Berebut Antar Jenazah


Ada sesuatu yang cukup menarik dari kotornya persaingan politik menjelang Pilkada Kota Palembang ini yang membuat warga kota ini geleng-geleng kepala. Pihak Eddy Santana dan Sarimuda dengan layanan Mobil jenazah gratisnya saling berebut muatan untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman. Walaupun berebut yang dimaksud tak sampai saling tarik seperti layaknya tukang ojek di km 5 berebut penumpangnya.

Beberapa hari lalu di wilayah Perumnas (tak perlu disebut RT/RW-nya) ada warga yang meninggal dunia. Entah siapa yang menghubungi, tiba-tiba sebuah mobil jenis Mitsubishi L300 warna hijau bertuliskan Ambulan Gratis datang. Tujuannya untuk mengantarkan jenazah ke pamakaman Kandang Kawat.

Nampaknya dengan nongkrongnya mobil Ambulance gratis Sarimuda ini ada pihak yang kurang suka. Diduga pihak kelurahan setempat memilih mengontak pengelola Mobil Jenazah Gratis milik Pemkot Palembang, yang notabene dari pihak Eddy Santana.

Tak lama berselang datanglah mobil jenazah berwarna hitam yang bertuliskan Mobil Jenazah Gratis berlogo Pemkot Palembang. Melihat ada dua mobil jenazah Gratisan nongkrong di rumah duka, banyak warga yang geleng-geleng kepala. Kedua mobil jenazah ngotot untuk mengangkut jenazah. Mobil ambulance Sarimuda merasa paling duluan, ia merasa paling berhak. Sedangkan mobil jenazah milik pihak Eddy Santana merasa lebih berhak karena yang meninggal adalah warganya.

Sudah bisa ditebak jika yang menang dalam persaingan itu adalah Mobil Jenazah warna hitam dari pemkot Palembang. Selain karena upaya pihak kelurahan dan kecamatan, juga disebabkan wilayah tempat rumah duka tersebut mayoritasnya adalah PNS yang lebih pro-Eddy Santana. Maka akhirnya mobil Sarimuda itu pergi terusir sebelum menjalankan tugasnya.

Kesibukan kerja Mobil Ambulan Gratis yang disediakan Sarimuda saat ini tak banyak lagi. Dulu, saat ambulan gratis baru diluncurkan, setiap hari mobil itu sibuk hilir mudik mengantarkan orang mati ke kuburan. Sekarang setelah pihak Eddy Santana menyaingi, maka kegiatan amal itu diserobot mobil jenazah gratis milik pemkot tersebut.

Beberapa warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut mengatakan jika kedua pihak sama-sama bertujuan baik. Namun niat baik itu semoga saja tidak ditunggangi tujuan politik semata.

“Jika benar-benar niat ikhlas menolong, maka Insya Allah akan memberi manfaat dan kelak mendapat balasan kebaikan pula. Tapi jika itu didasari oleh kepentingan politik, kepentingan pribadi saja, maka itu hanya akan jadi sia-sia belaka”, ujar Ahmad Makruf seorang tokoh masyarakat yang hadir kepada Wartawan.

Iklan

20 comments on “Berebut Antar Jenazah

  1. kejadian tersebut sangat memalukan…..
    yang tepat yang sudah datang duluan…itu namanya tak tau diri….
    sabar bae kepada ambulan nya Sarimuda… atas kejadian tersebut Warga semakin mantap ubtuk memilihmu…..
    Mantap terus dan semakin Mantap….
    Hidup sarimuda … Kita dukung perjuangan Anda… Semoga Sukses sampai tujuan Kemenangan.

  2. “BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM”

    KAMI “ALUMNI PONDOK MODERN GONTOR” YANG ADA DI KOTA PALEMBANG SIAP MENDUKUNG TERWUJUDNYA KEMENANGAN IR.H.SARIMUDA,MT DALAM PILKADA KOTA PALEMBANG PERIODE : 2008-2013.

