Pilkada Itu Melelahkan, Pak !


OPINI

Oleh: Andang Supriadi, SPd.

Seorang wartawan berkata kepada saya saat minum kopi usai acara pelantikan Caretaker Walikota Pagaralam di Griya Agung beberapa waktu lalu : “Kok pak Syahrial wajahnya berubah. Ia nampak tua sekali dan mukanya sudah banyak kerutan. Berbeda dengan para Kepala Dinas itu yang tampak masih segar-segar”.

Mendengar ungkapan rekan tersebut penulis juga mencoba mencermati raut wajah sang Gubernur yang asyik menyantap hidangan ringan sambil berdiri berhadapan dengan seorang Kepala Dinas. Ia nampaknya sedang ngobrol agak serius.

Ternyata benar juga apa yang dikatakan kawan tadi. Wajah pak Syahrial memang sangat berbeda. Kerut-kerutnya sudah nampak. Selain itu ia nampak layu, tak segar lagi. Dibandingkan saat ia baru pulang Ibadah Haji bulan Desember lalu, memang sungguh berbeda. Ini penilaian pribadi penulis yang nyaris tiap hari (karena sebagai wartawan di Pemda loh) melihat jelas perubahan yang terjadi pada raut muka “Sang Quiet man” ini.

Saat baru pulang haji pak Syahrial nampak tambah tambun alias gemuk. Dengan kepala yang gundul ia kelihatan sangat cerah. Wajahnya nampak putih bersih. Orang bilang itulah salah satu ciri haji Mabrur. Tapi entahlah, karena urusan Haji Mabrur adalah seratus persen urusan Allah SWT.

Namun setelah beberapa bulan berlalu nampak terjadi perubahan pada raut wajah Syahrial. Wajahnya kini kelihatan letih dan layu. Matanya yang gesit nampak agak sayu.

Penulis mulai membuat analisa. Mungkin pak Syahrial sakit. Tapi ia selalu menyembunyikan rasa sakitnya dan selalu berusaha untuk tampil sehat. Ia tak suka membuat orang lain susah.

Yang membuat ia sakit adalah jadwalnya yang super padat sehingga ia kecapean. Bayangkan saja, dalam satu tahun terakhir ini kegiatannya bisa meningkat menjadi 10 kali lebih sibuk ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Acara kunjungan ke daerah-daerah yang ada di pelosok nyaris ia lakukan setiap hari. Dalam satu hari setidaknya ia mengagendakan dua acara kunjungan ke masyarakat. Perjalanan yang jauh dan melelahkan menjadi santapannya setiap hari.

Waktu istirahat yang ia miliki sangat sedikit. Ia baru bisa tidur lewat tengah malam dan sudah terjaga di pagi buta. Dalam tidurnyapun bisa jadi ia tak sepenuhnya istirahat.

Kegiatan yang ekstra padat ini memang sangat kontraproduktif dengan masalah kesehatan yang pernah dialaminya. Ia pernah mengalami penyakit paling berbahaya : Jantung ! Namun ia sepertinya tak hirau dengan masalah itu. Ia tetap saja sibuk dan sibuk dengan pekerjaannya.

Menjelang Pilkada Sumsel tahun 2008 ini memang membuat seluruh tenaga, pikiran serta modal pak Syahrial terkuras. Ia tak suka berpangku tangan mengandalkan anak buah atau tim suksesnya. Ia turun langsung ke masyarakat.

Persaingan yang semakin keras antar sesama calon juga membuat Syahrial semakin intensif lagi melakukan kunjungan. Ia tak pernah lagi mewakilkan kepada Wagub atau bawahannya untuk urusan yang menyangkut massa, kecuali benar-benar ada halangan yang tak bisa dihindari. Ia bahkan suka berpanas-panasan berdiri diatas mobil bak terbuka arak-arakan keliling kota Palembang merayakan kemenangan Sriwijaya FC. Sepertinya ia lupa pada penyakitnya.

