BANJIR TAHUNAN SIAP HADANG SEAGAMES


Pelaksanaan seagames ke 26 Tahun 2011 tinggal menghitung hari. Palembang yang akan jadi tuan rumah, tempat seremoni pembukaan dan penutupan serta sebagian besar tempat kegiatan cabang olah raga digelar, terus berpacu menyiapkan segala sarana dan prasarana “dadakan” agar jangan sampai terjadi dalam sejarah sebagai pelaksanaan seagames “memalukan” karena pelaksanaan yang berantakan.

Kendati berbagai pihak memandang pesimis jika semua sarana akan benar-benar siap untuk digunakan pada waktunya, namun pelaksana dan pemerintah provinsi Sumatera Selatan meyakini jika semuanya akan selesai tepat waktu, dan seagames akan bisa digelar tanpa kendala.

Kesibukan pekerja menyelesaikan venues cabang olah raga yang semuanya berpusat dikawasan Jakabaring Palembang memang luar biasa. Ratusan atau bahkan ribuan pekerja yang dieksodus dari Pulau Jawa bekerja siang dan malam tanpa lelah. Target bisa selesai tepat waktu memang jadi hal utama, sedangkan kualitas dan daya tahan hasil pekerjaan bisa menjadi urusan kedua atau ketiga saja.

Lantas jika semua sarana bisa mampu diselesaikan tepat waktu, apakah seagames tersebut akan benar-bener bisa sukses, atau setidaknya tak banyak kendala? Siapakah yang bisa menjamin?

Kendala mewujudkan sukses Seagames di Palembang ini memang tidak hanya sebatas dalam urusan sarana-prasarana saja, hal lain yang sebelumnya tidak terduga bisa saja terjadi dan menjadi masalah besar. Hal dimaksud adalah keadaan alam yang kini mulai memasuki musim “buruk” dengan intensitas hujan yang tinggi dan diiringi angin kencang.

Di setiap akhir tahun Palembang selalu direpotkan dengan masalah lama yang tak pernah tuntas dicarikan jalan keluarnya. Yakni masalah banjir tahunan. Banjir bisa mengenangi sebagian kota ini karena guyuran hujan yang terus menerus. Dan bulan November biasanya menjadi bulan puncak curah hujan tertinggi dalam setiap tahunnya.

Bulan november mendatang, saat Seagames digelar, diyakini hujan dan banjir tak bisa dibendung lagi. Termasuk peran pawang hujan pun tak akan mampu lagi mengatasinya. Sedangkan sarana seagames “dadakan” yang baru dibangun terletak di kawasan Jakabaring, daerah bekas rawa yang direklamasi. Maka ancaman banjir bisa menjadi kendala suksesnya perhelatan oleh raga tingkat asia tenggara tersebut.

Nah jika ini benar-benar tejadi maka dipastikan seagames akan berlangsung lebih unik karena akan banyak atlit yang memilih bersantai ria di wisma atlit ketimbang berkubang di air banjir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s