Seorang warga Palembang yang mengatasnamakan dirinya sebagai Calon Perorangan alias calon independen nekad mendaftarkan diri menjadi calon Walikota Palembang. Ia adalah Febuar Rahman.

Kedatangan Febuar bersama pasangannya dr.Alva Gajahnata ke KPU Palembang bermaksud mengambil formulir pendaftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota. Namun Ketua KPU Palembang Kms.Khorul Mukhlis menolak permintaan mereka dengan alasan belum adanya aturan hukum yang mengatur bisa tidaknya seorang calon independen ikut dalam Pilkada saat ini.

Upaya Febuar Rahman mengatasnamakan diri sebagai calon independen untuk calon walikota Palembang memang sudah cukup lama ia lakukan. Di jalan-jalan protokal cukup banyak spanduk dan stiker bergambar dirinya dengan tulisan sebagai Calon Independen. Namun usahanya itu mesti terbentur karena KPU Palembang menolaknya.

Febuar Rahman sendiri sebelumnya cukup lama menjabat Ketua PNBK Sumsel. Walau kini ia tak menjabat lagi tetapi ini sudah membuktikan bahwa ia adalah orang partai, orang politik, bukan seorang yang independen murni.

“Dia itu kan orang partai. Sejak dulu ia berpartai. Makanya ia bukanlah orang independen. Seorang calon independen harus didukung oleh masyarakat yang independen juga. kalau dia, saya yakin jika para pendukungnya adalah para pendukung partai juga”, ujar Husin Abdulah warga Palembang.

Seorang staf di KPU Palembang mengatakan jika calon perorangan memang saat ini belum bisa diterima mendaftar karena belum ada aturannya. “Kalaupun suatu saat nanti bisa, pasti aturannya ketat, tak gampang semua orang untuk mengaku independen. Bisa-bisa setiap orang mengaku independen dan semua mau mendaftar”, ujar pria yang telah senior di PNS ini.

Aturan mengenai kemungkinan adanya calon independen dalam Pilkada memang belum ada. Tarik ulur di DPR hingga kini belum ada titik terangnya. Para anggota DPR yang notabene berasal dari partai tentu saja tak akan rela munculnya calon independen dalam Pilkada maupun Pilpres.

“Partai itukan merupakan infrastruktur demokrasi dalam sebuah negara. Jika ada calon independen berarti sama saja dengan menghapuskan keberadaan dan eksistensi partai dalam demokrasi”, ujar seorang pengamat politik di Palembang.

Advertisements