Waktu pelaksanaan Pilkada masih beberapa bulan lagi. Masih lama. Syahrial Oesman perlu mempersiapkan bekal kesehatan, tenaga, semangat dan uang yang cukup agar sampai di hari H nya nanti.

Semangat yang dimiliki Syahrial Oesman saat ini memang perlu didukung semua bawahannya. Namun dibalik itu perlu juga ada orang terdekatnya yang bisa mengingatkan dirinya bahwa Kesehatan Syahrial juga harus menjadi perhatian utamanya. Namun nampaknya nyaris tak ada yang melakukan hal itu. Atau mungkin nasihat seperti itu tak digubris lagi oleh Syahrial.

Ya…. ini hanya sekedar penilaian. Semoga saja bisa mengingatkan pak Syahrial dan orang-orang terdekatnya. Pilkada masih jauh. Jaga kesehatan.

Iklan

36 comments on “Pilkada Itu Melelahkan, Pak !

  1. secara incumbent juga uda mulai2 duluan.mentang2 incumbent bisa nyuri start dluan??haallllaaahhh,,jaman kapan kyk gt,skarang mah udah reformasi.
    gw rasa si yg roadshow tu incumbent,,secara setiap 1m ada muka dia.over act bgt gtu…!!!

  2. apa calon lawan dari incumbent itu bukan incumbent?

    coba deh sekali2 elu jalan2 ke sekayu! banyak tuh wajah beliau terpampang.

    kenapa wajahnya gak ada di palembang, karena bukan wilayah ‘kekuasaan’ beliau.

  3. TIP buat bung Syahrial :
    1. jaga kesehatan
    2.Mantapkan Niat
    3.Kuatkan Iman dan Ibadah
    4.optimalkan berbuat untuk Rakyat
    5.Per-erat tali Silaturrahmi
    6.Berupaya menggapai Ridho Allah

    Jika Bung Syahrial memegang Teguh 5 Tip Konsep
    tersebut, Hakkul Yakin Bung Syahrial akan unggul dan Sukses bisa memimpin Sumsel Periode Ke-2.
    Do/’a kami menyertaimu. Good Lucks !……..

  4. eh.ini sih namanya bukan wilayah siapa??
    walopun penguasa juga jangan seenaknya dewe,inget dalem 1 daerah tuh juga ada rakyat yg punya hal msg2.
    g msalah klo incumbent mo pasang mukanya dimana2,asalkan adiil!!jangan punya org pake diturunin,dirusakin segala.
    g sportif bgt sih,bilang aja klo takut tersaingi,secara banyak bgt rakyat yg naruh simpati sama calon laen.
    yah,sekali lagi itu haknya rakyat buat milih siapa.yg penting jangan overact dan maksa deh.yang wajar2 aja mungkin lebih baik.

  5. wajar dong incumbent selaku penguasa menertibkan spanduk2 yang gak jelas tujuannya. kalo spanduk2 itu tujuannya kampanye, belum saatnya mas!

    tapi kalo wajah2 para incumbent itu ada dimana2 (setiap 1meter) wajar dong karena isinya bukan kampanye, melainkan iklan layanan masyarakat.

    tapi kalo anda2 masih sewot juga, kenapa tidak dilakukan (sewotnya ditambah tereak “hei, lihat para incumbent dah mulai kampanye tuh!”) 4 tahun kemarin, saat incumbent baru menjabat, dan wajah mereka ada dimana2 untuk iklan layanan masyarakat!!

    nuff said!

  6. bepecapedeh,kalo ngomong jgn asal seenaknya dewe!mikir dong,jangan asal ceplas ceplos mau menang sendiri.mentang-mentang anda bekerja dengan penguasa saat ini.
    layanan masyarakat??saya rasa gak mungkin sampe sebanyak itu deh.yang wajar-wajar ajalah,ya ga sih.over acting tuh!!
    haaa…haaaa…susah ngomong sama org yg gak pernah mau dikritik,cuma bisa ngeritik org doank!!udah ga jaman berpikir secara arogan,,skarang udah demokrasi…
    orde baru udah lewat lama banget,,kemana aja lo???

