JANGAN PERMAINKAN SEKOLAH NEGERI


RSBI UPAYA MENGAKALI UANG WALI MURID SAJA

Ketika di Jakarta saat ini Gubernur Alex Noerdin dengan bangganya mengatakan jika saat ini di daerahnya semua biaya pendidikan hingga jenjang SMA Gratis, alias tidak ada pungutan apapun, ternyata berbeda dengan kenyataanya. Yang disebut gratis hanya sebatas disekolah-sekolah negeri pinggiran dengan kualitas rendah, dan itupun cuma SPP saja yang gratis, sedangkan yang lainnya tetap bayar. Ya sama saja.

Parahnya lagi kini di kota Palembang, ibukota Sumsel, sekolah-sekolah negeri yang cukup baik dan bermutu satu persatu disulap menjadi sekolah “ekstra mahal” dengan alasan sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional. Kini yang tersisa hanya sekolah-sekolah negeri pinggiran yang masih menerapkan pendidikan gratisan, dan jumlahnya tidak sebanyak dulu lagi.

Untuk masuk ke sekolah berstatus RSBI para orang tua mesti berlomba mengumpulkan koneksi dan menyiapkan uang berjuta-juta agar mulus. Selain itu iuran perbulan yang harus dikeluarkan sangat mahal.

Karena sekolah-sekolah ini menjadi favorite, tarif untuk bisa masuk lewat jalan belakang kini jadi membumbung tinggi. Namun hal itu tak jadi masalah bagi orang tua yang kaya, namun bagi mereka yang berasal dari keluarga miskin cuma bisa mengurut dada saja.

Contohnya di sekolah SMA 1 Palembang yang mulai tahun ini menyandang status RSBI ini. Tahun ini tiba-tiba semuanya jadi berubah. Mulai dari sistem penerimaan murid baru, proses permainan uang hingga nilai tarif belakang yang berlaku.

Bagi siswa yang benar-benar mampu dalam prestasi, selain biaya resmi iuran bulanan dan sejumlah kewajiban resmi yang ditentukan, tak banyak lagi biaya lain yang mesti dikeluarkan. Namun bagi siswa yang tidak mampu bersaing dalam tes sehingga ia dinyatakan tidak lulus, terpaksa harus berani ikut permainan untuk tetap bisa memaksa masuk dan diterima. Permainan dimaksud adalah kekuatan koneksi, hubungan dekat dengan Kepala Sekolah, Kepala Dinas dan Penguasa lainnya, serta kesiapan uang dalam jumlah banyak sebagai modal untuk pelicinnya.

Keberadaan pihak-pihak yang benar-benar ikut dalam permainan ini jelas nyata karena ada banyak siswa yang tiba-tiba muncul saat acara Orientasi Siswa, sedangkan pada tahapan-tahapan test sebelumnya belum pernah ada.

“Saya tahu pak anak-anak yang waktu tes tidak tercantum namun tiba-tiba ia ikut dalam acara Orientasi kemarin”, ujar beberapa orang tua yang mengaku tahu dari anaknya yang juga telah masuk ke sekolah tersebut.

Jadi tes yang sangat ketat dengan beberapa tahapan yang harus dilalui itu hanya berlaku bagi siswa mayoritas, sedangkan beberapa siswa dari keluarga kaya walau nilai raportnya tidak masuk standar dan tidak lulus dalam test tertulis tetap saja bisa masuk melalui jalur belakang. Masuknya langsung saat orientasi, tambahnya lagi

Upaya menciptakan pendidikan mahal oleh sekolah-sekolah negeri, terutama yang ada di Palembang, apapun alasannya tetap saja tidak bisa diterima. Sebab setiap sekolah negeri semua biaya operasional, gaji-gaji guru kepala sekolah dan karyawan sudah semuanya ditanggung negara. Artinya mereka tinggal melaksanakan tugasnya dengan baik, bagaimana menciptakan pendidikan yang bermutu tinggi.

“Sekolah negeri apapun alasannya, tidak boleh lagi “mengemis” dana dari masyarakat. Jangan ada dalih jika mutu pendidikan ingin baik tentu harus pakai duit, justru tugas mereka memberikan pendidikan yang berkualitas. Jika mereka tidak mampu memberikan hasil kerja yang maksimal berarti mereka tidak mampu bekerja.”, ujar M.Mansyur seorang guru di sebuah sekolah swasta memberikan pendapatnya tentang sekolah negeri yang mahal.

Jika sekolah swasta mahal itu sangat wajar, tambahnya. “Karena seluruh biaya sekolah, gaji guru dan yang lainnya ditanggung orang tua murid”, ungkapnya. Gaji guru tidak ditanggung pemerintah.

Mansyur mengaku setuju jika istilah RSBI segera ditinjau lagi efektivitasnya. Bahkan ia minta dihapuskan saja, biarkan pendidikan kembali ke konsep pendidikan murah namun berkualitas. “Jangan jadi alasan untuk mengakali untuk memungut uang serta memberikan peluang bagi pihak sekolah melakukan KKN pada setiap kegiatan awal tahun ajaran”, tambahnya.

Iklan

2 comments on “JANGAN PERMAINKAN SEKOLAH NEGERI

  1. Jangan salahkan program pak..banyak oknum yg ambil keuntungan pd implementasi sekolah gratis..in yg masih harus disempurnakan pemprov Sumsel, menindak oknum dan pungli

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s