Pembentukan Kabupaten Baru Tinggal Tunggu Kebijakan Pusat


Dua calon daerah pemekaran, Muratara (Musi Rawas Utara) dan PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) kini masih digodok pemerintah pusat. DPRD Sumsel menyetujui satu lagi daerah yang siap dimekarkan, yakni Kikim Area. Calon kabupaten baru itu merupakan pecahan dari Lahat.
Bahkan, paripurna X dipimpin Ketua DPRD Sumsel Ir Wasista Bambang Utoyo dan dihadiri Wakil Gubernur Eddy Yusuf itu, menyetujui pemberian bantuan dana untuk  mendukung penyelenggaraan pemerintahan Kikim Area selama dua tahun berturut-turut. “Dukungan dana dalam rangka membiayai penyelenggaraan pemilihan kepala daerah untuk pertama kali dan nama calon kabupaten cakupan wilayah dan calon ibukota kabupaten baru,” tegas Wasista saat rapat.
Sebelumnya, delapan fraksi mengungkapkan pandangannya secara bergantian. Mulai dari Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKS, Fraksi Gerindra, Fraksi PPP, Fraksi Amanah Pembaharuan, dan Fraksi Kebangkitan Reformasi.
“Kita menerima dan menyetujui semua hal terkait pemekaran Kikim Area ini. Selanjutnya, kepada Pimpinan DPRD Sumsel segera menerbitkan keputusan yang dimaksud guna melengkapi persyaratan administrasi terbentuknya daerah pemekaran baru yang diminta oleh Pemerintah Pusat,” ungkap Popo Ali MBComm, pelapor dari Fraksi PPP.
Agenda Paripurna merupakan tindak lanjut dari surat yang disampaikan Forum Komunikasi Masyarakat Kikim Area (FKMKA) kepada DPRD Sumsel tertanggal 25 Februari lalu. Intinya, tentang kurangnya persyaratan administrasi untuk proses pembentukan kabupaten Kikim Area yang telah diajukan Gubernur Sumsel kepada Ketua Komisi II DPR RI dengan surat No 136/5359/I/2007 tanggal 28 Desember 2007 tentang usul pemekaran kabupaten Lahat Provinsi Sumsel.
“Seperti kita ketahui, otonomi telah menjadi paradigma pembangunan nasional. Mendorong peningkatan kemandirian daerah dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Popo, yang juga Sekretaris Komisi I DPRD Sumsel.
Dikatakan, sejumlah daerah otonom baru bermunculan, meskipun belum semuanya mampu mengembangkan otonomi sesuai visi UU tentang pemerintahan daerah. Oleh karena itu, upaya peningkatan melalui fasilitas dan supervisi harus  dilakukan dan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah di setiap tingkatan. “Daerah otonom harus terus didorong utnuk mempercepat pelaksanaan program-program pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat dengan tidak mengeyampingkan semua aspek kelayakan daerah tersebut untuk dimekarkan,” bebernya.
Sebelum menyampaikan pendapat akhir fraksinya, Popo menyempatkan untuk menyampaikan sebuah keprihatinan yang melukai perasaan umat Islam. Katanya, apa yang telah dilakukan Zionis Israel dengan agresi militernya di Jalur Gazza  mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa dan hancurnya sarana ibadah di Palestina. “Fraksi PPP mengutuk keras tindakan agresi Israel.”
Selain dari Popo, menyampaikan pandangannya dari Fraksi Golkar Ali A Rasyid,  Fraksi Demokrat Ir Misliha, Fraksi PDI Perjuangan Ir Aswandi Asegaf, Fraksi PKS Syaifurrahmah, Fraksi Gerindra Budiarto Marsul, Fraksi Amanah Pembaharuan Badrullah Daud Kohar, dan Fraksi Kebangkitan Reformasi Hj Nilawati.
“Sebetulnya pemekaran tidak sebatas Kikim Area, tapi Palembang juga,” ujar Misliha didampingi ketua fraksi Demokrat Adi Rasyidi. Lanjutnya, OKI bisa dipecah menjadi calon kabupaten Pantai Timur.
Adi Rasyidi menambahkan, Palembang lebih luas dibandingkan dengan Kikim Area. Makanya, demokrat sepakat seberang ulu dan seberang ilir dipisah. “Palembang ini jumlah penduduknya 25 persen dari total seluruh penduduk Sumsel. Saya kira layak untuk dimekarkan,” tukasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel, Eddy Yusuf menegaskan, pemekaran  merupakan usulan dari masyarakat Sumsel. Kelengkapan semua persyaratan sudah dilakukan, namun karena ini merupakan persyaratan baru yang harus dipenuhi, maka harus mencantumkan biaya kesiapan provinsi dan kabupaten induknya untuk memberikan biaya dua tahun berturut-turut. Dana itu, untuk penyelenggaraan pemerintahan dan biaya Pemilukada pertama kali. “Jadi DPRD tinggal melengkapi saja, kabijakan terakhir ada di pemerintah pusat,” ujar Eddy.
Menurutnya, APBD untuk membiayai hal tersebut cukup dan itu merupakan resiko. Adanya pengeluaran dari APBD, berimbas pada pengurangan untuk pos lainnya. ”Itu kan Cuma dua tahun berturut-turut, ditahun ketiga sudah tidak lagi,” katanya.
Mengenai usulan untuk pembentukan Kabupaten baru di Sumsel yakni, pemecahan OKI dengan pantai Timur, kemudian wilayah Muba dan Banyuasin yang masih snagat luas dan Pemecahan Palembang Ilir dan Palembang Seberang Ulu akan melihat perkembangan dulu.
“Masih wacana yang dikembangkan teman-teman di partai, tinggal bagaimana daya tangkap masyarakat untuk menuruti hal tersebut,” cetusnya.
Asmoesi Asik, Wakil Ketua Ikatan Keluarga Kikim Area, SK tersebut akan dibawa langsung ke Komisi X DPR RI. ”Akan kita bawa sore ini (kemarin) atau besok (hari ini), pokoknya secepatnya lah, karena akan dibahas pada 29 Maret nanti” ujar Asmoensi.
Lanjutnya, potensi yang ada di Kikim Area mencakup perkebunan, pertambangan, minyak dan marmer. Namun, ia meyakinkan kalau potensi itu tidak akan mengurangi jatah dari kabupaten Lahat. “Kan Lahat baru selesai pelelangan 11 sumur. Kalau dua saja yang jalan, bisa banyak hasilnya,” bebernya.
Ibukota Kikim    Area nantinya adalah Bunga Mas dengan 5 Kecamatan, yakni Kikim Timur, Kikim Barat, Kikim Tengah, Kikim Selatan dan Kecamatan Seksu. Menurutnya, tidak akan terjadi perselisihan batas wilayah diantara Lahat dan Kikim Area, karena koordinatnya sudah jelas.

Iklan

One comment on “Pembentukan Kabupaten Baru Tinggal Tunggu Kebijakan Pusat

  1. Alhamdulilah ahirnya kota bunga mas bisa terwujud jadi kota beneran. Kami para anak rantau dari bunga mas. Akan bejuang untuk sukses. Agar bisa membantu membangun kemajuan kota jeme kite.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s