Tindakan ini sangat patut dicontoh para pemimpin yang sedang berkuasa di negeri ini. Menghadapi rakyat yang sedang susah jangan dihadapi dengan pagar betis polisi yang bisa berujung bentrok, namun harus dengan keikhlasan hati serta rasa keberpihakan kepada mereka. Terima saja mereka dengan baik, tanya apa permasalahannya, carikan jalan keluar lalu suruh mereka pulang dengan tenang dan puas hati.

Unjuk Rasa eks Karyawan PT.Wahyuni Mandira
Unjuk Rasa eks Karyawan PT.Wahyuni Mandira

Itulah yang dilakukan Gubernur Sumsel H.Alex Noerdin saat menghadapi ratusan warga yang berunjuk rasa di kantornya. Alex membuka pintu lebar-lebar bagi mereka, lalu mencari jalan keluar melalui musyawarah, kemudian mereka diberi makan nasi bungkus, lalu disuruh pulang ke rumah masing-masing dengan diberi bekal uang untuk pulang dari Gubernur.

“Baru inilah terjadi dalam sejarah ada pendemo yang diberi makan bahkan sampai dikasih ongkos pulang oleh Gubernur”, ujar seorang Wartawan yang ikut meliput kegiatan demo tersebut.

Hari itu kantor Gubernur didatangi ratusan pendemo yang mengatasnamakan serikat pekerja tambak PT.Wahyuni Mandira, sebuah perusahan tambak udang terbesar yang berlokasi di pantai timur kabupaten OKI. Kedatangan mereka dalam rangka mengadukan nasibnya sehubungan kasus PHK sepihak perusahaan terhadap sekitarb 195 karyawan.

Unjuk rasa di kantor Gubernur sengaja dilakukan karena setiap pembicaraan dengan pihak perusahaan tentang tuntutan mantan karyawannya itu selalu mengalami jalan buntu. Mantan karyawan itu diusir oleh pihak keamanan perusahaan dari lokasi PT.Wahyuni Mandira.

Gubernur Alex Noerdin yang saat ini berada di kantornya nampak demikian cepat mengantisipasi kedatangan pendemo. Ia tidak menyuruh Pol-PP menghadang atau menyuruh bawahannya yang menerima. Alex justru secepatnya mempersilahkan perwakilan mereka masuk untuk bermusyawarah dengan pihak perusahaan dihadiri Gubernur, Kapolda dan pejabat lainnya.

Dalam pertemuan ini Gubernur menegaskan posisinya yang akan senantiasa berpihak kepada rakyat. Namun ia juga meyakinkan perusahaan, jika pihaknya tidak akan menyengsarakan perusahaan.

Musyawarah yang berlangsung tenang ini telah menjadi awal yang baik bagi terciptanya kesepakatan antara kedua pihak dengan sama-sama tidak dirugikan.

Disaat waktunya makan siang Alex Noerdin meminta bawahannya untuk segera memesan nasi bungkus bagi para demonstran. Dan selanjutnya mereka makan siang disana.

Ternyata kebaikan Alex kepada masyarakat korban PHK ini tak cuma sekedar dengan nasi bungkus saja, melainkan seluruh warga tersebut mendapatkan bekal ongkos pulang lumayan besar dari Gubernur tersebut.

Beberapa pendemo nampak senang dengan perlakuan Gubernur kepadanya. Ia tak mengira Gubernur baru ini demikian memahami kesulitan rakyatnya.

“Sekarang saya sangat menyesal pada Pilkada lalu tidak mencoblos Alex. Waktu itu saya tergiur dengan janji-janji Syahrial. Ternyata benar Alex Noerdin adalah pemimpin yang cinta rakyat. Ia memang sangat tepat memimpin kami”, ungkap Sabirin seorang warga yang ikut dalam aksi demo tersebut.

Demo wahyuni mandira
Demo wahyuni mandira
Advertisements