Dua hari ini media santer memberitakan kasus tertangkapnya Jaksa Urif Tri Gunawan oleh KPK yang menerima suap dari Talita, keluarga Sjamsul Nursalim seorang obligor BLBI yang telah mengkorupsi uang negara. Barang bukti uang dollar yang berjumlah sekitar Rp.6 Milyar rupiah ikut diamankan dalam penangkapan tersebut.

Pihak Kejaksaan Agung nampaknya sangat terpukul dengan tertangkapnya Urif tersebut. Hal ini sebagaimana diungkapkan Kepala Kejaksaan Agung Hendarman Supanji  kemarin.

Penangkapan Urif merupakan satu bukti nyata jika iunstitusi kejaksaan selama ini  banyak diisi oleh orang-orang kotor yang bermental rusak. Mencari orang benar dan jujur di instansi ini adalah ibarat mencari jarum ditumpukan jerami. Sulit menemukannya.

Kajagung Hendarman Supanji mengibaratkan kasus Urif ini seperti pribahasa Karena Nila  setitik rusak susu sebelanga. Entah pernyataan ini benar-benar ia sadari atau tidak sebab pribahasa yang cocok untuk institusi kejaksaan adalah Kerena nila sebelangan maka rusak susu sebelanga juga.

“Saya berani taruhan, siapakah jaksa yang bersih dan jujur di Indonesia, pasti tak akan ada. Mereka pasti pernah makan uang suap atas kasus-kasus yang ia hadapi”, ujar A. Bastiar, seorang praktisi hukum di Palembang.

Menurut  Bastiar, keprihatinan pimpinan tertinggi kejaksaan itu bukan karena adanya kasus suap tersebut melainkan karena kasus suap itu terungkap. “Jika tak terungkap, mereka anggap itu kerjaan biasa saja”, ujarnya.

Mungkin Tuhan mau membukakan kebobrokan yang selama ini terjadi.

Advertisements