Tahun 2008 yang telah dicanangkan sebagai tahun kunjungan Sumsel “Visit Musi 2008”, ternyata menjadi tahun kunjungan bagi para anggota dewan dan pejabat daerah untuk jalan-jalan ke luar negeri. Di tahun ini mereka berduyun-duyun “pelesiran” yang dikemas dengan Study Banding atau Pameran, walau hal itu hanya sekedar menghabiskan uang rakyat belaka.

Entah apa yang mendasari keinginan para anggota DPRD Sumsel ini sehingga mereka berniat melaksanakan study banding ke Thailand. Menurut pembelaan beberapa anggota dewan, studing banding dimaksud adalah mengenai bidang pemerintahan. Padahal sistem pemerintahan di negeri itu menganut sistem Kerajaan, jelas sangat berbeda dari sistem pemerintahan kita yang demokrasi Pancasila.

“Anggota dewan kita sangat keterlaluan, masyak study banding ke negara yang berbeda sistem dengan negara kita”, ujar Tarman Hasyim, warga Palembang.

Menurut Tarman, kalau memang anggota dewan mau Study Banding ya tinggal datang saja ke Daerah lain di Indonesia, misalnya ke Jakarta atau Surabaya. Kalau ke luar negeri ini namanya upaya ngakal-ngakali uang APBD untuk jalan-jalan saja.

Selain yang jalan-jalan ke Thailand sebagian anggota DPRD Sumsel juga berencana berangkat ke Mesir. Katanya untuk tujuan Study Banding bidang pendidikan ke Universitas Al-azhar yang terkenal di Cairo. Entah apa maksud mereka. Apa mungkin mereka memimpikan Palembang ini seperti Cairo.

Selain anggota dewan, para pejabat pemprop Sumsel pun punya rencana ajalan jalan ke luar negeri juga. Suatu negara yang sangat jauh, Polandia di Erofa Timur.

Acara ke Erofa Timur ini memang bukan sekedar jalan-jalan. Disana, katanya, mereka mau mengikuti Pameran se Erofa Timur.

Menurut beberapa pejabat seusai membahas rencana Pameran tersebut beberapa waktu lalu, Sumsel akan mengikuti pameran tersebut dengan menampilkan Batubara dan produk-produk kerajinan Sumsel.

Kegiatan Pameran yang pernah diikuti Sumsel di luar negeri ini memang bukan untuk pertama kalinya. Tahun lalu Palembang mengikuti Pameran di China. Sebelumnya Sumsel pernah juga ikut Pameran di negeri Belanda.

Dari beberapa kali pameran di luar negeri rasanya tak satupun manfaat yang dirasakan warga sumsel selain pembuangan uang milik rakyat. Pameran sekedar ajang rekreasi para pejabat untuk menghilangkan kepenatan, biar punya pengalaman jalan-jalan ke luar negeri dan bisa membawa pulang oleh-oleh.

Untuk pameran di Polandia nanti nasibnya pun dipastikan dengan pameran-pameran lain sebelumnya. Apalagi Polandia adalah sebuah negara yang sangat jauh di Erofa Timur. Bagi mereka, stand sumsel tak lebih dari sekedar tontonan pameran biasa yang tak bakal memancing minat mereka lebih jauh.

“Apa untungnya pameran disana? Paling sekedar untuk menghabiskan uang rakyat”, ujar Hapidin warga Palembang.

Nampaknya agenda mereka untuk jalan-jalan keluar negeri tahun ini tak akan bisa diubah lagi. Para anggota dewan secara diam-diam pergi plesiran. Mereka nampaknya masih punya malu membuang-buang uang rakyat yang sedang susah. Untuk mendapat informasi tentang acara jalan-jalan keluar negeri ini, para anggota dewan yang katanya wakil rakyat itu semua memilih tutup mulut.

 

Advertisements