KAPOLDA JATENG BERLEBIHAN


Sikap Kapolda Jawa Tengah, Irjen. Alex Bambang Riatmojo dinilai berlebihan dan telah ikut campur terlalu jauh dalam pelaksanaan Final Piala Indonesia yang di gelar di Stadion Manahan Solo, Minggu (1/8) lalu yang mempertemukan Sriwijaya FC dengan Arema Malang. Padahal sebagaimana lajimnya pertandingan sepak bola di Indonesia, kejadian-kejadian yang terjadi di babak pertama pada pertandingan tersebut masih sangat wajar-wajar saja. Kepemimpinan wasit Jimmy Napitupulu cukup baik dan adil. Bahkan reaksi pemain dan penonton pun masih wajar dan tidak berlebihan.

Namun ternyata pertandingan yang masih dalam koridor fair play ini dianggap Kapolda bias memancing kerusuhan. Kapolda menilai wasit telah bertindak tidak adil dan meminta PSSI mengganti Jimmy dengan wasit lainnya. Nampaknya Kapolda menilai pemberian Kartu merah oleh wasit Jimmy kepada Noh Alamsyah Kapten Arema Malang yang melakukan pelanggaran patal kepada Precisius, adalah bentuk ketidakadilan wasit.

“Kapolda tidak mengerti aturan main pertandingan sepakbola. Dan ia juga menilai subjektif dan mengatasnamakan keamanan meminta pergantian wasit. Ini namanya bentuk intervensi Kapolda pada kepemimpinan wasit dan merusak citra sepak bola kita”, ujar seorang pengamat sepak bola yang mengaku kecewa dengan sikap over Kapolda tersebut.

Saya bersyukur PSSI tidak terpengaruh dengan usulan Kapolda dan tetap meneruskan pertandingan dengan Wasit Jimmy Napitupulu hingga usai, ujarnya.

Tekanan Kapolda pada pertandingan puncak tersebut sedikit tidaknya telah menyebabkan sikap Wasit Jimmy Napitupulu berubah dalam memimpin pertandingan. Ia semakin toleran dengan tindakan-tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh Arema. Bahkan Arema seolah mendapat dukungan dan berani melancarkan protes-protes keras kepada wasit yang kurang wajar.

Kendati demikian, toh, pertandingan tetap bisa tuntas dengan lancar dan aman dengan kemenangan Seriwijaya 2-1 dan berhak menggondol gelar Juara Piala Indonesia Tahun 2010, gelar ketiga kali berturut-turut yang diraih klub asuhan pelatih Rahmad Darmawan itu.

Kapolda Jateng Alex Bambang sendiri dengan tegas membatah jika dirinya dikatakan melakukan intervensi atas pertandingan tersebut.

“Saya meminta wasit untuk memimpin secara adil dan kedua pelatih juga saya minta bisa memerintahkan kepada pemainnya untuk  bersikap sportif. Soalnya situasi sudah tidak kondusif, pintu stadion sudah dijebol jadi saya harus bertindak agar pertandingan berjalan aman,”tutur Alex Bambang ketika dihubungi usai pertandingan

Diakuinya, kepemimpinan wasit Napitupulu dalam pertandingan final kurang baik dan itu dapat memancing kerusuhan. “Saya pernah memberikan aplaus kepadanya saat pertandingan di Jepara, jadi tidak ada maksud saya untuk intervensi. Itu antisipasi saja, sebab kalau sampai rusuh, polisi juga yang disalahkan,” jelasnya.

Sriwijaya FC memang malam itu tampil sangat taktis. Pengalaman dua kali menjadi juara menjadi modal spirit, selain tawaran bonus yang menggiurkan dari Gubernur dan hadiah Rp.1 Milyar bagi juara pertama. Arema malang sendiri harus puas ada diurutan dua, walau dalam kompetisi ISL tim ini menjuarai.

Kapten Kesebalasan Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumb yang mencetak satu gol dalam final itu dinobatkan sebagai pemain terbaik tahun 2010. Ia berhak meraih Bola Emas dan uang tunai Rp.50 Juta.

Ambisi Sriwijaya FC meraih Hattrick pada pertandingan tersebut memang didukung banyak pihak. Gubernur Alex Noerdin dan Wagub Eddy Yusuf pun sengaja terbang bersama ke Solo untuk memberi dukungan. Beberapa kelompok supporter Sriwijaya FC pun diboyong ke Solo untuk memberi dukungan, walau jumlahnya jauh lebih kecil di banding supporter Arema.

Kini Tropi Piala Indonesia kembali lagi ke Palembang. Rencana Pemprov Sumsel, Sriwijaya FC dan KONI akan menggelar acara sebagai wujud kegembiraan atas keberhasilan ini. Namun apa acaranya dan kapan waktunya masih belum ditentukan.

Selamat.

Pavel Solomin gemilang mencetak gol penentu kemenangan

Iklan

One comment on “KAPOLDA JATENG BERLEBIHAN

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s