  7. layanan masyarakat??saya rasa gak mungkin sampe sebanyak itu deh.yang wajar-wajar ajalah,ya ga sih.over acting tuh!!

    simple aja, coba deh elu jalan2 ke sekayu! kalimat yang sama pasti gua tujukan buat jagoan elu.

    again, nuff said!

  8. capeeedeh,iklan layanan masyarakat atau pamer muka biar sekalian mumpung kampanye???duh,ketahuan sekarang belangnya semua–kemaren pengobatan gratis utk masyarakat miskin dilarang di palembang,walikota pake acara marah2,ngambek,gak terima di tv sama koran-koran–padahal itu udah ada izinnya.Terus semua stiker,atribut kampanye dicopotin tapi muka mereka segede2 apa tau terpampang dimana-mana.Pake jasa preman lagi untuk mengusir pengobatan gratis itu.

    Kenapa gak bikin pengobatan gratis 5 tahun yang lalu pak?kenapa rakyat miskin mau berobat kok dilarang?takut kesaing?terus kok pejabat bekingnya preman ya?duh,bukan rahasia umum lagi kali kalau di palembang dan sumsel itu preman berkuasa,ya gimana nggak kalo didukung sama pejabat berwenang sekarang…duh,jangan sampe deh sumsel jadi propinsi preman nantinya.

    mas capeeee deh.mbok ya kalo comment jgn asal ngomong deh.Gw udh tuh ke sekayu,perasaan gambar incumbentnya biasa2 aja gak terlalu norak dan overacting kayak di palembang.Trus buka mata,buka telinga aja mas,kalo–sekali lagi–preman dan perjudian itu sekarang tambah berkuasa di palembang & sumsel.Mau jadi apa nih sumsel????

  9. baca dulu opini ” enaknya jadi gubernur, walikota dan bupati ” baru bisa koment masalah pemilu kada sumsel, kan jelas sekali apa yang sebenarnya diinginkan para calon pemimpin kita itu, munafik kalo para pemimpin berkepihakan kepada rakyat, buktinya sekarang para calon yang incumbent atau apalah sebutannya banyak melakukan kampanmye berkedok kunjungan kerja, tiap hari kunjungan kemana-mana, memberi santunan seolah-olah uang pribadi ( hasil korupsi) padahal uang APBD, setiap kunjungan masyarakat dipaksa untuk menyampaikan Kesatuan Tekad mendukung calon A, B sampe Z (padahal belum tentu rakayat mendukung ), jadi sekarang yang jadi pertanyaan kemana aturan Pilkada ???? semua sekarang sudah menyalahi aturan semua, mulai dari curi start dan lain sebagainya, semakin dekat pilkada semakin berupaya cari muka dengan masyarakat, lihat saja nanti siapapun yang menang kedua kalinya baik itu jadi gubernur, walikota, bupati bahkan kepala desa, makin banyak praktek korusi untuk menumpuk kekayaan untuk tabungan pensiun, lha wong gak bisa lagi untuk terpilih yang ketiga kalinya, aji mumpung kapan lagi dapet duit haram, sekarang tinggal waktu yang bisa menjawabnya, hanya rakyat yang bisa menilainya dan ALLAH yang memberi balasan setimpal… amin

