Dana SEA Game Masih Belum Jelas


Sekitar 50-an dari 75 total anggota DPRD Sumsel hadir mendengarkan paparan Gubernur Ir H Alex Noerdin SH seputar persiapan SEA Games XXVI tahun 2011 dan peluang investasi di ruang serbaguna DPRD Sumsel, kemarin. Kabar yang menyebutkan bakal ada boikot oleh  sebagian anggota dewan terbantahkan.
Bahkan, Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo menegaskan tidak ada rencana boikot oleh anggotanya. “Tidak benar itu. Memang ada yang tidak hadir sekitar 17 orang. Bukan boikot, tapi karena mereka ada aktivitas lain sehingga tidak bisa datang,” ucapnya, usai paparan.
Wasista mengatakan, ia memahami mengapa selama ini gubernur belum menjelaskan segala sesuatunya seputar SEA Games 2011, dimana Sumsel menjadi salah satu tuan rumah. “Tadi ‘kan dijelaskan beliau, belum ada kejelasan masalah dana dan kepastian apakah kita dipilih jadi tempat open dan closing ceremony.”
Lanjutnya, dewan nantinya akan turun memantau semua venues SEA Games yang direhab dan dibangun baru.  Setelah ada kepastian dari pusat, sebagai anggota dewan akan mendukung penuh pemerintah, termasuk turun ke lapangan.
Wakil ketua DPRD Sumsel, Drs KH Iqbal Romzi mengatakan, pertemuan dengan gubernur tersebut bisa mencairkan suasana dan miskomunikasi yang terjadi beberapa waktu belakangan. “Kita ingin semua tetap di jalurnya, termasuk sukses dalam aspek yuridis. Pak Gubernur memang sibuk memperjuangkan Sumsel agar berhasil dalam SEA Games. Tidak perlu pak Gubernur langsung yang memberikan penjelasan, bisa tunjuk seseorang untuk menjalin komunikasi dengan dewan,”tuturnya.
Dalam paparan kemarin, tidak terdengar sedikit pun wacana dari beberapa anggota dewan yang ingin menggunakan hak interpelasi-nya. Gubernur Alex Noerdin menjelaskan berdasarkan Surat Keputusan (SK) pusat, Sumsel menjadi tuan rumah 19 cabang olahraga. Terakhir Sumsel mengusulkan untuk memainkan 24 dari 40 cabor yang dipertandingkan.
Dikatakan, ada 12 venues lama yang direhab dan 12 venues baru yang akan dibangun. “Selama ini saya belum jelaskan semua karena memang belum ada yang bisa dijelaskan. Segala sesuatunya belum pasti, tapi kini peluang kita tinggal bersaing dengan DKI untuk menjadi tempat pembukaan dan penutupan SEA Games. Hanya, pendanaan dari pemerintah pusat belum ada kejelasan,” tutur Alex.
Dari semua venues lama yang akan direhab, ia menyikapi pertentangan sejumlah kalangan yang menolak pembangunan di kawasan GOR Kampus POM IX. Dikatakan Alex, GOR Kampus akan dibangun menjadi lebih bagus dan serbaguna dengan daya tampung sekitar 5000 orang. Ada hotel dan town square. Investasi PT GISI (Griya Inti Sejahtera Insani) untuk kawasan itu,  Rp127.640.000.000.
Mulai tahun pertama, pemprov dapat kontribusi Rp365 juta dan terus meningkat hingga tahun ke-29 dimana kontribusi tahun terakhir mencapai Rp994.884.323.000. “Total dalam 28 tahun, kita dapat Rp18.764.101.000. ‘Kan lebih baik dari PAD saat ini yang kita terima Rp66 juta. Sementara biaya pemeliharaannya Rp226 juta per tahun,”ungkapnya.
Apalagi, kondisi GOR tiap tahun mengalami penyusutan kualitas sekitar dua persen. Saat ini saja, kondisi GOR Kampus masih 60 persen baik. “Jangan khawatir soal pohon di sana. Yang akan ditebang hanya 19 pohon, itupun akan ditanam penggantinya. Penjual nasi gorang tidak digusur, tapi ditata biar rapi dan nyaman,”janji Alex.
Begitu pun untuk venues baru di Jakabaring. Penimbunan areal venues dipastikan Gubernur tidak akan menyebabkan banjir. Karena tidak keseluruhan lahan pemprov di sana ditimbun. “Kita hormati perda rawa milik pemkot Palembang. Jadi, hanya lahan untuk venues baru yang ditimbun,”katanya. Perluasan danau di belakang GOR dari 12 hektar menjadi 40 hektar juga dalam rangka pencegahan banjir.
Ditegaskannya, pengembangan kawasan Jakabaring ini secara keseluruhan menerapkan konsep green landscape. Dimana di sekitar areal pengembangan akan langsung ditanami pepohonan. Pada sesi kedua, Gubernur menjelaskan sumber daya alam Sumsel yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) dan peluang investasi.
Ia mencontohkan PT Bukit Asam dengan kemampuannya memproduksi 10-11 juta ton batubara meraih keuntungan bersih sepanjang 2009 sekitar Rp2,7 triliun. Kalau ini bisa dilakukan Sumsel, katakan bisa menjual ke luar (ekspor) dengan keuntungan bersih sekitar Rp 1 triliun, maka dipastikan PAD Sumsel meningkat tajam. “Makanya kita harus bersama mewujudkan pelabuhan laut internasional TAA dan double track kereta api,”pungkasnya.

