SEA GAMES TINGGAL 20 BULAN LAGI


Kita masih teringat dengan hiruk pikuknya pelaksanaan pesta olah raga PON XVI tahun 2004 lalu. Untuk even olah raga tingkat nasional itu kita dihadapkan dengan pekerjaan-pekerjaan persiapan dan pelaksanaan yang sangat menguras tenaga, pikiran dan terutama biaya. Ratusan milyar uang dihaburkan untuk mensukseskan acara yang cuma berlangsung satu minggu itu. Persiapannya pun bukan mudah, empat tahun penuh waktu digunakan untuk membangun sejumlah sarana dan prasarana pendukungnya. Tetap saja kekurangan masih ada disana-sini. Beberapa cabang olah raga masih mengandalkan fasilitas pinjaman dari BUMN dan kabupaten-kabupaten. Hasilnya lumayan, cukup sukses.

 

Kini mulai digembor-gemborkan lagi pesta olah raga sejenis yang levelnya lebih luas dan lebih besar dari PON 2004 lalu. Namanya Sea Games ke 26 yang akan digelar tahun 2011 yang akan datang. Kebetulan Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara dengan Sumsel sebagai pusat penyelenggara bersama provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Keikutsertaan Sumsel menjadi salah satu penyelenggara utama adalah keinginan Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang secara langsung menerima bendera Sea Games saat menjadi Chef de Mission Kontingen Indonesia di Laos tahun 2009 lalu. Alex juga dianggap berhasil mencapai target saat memimpin kontingen olah raga dari Indonesia saat itu, walau cuma sampai di peringkat 3. Dari situlah semangat Gubernur tersebut semakin besar untuk mewujudkan pesta besar dua tahunan antar Negara Asean ini di wilayahnya. Alex sangat optimis bisa berhasil kendati waktu untuk persiapannya sangat mepet. Kini masih tersisa waktu 20 bulan lagi namun belum satu pun persiapan yang dilakukan. Baru sebatas sosialisasi kecil-kecilan melalui media massa local saja.

Salah seorang pejabat di lingkungan Pemprop Sumsel yang tak bersedia ditulis namanya mengatakan jika keinginan Gubernur menjadikan Sumsel sebagai tuan rumah pelaksanaan Sea Games ke 26 Tahun 2011 adalah wajar-wajar saja. Namun nampaknya Gubernur tidak berpikir secara realita dan kemampuan yang dimiliki daerah.

Menurut pejabat tersebut, waktu pelaksanaan PON 2006 lalu saja persiapannya butuh beberapa tahun, dan dananya pun sangatlah besar.

“Waktu itu Gubernur Syahrial Oesman sampai bermalam-malam nunggui orang kerja di Stadion Jakabaring agar pekerjaan bisa selesai tepat waktu, padahal ia cuma melanjutkan kerjaan finishing saja karena pekerjaan beratnya sudah dilaksanakan oleh Gubernur Rosihan Arsyad.”, ujar sumber tersebut.

Kita hanya mengandalkan Stadion Jakabaring dan Stadion Bumi Sriwijaya, fasilitas-fasilitas lainnya masih banyak yang kurang dan belum ada. Untuk membangun diperlukan waktu yang lama. “Apalagi Alex berani sesumbar di hadapan SBY bahwa ia akan membangun fasilitas-fasilitas olah raga semuanya bertaraf internasional”, ungkapnya lagi.

Gubernur nampaknya sangat yakin bisa membangun fasilitas dimaksud dengan mengharapkan anggaran dari pusat. Anggaran untuk Sea Games 2011 nanti pemerintah pusat mennyiapkan Rp.1,5 Trilyun. Namun jumlah itu bukan untuk Sumsel sendiri, melainkan dibagi 4 Provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa barat, Jawa Tengah dan Sumsel.

“Paling-paling kita kebagian Rp.400 Miliar saja, sedangkan untuk membangun fasilitas olah raga bertaraf internasional diperlukan uang yang jauh lebih besar lagi”, tambahnya.

Bayangkan saja, Alex berjanji akan membangun lapangan golf bertaraf internasional di kawasan Jakabaring Palembang. Padahal dikawasan tersebut kondisinya memerlukan penimbunan yang sangat banyak karena merupakan daerah rawa. “Saya jamin sedikitnya uang Rp.700 Miliar akan dihabiskan jika ingin membangun lapangan golf disana dengan label Lapangan Golf Bertaraf Internasional”, ujar sumber lagi.