  10. wajar aja pak syahrial sakit, wong tiap hari kaliling sumsel buat cari dukungan, coba dari dulu sejak dipilih udah keliling kan enggak secapek sekarang!!! termasuk calon yang lainnya deh!!! yah jangan lupa minum vitamin aja deh pak !! . Trus buat rekan-rekan blogers baca dulu opini ” enaknya jadi gubernur, walikota dan bupati ” baru bisa koment masalah pemilu kada sumsel (moga-moga rekan2 bologers ini emang posisi netral semua) kan jelas sekali apa yang sebenarnya diinginkan para calon pemimpin kita itu, munafik kalo para pemimpin berkepihakan kepada rakyat, buktinya sekarang para calon yang incumbent atau apalah sebutannya banyak melakukan kampanmye berkedok kunjungan kerja, tiap hari kunjungan kemana-mana, memberi santunan seolah-olah uang pribadi ( hasil korupsi) padahal uang APBD, setiap kunjungan masyarakat dipaksa untuk menyampaikan Kesatuan Tekad mendukung calon A, B sampe Z (padahal belum tentu rakayat mendukung ), jadi sekarang yang jadi pertanyaan kemana aturan Pilkada ???? semua sekarang sudah menyalahi aturan semua, mulai dari curi start dan lain sebagainya, semakin dekat pilkada semakin berupaya cari muka dengan masyarakat, lihat saja nanti siapapun yang menang kedua kalinya baik itu jadi gubernur, walikota, bupati bahkan kepala desa, makin banyak praktek korusi untuk menumpuk kekayaan untuk tabungan pensiun, lha wong gak bisa lagi untuk terpilih yang ketiga kalinya, aji mumpung kapan lagi dapet duit haram, sekarang tinggal waktu yang bisa menjawabnya, hanya rakyat yang bisa menilainya dan ALLAH yang memberi balasan setimpal… amin

  11. Wah ini nih contoh orang yang ngomong asal ngecap aja…

    Woi Pak tahu ngga sih kalau Pak Syahrial itu satu-satunya Gubernur yang bener2 terjun langsung ke masyarakat. Baru tiga hari dia menjabat jadi Gubernur Sumsel, beliau langsung kunjungan ke daerah-daerah dari 256 kecamatan di Sumsel sudah 195 kecamatan yang dia kunjungi. Itu adalah jumlah kunjungan terbesar yang pernah dilakukan oleh semua Gubernur di Indonesia.

    Ngomong jangan asal ngecap Pak. Ngomong tuh harus ada buktinya… Dia sakit dan capek karena memikirkan rakyat selalu. Bahkan dokter yang mengoperasi jantungnya pun bilang dia orang yang terlalu banyak kerja, workaholic demi Sumsel. Bahkan selesai operasi jantung saja, waktu dalam masa pemulihan beliau sempat berjalan dalam tidurnya di rumah sakit sambil menanyakan jadwal kerja dan berkas-berkas pekerjaannya.

    PIkirkan lagi sebelum bicara. Saya yakin Mas Agung, Anda saja tidak akan peduli dan memikirkan pekerjaan jika sedang sakit dan kecapekan tapi beliau beda. Coba sekali2 Anda mengikuti kegiatan beliau seharian saya rasa sampai setengah hari saja otak dan fisik Anda sudah tidak sanggup.

  12. bener tu kasian SFC jadi batal latihan gara2 kalian berantem…jadi ajang aksi gulat…..bukan…..tempat latihan…

  13. Cape_deh tambahin lagi:

    *beli pop corn* (my treat) hehehehe…
    *beli kuaci sama kacang plus kopi dan coca cola biar tambah seru….*
    Hehehehehehehe….

  14. kalu loyo n cape’ minumlah Exstra Josssss…………..
    biar tambah ngejos…………………………….

  15. Silahkan yang mau maju sekarang sebelum kami anak2 ITB khususnya Kemitraan Nusantara/KN ITB dari SUMSEL yg mendapat beasiswa dr Rakyat SUMSEL, Putra-Putri Terbaik SUMSEL dan Bangsa, memimpin SUMSEL. Kami anak2 ITB KN SUMSEL komit untuk membangun SUMSEL dan mengabdi untuk SUMSEL yang sangat kami cintai.Saat ini kami menempa diri di ITB,mempersiapkan diri membangun SUMSEl.Kami anak2 KN SUMSEL Institut Teknologi Bandung sangat mencintai SUMSEL.