Demo Tolak Alihfungsi GOR
Rencana Pemprov Sumsel membangun Palembang Sport and Convention Center (PSCC) di komplek GOR Kampus ditentang Aliansi Gerakan Rakyat (AGR). Mereka melihat pembangunan ini berdampak pada pengalihfungsian lahan GOR yang menjadi ruang terbuka hijau (RTH) kota Palembang.
Puluhan massa AGR menggelar demo di kompleks GOR, kemarin siang, sekitar pukul 11.30 WIB. Berbarengan dengan paparan yang dilakukan Gubernur Sumsel dihadapan anggota DPRD Sumsel.
Mereka menggelar aksi theatrical, orkes dengan lagu Islami. “Kita ingin mengingatkan kalau bahwa kawasan GOR ini menjadi kawasan milik publik bukan milik seseorang,” ujar Anwar Sadat, direktur eksekutif Walhi yang menjadi koordinator papangan aksi kemarin.
Ia menilai, pembangunan GOR merupakan salah satu tindakan swastanisasi dan kapitalisasi. Dari 40 ribu hektar kawasan kota Palembang, harusnya ada 30 persen RTH. Yang ada saat ini baru sekitar 3 persen. “Dengan kondisi ini, pemerintah mestinya kerja keras memperluas RTH. Justru yang dilakukan malah mempersempit RTH dengan akan dibangunnya PSCC,”ungkapnya.
Kawasan GOR memiliki luas 5 hektar, ditumbuhi 414 batang pohon. Dengan alihfungsi akan mengganggu fungsi penghasil oksigen, penyimpan air tanah, mengurangi pemanasan global dan menyebabkan hilangnya penyerap karbon dioksida.
“Program Pemprov Sumsel bertolak belakang dengan agenda besar pemerintah pusat bahwa Indonesia merupakan pelopor untuk penyelamatan bumi melalui program global warming dan pengurangan emisi efek rumah kaca,” cetusnya.
Masih katanya, di kawasan GOR ada 50 orang pedagang makanan dan manisan, dengan 200 pegawainya. Sistem BOT memberikan “karpet merah” untuk privatisasi dan kapitalisme. “Kita akan melakukan perlawanan habis-habisan dengan mengajak seluruh komponen msayarakat untuk memprejuangkan hak rakyat. Senin nanti, kita akan aksi besar-besaran ke pemprov Sumsel,”tukas Anwar.

Iklan

7 comments on “Dana SEA Game Masih Belum Jelas

  1. sekedar saran :
    bagaimana jika pak yansuri Koalisi aja dengan pak sarimuda..aku yakin menang Telak….
    bisa ga ?….
    demi kemenangan kita bersama.

