NONO SAMPONO BISA BERCERMIN PADA EDDY YUSUF


Pemilihan kepala Daerah dimana pun di negeri ini ceritanya nyaris sama. Ketika masa pencalonan berlangsung, paket Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dan calon wakil Gubernur biasanya terlihat harmonis, rukun dan luar biasa kompak. Namun setelah pasangan tersebut menang, dilantik dan berkuasa, barulah akan ketahuan saling sikut, tidak kompak, merasa menang sendiri dan tak saling memikirkan. Biasanya sang Gubernur lebih merasa lebih berkuasa, lebih berwenang dan lebih berhak atas kue kekuasaan dan segala kenikmatan jabatan dibanding wakil yang cuma dijadikan sekedar ban serep.

Tak jarang kita dengar kasus ketidak harmonisan pasangan pemimpin seperti ini terjadi disekitar kita, bahkan bisa berujung “perceraian” antara keduanya.

Mundurnya Wakil Gubernur DKI Prijanto dan Wabup Garut Dicky Chandra adalah bukti nyata adanya pasangan pemimpin yang sama-sama bersusah payah ikut pencalonan, namun mesti bercerai ketika sudah berhasil duduk gara-gara ketidask cocokan antara mereka.

Wagub DKI Prijanto mundur karena merasa sudah tidak bisa lagi bertahan mendampingan dengan Fauzi Bowo sebagai Gubernur yang “makan sendiri” tak mau berbagi adil. Hal seperti itu jelas tersirat dirasakan Prijanto walau ia sendiri tidak menyebut alasan “ketidakadilan Foke” sebagai alasan pengunduran dirinya.

Demikian juga dengan Wakil Bupati Garut Dicky Chandra yang juga rela mengorbankan jabatannya untuk ia lepaskan dari pada memaksakan diri tetap mempertahankannya mendampingi Bupati yang “makan sendiri”.

Nah, hal seperti inipun juga nampaknya dialami oleh Wagub Sumsel Eddy Yusuf yang tetap bersabar mendampingi Alex Noerdin di Sumatera Selatan. Walau banyak merasakan “sakit” karena kesewenang-wenangan Alexm Wagub Eddy Yusuf tetap saja bertahan demi menjaga citra dan pandangan masyarakat terhadap pasangan yang memenangkan Pilgub tahun 2008 lalu tersebut.

Menang tak banyak yang tahu apa yang terjadi diantara hubungan kedua pemimpin di propinsi kaya minyak ini. Orang mengira kedua mantan Bupati ini akur-akur saja tanpa masalah. Namun kenyataan yang sesungguhnya, hubungan keduanya tidaklah benar-benar harmonis.

“Eddy Yusuf cuma berusaha untuk bertahan saja, padahal ia sendiri sudah nyaris tidak tahan lagi duduk mendampingi Alex yang “kurang fair” dalam berbagi”, ujar seorang kawan dekat Eddy Yusuf mengatakan fakta sesungguhnya.

Setelah tiga tahun berjalan, Alex Noerdin sebagai Gubernur sepertinya tidak mau berbagi “kue” secara adil dengan pasangannya itu. Alex lebih suka jalan sendiri dan membiarkan kroninya yang ikut-ikutan mengatur ketimbang memberikan kewenangan dan berbagi dengan Eddy Yusuf.

“Sampai-sampai urusan penempatan pejabat pun Eddy Yusuf sama sekali tak dilibatkan, apalagi urusan proyek yang berkaitan dengan duit”, ujarnya lagi.

Namun, kendati diperlakukan tidak adil, Eddy Yusuf tetap komitmen dengan prinsip dan berusaha tahu diri dengan keterbatasan jabatannya sebagai Ganjel atau ban serep saja.

“Eddy Yusuf sama sekali tak kebagian, semua Alex dan kroninya. Orang-orang Eddy Yusuf cuma jadi penonton saja”, tambahnya lagi.

Kini Alex Noerdin yang maju dalam Pilkada DKI akan berpasangan dengan Nono Sampono sebagai bakal calon wakilnya. Sebaiknya Nono sengaja meluangkan waktu khusus untuk menemui Eddy Yusuf secara pribadi untuk menanyakan bagaimana sebenarnya perlakuan Alex Noerdin kepadanya setelah dirinya menjabat Wakil Gubernurm ketimbang jadi sesalan di belakang hari nanti.

“Kalau awalnya sih pasti kelihatannya seperti serba bagus, itulah Alex, ia memang pintar dan politiknya sangat halus”, ujar sumber tadi.

Lihat saja, Eddy Yusuf yang dikenal sebagai orang terdekat Syahrial Oesman saja sampai rela mengkhianati Syahrial karena bujuk rayunya.

Nah kita lihat saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s