Lantas bagaimana dengan fasilitas-fasilitas lainnya, dari mana dananya, dan apakah dalam waktu 20 bulan itu bisa selesai? “Untuk masalah ini Gubernur kita ini banyak bermimpi dan tidak realistis”, tambahnya.

Sebenarnya dana Rp.1,5 Trilyun yang dianggarkan pemerintah pusat untuk empat propinsi yang akan jadi penyelenggara ini adalah diperuntukan sekedar untuk melakukan renovasi fasilitas-fasilita yang sudah ada serta membangun fasilitas-fasilitas penunjang lain dengan skala kecil saja, bukan untuk membangun fasilitas baru dengan kondisi mega proyek. Uang itu pun sudah termasuk untuk biaya semua kegiatan dan penyelanggaraan Sea Games nanti.

“Sebaiknya biarlah penyelenggaraan Sea games nanti ini cukup di Jakarta saja. Semua fasilitasnya sudah ada, tinggal memperbaiki sedikit-sedikit saja. Jangan memaksakan diri tanpa mengukur kemampuan”, tambahnya lagi. Malaysia saja menolak menjadi tuan rumah Sea Games karena kegiatan itu menghabiskan biaya besar dan memerlukan persiapan yang matang.

“Sedangkan pemerintah kota Palembang sendiri yang wilayahnya akan jadi tempat penyelenggaraan cuma menyatakan siap menerima para tamu dan kontingen serta menjadi tempat penyelenggara yang baik, namun tidak menyebut kesiapannya membangun sarana penunjang atau fasilitas lainnya”, tambahnya.

Tanggal 11 bulan 11 tahun 2011 Sea Games akan dilaksanakan, Cuma kurang dari 20 bulan saja waktu yang ada untuk persiapan. Sanggupkah kita wujudkan hingga sukses dengan segala keterbatasan yang ada?

Nah kita lihat saja, apa aksi Alex selanjutnya. (Kir)

Iklan

6 comments on “SEA GAMES TINGGAL 20 BULAN LAGI

  1. JANGAN SAMPAI MEMALUKAN SUMATERA SELATAN………
    SEA GAMES HARUS SUKSES……….
    TAPI INGAT DANA PROYEKNYA JANGAN DIKORUPSI……
    HARAM HUKUMNYA………
    NANTI MASUK NERAKA……….
    ITUKAN UANG RAKYAT BUKAN UNTUK DIKORUPSI DAN BUKAN DIGUNAKAN UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI………..
    JIKA KAMU KORUPSI AKAN DIAZAB DIDUNIA MAUPUN DI AKHIRAT NANTI……..

  2. Buat LOC Sea Games 2011 Sumsel harap memperhatikan perekrutan sukarelawan2 yang bertugas membantu kesuksesan ajang tersebut jangan sampai Atlet2 yang bertanding di Sumsel merasa tidak nyaman akibat ulah segelintir oknum2 sukarelawan yang memanfaatkan ajang tersebut untuk “memeras” Atlet, Tim atau Kontingen seperti yang terjadi pada Kejuaraan Sepakbola Piala Asia tahun 2007 tepatnya pada saat Perebutan Juara III antara Tim Korea Selatan dan Jepang. Kebetulan pada saat itu saya diminta langsung oleh tim Korea selatan untuk mendampingi mereka selama di Palembang dan saya menyaksikan langsung usaha2 “pemerasan” yang dilakukan oleh sukarelawan2 lokal (Liaison Officer) di Palembang baik berupa uang maupun barang. Perbuatan2 mereka tersebut sangat membuat tidak nyaman Tim yang bertanding pada saat itu yang notabene harus kita layani secara baik. Mereka selalu bertanya pada saya kenapa hal2 seperti itu (pemerasan) sampai terjadi. Jelas hal tersebut sangat memalukan dan mencoreng nama baik Indonesia sebagai Tuan Rumah. Harapan saya semoga LOC Sumsel sangat memperhatikan semoga hal2 seperti yang sudah saya sebut diatas tidak terulang lagi supaya nama Sumsel semakin harum di mata Internasional. Viva Sumsel.

    Dedy-Jakarta

  3. sy percaya masyarakat sumsel mampu…klau wktu bisa diputar balik..mending pelaksanaan di sumsel saja..jakarta tdk usah..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s