Menkop UKM Hadiri HUT Koperasi di Sumsel


Puncak peringatan hari koperasi ke 63 di Sumatera Selatan tahun 2010 dilaksanakan pada hari Sabtu (1/8) lalu di Hotel Swarna Dwipa Palembang dihadiri Menteri  Koperasi RI Sjarifuddun Hasan, yang tampak sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan hari koperasi yang mengusung thema “kebangkitan koperasi mendorong daya saing koperasi sebagai pelaku ekonomi nasional dalam menghadapi perdagangan bebas”.

Rangkaian acara peringatan hari koperasi dilaksanakan di STIM AMKOP yaitu mewisuda sarjana STIM AMKOP, orasi ilmiah dari Menteri Negara Koperasi dan UKM RI, Pelantikan DPD HIPMIKINDO, pembukaan seminar koperasi LIPER RI, pengobatan gratis  serta pasar rakyat, pengukuhan Pengurus Dekopinwil Provinsi Sumatera Selatan periode 2010-2015. yang dikukuhkan langsung oleh  Ketua Umum Dekopin Pusat Nurdin Khalid

Acara peringatan hari koperasi tahun ini juga dilakukan pemberian penghargaan kepada koperasi yang berprestasi tingkat provinsi sumatera selatan oleh Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan, serta pendantanganan MoU antara Gubernur Sumatera Selatan H.Alex Noerdin dengan PT.Telkom Indonesia tentang Small Medium Enterpreneur center. PT.Telkom akan membangun Plaza UKM dengan dukungan media internet.

Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan, dalam sambutannya mengatakan bahwa ia memiliki keyakinan bahwa ini saatnya bagi Sumsel memberikan contoh kepada provinsi-provinsi lainya, sebagai provinsi yang terdepan dalam meningkatkan kesejateraan rakyatnya.

“Apa yang kita capai kedepan bersama senergi yang kuat, pada tahun 2014 target akan tercapai penurunan kemiskinan bisa ditekan hingga 8-10% sehingga saya tahu dimana tingkat pertumbuhan ekonomi sudah rata-rata diatas pertumbuhan ekonomi indonesia  saya optimis sumsel pertumbuhan ekonominya diatas rata-rata dan target bisa tercapai” kata Hasan

Gubernur Sumatera Selatan H.Alex Noerdin memberi tantangan kepada koperasi Indonesia  untuk berkiprah dan berkompetisi dalam bisnis yang baik, apalagi Sumsel telah menyiapkan kawasan ekonomi khusus di Tanjung Api-api.

Berdasarkan data di  Dinas Koperasi  dan UKM Sumsel, keberadaan koperasi di sumatera selatan jumlahnya termasuk cukup besar, namun belum sepenuhnya dapat mengatasi persoalan kemiskinan dan pengganguran

Jumlah koperasi sampai akhir tahun 2009 sebanyak 4.448 unit dengan anggota berjumlah 766.700 orang, volume usaha sebesar Rp: 2,48 Trilyun serta modal sendiri sebesar Rp: 948 M.

Dibandingkan pada tahun 2008 lalu terdapat peningkatan jumlah koperasi sebesar 6,82%, peningkatan jumlah anggota sebesar 2,65% peningkatan volume usaha 2,68% dan peningkatanjumlah modal sendiri 0,07%.

Untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi masyarakat yang tergolong kecil, dilaksanakan program pengembangan pasar tradisional melalui pendekatan kultur atau budaya dan cukup berhasil membanggakan. Salah satunya adalah ada koperasi di Palembang yang telah mampu membangun pasar tradisional di Plaju yang pembiayaannya melalui swadaya koperasi. Selain itu juga ada koperasi di Banyuasin yang telah mempu membangun pabrik Miniplant CPO berkapasitas 5 ton/jam.

Ketua Umum Dekopin Indonesia Nurdin Khalid dalam sambutannya menggarisbawahi mengenai tantangan yang dihadapi koperasi Indonesia kedepan, yaitu persoalan permodalalan, persoalan kualitas dan persoalan marketing.

“Koperasi harus mampu  menjadi pelayan ekonomi rakyat, koperasi harus mampu menjadi wadah perekonomian rakyat, koperasi harus mampu menguasai seluruh aset-aset produktif rakyat”, kata Halid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s