  2. wakakaka…mimpi kali ye…..mana mau sarimuda…koalisi dengan yansuri…siapa SARIMUDA …SIAPA YANSURI…..jangan mau Pak Sarimuda…akan menghancurkan pamor anda…terus maju bersama…Iqbal Romzi saja….tapi saya tetap pilih Bapak Ir H EDDY SANTANA PUTRA, MT…..selamt berjuang Pak EDDY…kami dari TGT siap mendukung sampai titi darah penghabisan…Merdeka..!!!

  3. “BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM”

    KAMI “ALUMNI PONDOK MODERN GONTOR” YANG ADA DI KOTA PALEMBANG SIAP MENDUKUNG TERWUJUDNYA KEMENANGAN IR.H.SARIMUDA,MT DALAM PILKADA KOTA PALEMBANG PERIODE : 2008-2013.

  4. diantara semua calon walikota palembang, yang mencalonkan diri.hanya M.Yansuri yang pantas.Golkar benar dan tepat, cuma yang perlu dipertanyakan strategi apa untuk menuju ke wako tersebut

  5. kemenangan sejati adalah ketika suara kebenaran KERAS di LANTANGKAN dan tidak ada yang BERANI MELAWANNYA, tunggu saat-saat itu! mereka kini bergriliya.

  6. Kepada Yth,
    seluruh Simpatisan SO

    untuk diketahui bersama :

    1. Blog ini sengaja dibuat untuk Memprovokasi..dengan Tujuan Ahir adalah terjadinya perpecahan khususnya di tanah Sumatera Selatan ini, dan Indonesia pada umumnya.

    2. Banyak sekali komentar – komentar (99,999 % ) dari simpatisan SO yg telah dihapus..karena mereka takut akan bangkitnya kesadaran para anggota forum akan fakta yg sebenarnya.

    3. Tulisan yg mereka/admin sajikan adalah kampanye hitam dari kubu AN..dengan harapan dapat membentuk opini sesuai dengan yg mereka harapkan. tetapi kita / masyarakat lebih cerdas dari yg mereka duga..

    oleh karena itu, saya menagajak rekan – rekan semua :

    1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini

    2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.

    3. Kepada rekan – rekan semua..teruslah berprestasi..gapai tantangan kedepan dengan wawasan dan skiil yg nyata..

    Selamat Berkarya..Sukses Selalu
    Hormat saya,
    Wangga

  7. Maaf kalau ada yang tersinggung nantinya….?????
    Semua tahu siapa itu Yansuri, semua tahu siapa itu sarimuda dan semua tahu siapa itu Eddy Santana Putra dan Romi Herton.. Semuanya pakai titel haji kecuali yansuri, tapi apakah titel haji itu sudah bersifat haji..??? Tentunya tanya saja kepada masing-masing orang itu, jadi jangan sling menjatuhkan. Seandainya mereka menang apakah akan ingat dengan tim sesnya yang seudah mati-matian memasang umbul-umbul dan spanduk. Jadi jangan banyak ngomong lurr, koreksi diri dulu…………????
    Masalah AN dan SO, sama saja bagi masyarakat di Sumsel ini. Karena jika AN jadi raja apakah nasib tukang becak bakal jadi pejabat, tentu tidak bukan. Tapi bisa saja anak-anak mereka dapat bersekolah tanpa memikirkan biaya sekolah dan berobat tidak usah mengeluarkan uang. Sedangkan SO, sepertinya baru berani anggarkan biaya 20 % bagi pendidikan menjelang pilkada ini saja. Karena kalau beliau berani buat gebrakan dan mendukung program Kabupaten Muba sekolah gratis dna berobat gratis saya rasa suad dari empat atau tiga tahun yang lalu. Tapi terlepas dari semua persoalan biarlah masyarakat yang menentukannya. Hidup Golput, tidak merdeka….!!!! Karena kita belum merdeka dari kemiskinan dan kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s