SK Bupati Banyuasin Bohong-Bohongan?


Kebal hukum ! Itulah kesan yang sepintas didapat ketika kita menelaah kasus dugaan Ijazah palsu yang dilakukan oleh Kades Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, yang kasusnya kini masih ditangani Polda Sumsel dan status kades tersebut sudah jadi tersangka. Namun hingga saat ini kasus tersebut belum P-21 juga.

Amirudin Ineod
Amirudin Ineod

Pemerintah kabupaten Banyuasin pun tidak tinggal diam dalam mengantisipasi kasus tersebut. Terlebih pihak Dinas Pendidikan Sumatera Selatan telah mengirimkan surat yang menjelaskan bahwa Buku Raport yang digunakan oleh kades Safei itu adalah milik orang lain. Bupati Banyuasin, Amirudin Inoed mengeluarkan SK No.470 tanggal 19 September 2008 tentang Pemberhentian M.Syafei sebagai Kepala Desa Tanjung Lago. Sayang, sejak SK tersebut dikeluarkan, pemberhentian tersebut tidak pernah terlaksana. Dengan kata lain SK tersebut MANDUL. Kades Syafei alias Haji Pe tersebut masih tetap aktif melaksanakan tugas kades sehari hari.

Haji Pe sendiri kepada wartawan mengaku jika dirinya tidak pernah menerima SK pemberhentian dari Bupati, oleh karena itu ia tetap sebagai Kades Tanjung Lago yang Sah. Apalagi tuduhan dalam kasus tersebut ia anggap tidak benar dan hanya fitnah belaka.

Menurut bebeberapa sumber di bagian Tata pemerintahan pemkab Banyuasin mengatakan jika SK tersebut memang ada dan sudah lama dikeluarkan. Selain itu ia juga membenarkan adanya surat dari Diknas Sumsel yang berisi tentang dugaan pemalsuan ijazah dan Raport oleh Kades Tanjung Lago, M Safei.

Bupati Banyuasin, Amirudin Inoed, kepada Wartawan mengatakan bahwa dasar dikeluarkannya SK tersebut karena Polda telah menetapkan M.Syafei sebagai tersangka dan adanya surat pernyataan dari Diknas Propinsi. Namun Amiruddin juga mempertanyakan ke wartawan dari mana mendapatkan SK tersebut.

Hubungan Bupati Dengan M.Syafei.
Banyak pihak yang menduga jika kasus Kades Tanjung Lago ini tidak akan pernah tuntas karena hubungan antara keduanya sudah sangat dekat.
“Aku adalah satu-satunya Kades yang tidak pernah pakai seragam. Menghadap Bupati pun tidak pake seragam, dan bupati tidak pernah marah”, ujar Haji Pe kepada Wartawan pada suatu waktu.
Selain itu, peranan Haji Pe dalam mensukseskan Amiruddin Inoed menjadi Bupati kembali memang sangatlah besar. Haji Pe adalah orang yang menjadi andalan untuk mengumpulkan pundi-pundi suara bagi kemenangannya dalam Pilkada lalu.

SK Bohong-bohongan?
Karena SK pemberhentian Kades itu sudah dikeluarkan sejak september 2008 lalu dan hingga kini tidak pernah ada realisasi, maka diduga kuat terjadi permainan dalam pelaksanaan SK tersebut. Apalagi Haji Pe sendiri mengaku tidak pernah menerima SK tersebut.
“Itu hanya sekedar SK bohong-bohongan saja. Tujuannya adalah dalam upaya cari aman yang dilakukan Bupati jika kelak terjadi tuntutan atau demo yang menuntut pemberhentian kades tersebut”, ujar Wahyudi, warga Gasing kepada wartawan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s