  16. Ai, aku be wong muba dak bakal nyoblos ALEX NOERDIN..
    BESAK KELAKAR WONG itu..

    dio jugo pake jasa preman di MUBA.. Ngapo dak diekspos y? iyalah.. wong BERITA PAGI koran cabul itu punyo dio.. hahaha

  17. Dulu waktu masih mahasiswa (tahun 1990) saya sempat kenal dekat dengan Alex Nurdin waktu itu beliau masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Palembang. Saya dan kawan2 bekerja sama dengan beliau dalam menyusun dan mencetak buku panduan wisata kota Palembang menyambut visit Indonesia Year 1990. Saya terkesan dengan sikap beliau yang mudah akrab, baik, kharismatik dan sebagai sosok yang tekun dan bekerja keras dan komit terhadap janji dan ucapannya. Dan dengan kami walaupun kami masih mahasiswa dan dia adalah seorang pejabat, seperti tidak ada jarak bahkan beliau mempersilahkan kantornya (rumah bari-samping BKB) untuk digunakan sebagai sekretariat kami dan memerintahkan sekretarisnya (mantan juara BGP, saya lupa namanya) untuk membantu aktifitas kami kami. Semoga saja Alex Nurdin yang sekarang tetap sama seperti yang dulu saya kenal, sehingga kelak apabila Tuhan mengizinkan beliau menjadi pemimpin Sumsel, Sumsel akan menjadi provinsi impian bagi seluruh rakyat Sumsel untuk hidup sejahtera.

  18. “BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM”

    KAMI “ALUMNI PONDOK MODERN GONTOR” YANG ADA DI KOTA PALEMBANG SIAP MENDUKUNG TERWUJUDNYA KEMENANGAN IR.H.SARIMUDA,MT DALAM PILKADA KOTA PALEMBANG PERIODE : 2008-2013.

  19. Aq wong Plembang yg merantau d Tangerang.
    Percuma kalu tampang Syahrial Oesman dan Edy Santana ada d mn2 yg ktanya sbagai sarana penarik simpati masyrakat tp cara dan sepakterjangnya yg menghalalkan segala cara tdk Menarik simpati rakyat sperti:
    Korupsi.
    kolusi.
    Diktator.
    Otoriter
    Premanisme.
    Perjudian.
    Sbgai Contoh Pilkada Tangerang bulan Lalu.
    Pasangn Ismet.S & Rano Karno
    yg spanduk,baliho,poster2 mukanya tdk terlalu bnyak dbanding sainganya.
    Tetapi bisa terpilih jd Bupati Tangerang yg berdmpingn dgn Rano Karno sbg wabup.
    Itu krn kepemimpinanya terdahulu yg benar2 mengutamakan kepetingn rakyat.
    Makanya SO dan ESP bnyak belajar keluar SUMSEL.
    Sprti Alex Nurdin yg Pergaulanya luas d Sumsel maupun Luar Sumsel.
    Wajar kl Alex Nurdin deket sm Keluarga Cendana krn dia PENGUSAHA.
    Jd ga prlu IRI lah.

  20. Jadi kroninya cendana kok bangga!
    Mau gantiin pengusutan harta2 Cendana?
    Jangan-jangan kaya gara-gara jadi kroninya Cendana..
    Wah KPK harus turun tangan sampai Sumsel dong???

  21. Kepada Syahrial Oesman Siap-siaplah KPK telah menanti anda jadi jangan banyak jual senyum munafik penuh kebohongan kepada rakyat, Sarjan Taher telah menjadi tersangka selanjutnya ANDA Syahrial Oesman. kepada preman SO kami masyarakat MUBA dan OKU pendukung Alex Nurdin dan Edy Yusuf siap adu fisik maupun adu otak dalam PILKADA nanti. Atay telah mati dilantak preman di Jakarta jadi siapa preman SO yang bakal menyusul???????

  22. SELAMAT MENIKMATI KEKALAHAN PAK SO, DAN SESKALI NGECEK BERITA DI TELEVISI ATAU KORAN UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN KASUSU TANJUNG API-API DI KPK.

    TERUS BEROBAT BIAR GAK SAKIT HATI………..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s