah akan menjadi penambah luka baru dihati warga, dan tidak mustahil kerusuhan yang lebih besar akan terjadi lagi dimasa mendatang.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s