  3. PAK SARIMUDA LA LAMO DAPET SLOGAN, MANTAP .
    SEKARANG BARU TEDENGER SLOGAN PAK EDDY, YAITU DAHSYAT . PLAGIAT KAH ?? BUKTI, BAHWA SARIMUDA LEBIH MAJU PIKIRANNYA DARIPADA EDDY ..

  4. KEPADA PAK WALIKOTA Cq/ Dinas Tata Kota Plg.
    Bagaimana dengan IMB kami di Perum Citra Bukit Lestari terdiri dari 20 han rumah, hingga saat ini IMB kami belum keluar sudah hampir 2 tahun, padahal kami sudah setor uangnya.Bagaiman kinerja Pemerintah kota dalam memberikan pelayanan pada Masyarakat ?…………….
    jika sampai saatnya PILKADA KOTA NANTI IMB kami belum juga Keluar……diharamkan bagi kami untuk memilih Pak EDDY..Kami kecewa dengan Kinerjamu……………
    kami juga akan kampanye mendukung yang lain jika keluhan kami ini tidak direspon secepatnya dengan segera mengeluarkan IMB kami Warga Perumahan Citra Bukit Lestari.Bukit Baru Palembang. Trims.

  5. #
    suti, di/pada Maret 15th, 2008 pada 3:58 p Dikatakan:

    hahahaha . ada yang ikut ikutan ni yeee . plagiat (kalo bahasa keren anak muda sekarang) .

    Mba Suti agak2 terbelakang mental nih. Plagiat dibilang bahasa keren anak muda sekarang? Hahahahahahahaha…. Goblok banget!!

    Monyet juga tau klo PLAGIAT itu bahasa Indonesia yang baku dan biasa dipakai cendikiawan. Sotoy lo Mba…. Sotoy hahahahaha….

  6. terlepas dari plagiat itu bahsa keren anak muda ato pun bahasa inidonesia,,tetep aje ikut2an…ga kreatif bgt!!
    cuuuiiih!!!

  7. itu tuh kalo UDAH KALAH, nyambungnya ke bahasa . ini lagi bahas meniru mas . bukan bahasa .
    udah kalah masih aja mau ngeles .
    parah bgt nih pendukungnya pak eddy ..

  8. HOIII DAK USAH BESAIING DNG MAK ITU..OENTOK APO KAMU TUCH LAH TUO GALO…MENANG KAK EDDY ATW KALAH ATW SARIMUDA..KAMU MASEH BAE JADI UWONG LOLO..MEREKA IDAK NAK NGAJAK KM JD PEGAWAI NEGERI…ALANGKE BUYANNYO KAMOK2 NEHHH DEKKKKK…
    URUSI BAE…PRIOK NASI KITO..MAAF BAE,…AKU TUCH

  9. Aq Wong Palembang yg kuliah d Jogja.
    Bener nian kato Herman tuh.
    Memang saro nak ngelawan wong yg Berjiwa PREMAN.
    Kalu Edy Santana kepilih lagi jd WaKo Palembang. Bukan idak mungkin kalu Jogja di juluki KOTA PELAJAR ,
    tapi kalu PALEMBANG dijuluki KOTA PREMAN.
    Cubo kito pikir di Zaman OrdeBaru kalu yg namonyo Wong Palmbang atau Lulusan Sekolah/Univ di Palembang saro nak nyari gawe dimano bae.
    Dari Artis, Pejabat Tinggi ,Sampe Menteri kabinet dak katek yg wong Plembang.
    Kareno dulu tu wong Palembang ni Identik dgn MALING, RAMPOK, tukang TODONG JAMBRET,COPET.
    Kalu Caro PREMANISME itu di Hidupke Lagi oleh Edy Santana.
    Bukan idak mungkin zaman Orba dulu tu pacak keulang lg GENERASI MUDO Plembang yg tambah Saro.

  10. janganlah kita salah pilih………….
    janganlah kita pilih calon pemimpin yang berjiwa preman dan penuh arogansinya.
    pilihlah pemimpin yang berjiwa islami…………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s