87 Orang Meninggal Akibat HIV/AIDS di Sumsel


Penyebaran penyakit berbahaya HIV/AIDS di Sumsel dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang memprihatinkan. Menurut data Dinkes Sumsel terdata 376 kasus HIV dan 148 orang telah positif AIDS. Penderita HIV/AIDS yang sudah meninggal mencapai 87 orang.

Wagub menerima manajemen Limas advertising

Wagub menerima manajemen Limas advertising

wagub terima limas advertising

Untuk itu pemerintah propinsi Sumatera Selatan menganggap masalah ini sebagai masalah serius yang harus memerlukan penanganan khusus.

Wakil Gubernur Sumsel, Eddy Yusuf, menekankan agar sosialisasi bahaya HIV/AIDS ini dilakukan lebih gencar lagi sehingga masyarakat bisa memahami sebab-sebab penyakit ini serta bahaya yang akan ditimbulkan jika sampai terjangkit.

Hal ini disampaikan Wagub saat menerima pengurus Limas Advertising yang berencana membuat bilboard-bilboard yang berisi sosialisasi bahaya penyakit HIV/AIDS dan Narkoba.

Hadir dalam audensi tersebut pengurus Komisi Penanggulangan HIV/AID Sumsel yang dikomandoi Asisten IV Kesra.

Wagub meminta terhadap warga yang sudah diketahui mengidap penyakit HIV/AIDS hendaknya pihak Dinkes Sumsel benar-benar melakukan indentifikasi secara tuntas.

“Apakah mereka yang terjangkit itu dimana, apa mereka terjangkit di Palembang atau dari luar?”, ujar Wagub.

Wagub mengakui jika sejak tahun 2006 lalu gaung sosialisasi HIV/AIDS kurang begitu gencar, bahkan agak tertimbun oleh urusan-urusan politik.

“Yang utama dari sosialisasi ini adalah masyarakat tahu akan bahayanya”, tambah Wagub lagi.

Oleh karena itu Wagub mengharapkan agar dalam sosialisasi ini hendaklah dilakukan secara terbuka dan jangan segan-segan membuat bilboard yang besar dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat kita.

Penularan HIV/AIDS yang paling besar disebabkan hubungan intim dan prilaku seks bebas. Penggunaan kondom merupakan salah satu bentuk pencegahan penularan penyakit ini.

“Tetapi jika kita menyarankan agar masyarakat mau memakai kondom dalam hubungan seks yang beresiko, bisa-bisa kita dianggap menyuruh masyarakat melakukan itu, dan itu jelas tidak sesuai dengan budaya kita. Kalau di Amerika itu dianggap hal yang wajar karena budaya mereka memang begitu”.

Sementara itu Asisten IV Pemprop Sumsel, dr.Aidit Azis menjelakan jika penyakit HIV/AIDS ini banyak menyerang masyarakat dari kelompok usia produktif. “Sedangkan bagi orang yang telah dinyatakan terkena AIDS biasanya sudah bisa diprediksi harapan hidupnya maksimal 5 tahun lagi”, ungkap Aidit Azis.

Wagub Sumsel mengingatkan jalan terbaik untuk mencegah penyakit berbahaya ini adalah Agama dan pendidikan dalam keluarga.

Dibanding dengan kabupaten kota lainnya, Palembang merupakan kota yang memiliki resiko terbesar tertular HIV/AIDS.

Audensi dengan wagub

Audensi dengan wagub

Iklan

One comment on “87 Orang Meninggal Akibat HIV/AIDS di Sumsel

  1. angka dalam berita tersebut tidak lah valid
    coba anda cek lagi ke dinas kesehatan atau Komisi Penaggulangan Aids Provinsi
    berapa data yang sesungguhnya………..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s