Dibangun, Lingkar Barat Luar


Pemerintah berkeinginan mobil–mobil besar pengangkut barang, seperti truk, tronton dan lainnya tidak lagi masuk ke dalam kota. Pasalnya, dengan tonase lebih dari 8 km dikhawatirkan akan mempecepat kerusakan jalan metropolis. Karena itu, sejumlah jalan lingkar luar Palembang pun dibangun.
Nah, salah satu yang sudah dilakukan feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED) adalah lingkar barat luar Palembang. “Kalau FS dan DED selesai tahun ini, tahun depan kita bisa mulai proses pembebasan lahannya,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel, Ir Heri Amalindo, beberapa waktu lalu.
Jalan lingkar barat luar Palembang ini melalui Jembatan Keramasan-Musi II, Pulokerto, lewat ke belakang Gandus dan tembus di Sembawa (Banyuasin). “Panjangnya sekitar 48 km. Diperlukan dana sampai Rp300 miliar,” jelasnya. Jalur ini akan melalui Jembatan Musi V yang dibangun di kawasan Pulokerto.
Nah, dengan adanya jalur lingkar barat luar, mobil-mobil besar pengangkut barang tidak lagi diperkenankan melalui jalan Soekarno-Hatta (Soetta) yang juga bakal diperlebar menjadi dua jalur empat lajur.
Fisik jalan itu, tambah dia, sebenarnya untuk kendaraan berkapasitas 8 ton ke bawah. Namun, fakta sekarang dilalui kendaraan dengan tonase lebih dari itu. “Saat ini bisa dilihat sendiri, jalan Soekarno-Hatta hancur, karena beban muatan dari kendaraan-kendaraan besar yang melintas di sana,” cetus Heri.
Dalam 5-10 tahun ke depan, jalan tersebut dipastikan tidak layak untuk dilalui lagi. Makanya diperlukan solusi mengatasi masalah ini. Pengerjaan FS dan DED, kata Heri, menggunakan dana APBD Sumsel. Sedang pembebasan lahan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Palembang dan lainnya yang dilintasi. “Kalau dana untuk pembangunan fisik jalannya, akan kita koordinasikan kepada Kementerian PU. Mungkin bisa ada bantuan dari pemerintah pusat juga,” ucapnya.
Pembebasan lahan sendiri tentunya memerlukan waktu dan biaya cukup banyak. Karena jalan lingkar barat luar yang dibangun dibuat dalam dua jalur empat lajur. Dengan lebar sekitar 20-30 meter.
Kemungkinan, lahan disiapkan secara bertahap dalam beberapa tahun. Sedang untuk Musi V juga dalam tahap perencanaan. Belum diprediksi menelan biaya berapa. Khusus panjang jembatan Musi V ini diperkirakan 300-400 meter. “Semuanya jadi jalur alternatif dan memecah konsentrasi kendaraan yang akan masuk kota juga,”tutur Heri. Terkait program jalan provinsi, tahun ini Dinas PU Bina Marga mengantongi sekitar Rp600 miliar dari APBD.
Panjang jalan provinsi yang menjadi perhatian 1.700 km. Menurutnya, tiap tahun yang dipelihara sekitar 10-20 persen. Pemeliharaan akan menyedot anggaran Rp60 miliar. Belum lagi untuk perbaikan jalan rusak, baik ringan, sedang maupun berat yang mengharuskan untuk penambalan hingga pengaspalan kembali.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sumsel, Ir H Sarimuda MT mengatakan, rencana membangun jalan lingkar luar Palembang, termasuk lingkar barat memang sudah disiapkan. “Rutenya memang dari kawasan Musi II tembus ke arah Serong atau setelahnya. Teknis yang tahu adalah Dinas PU Bina Marga,” katanya.
Tak hanya lingkar barat luar, tapi juga lingkar timur luar yang akan menyambung di Jembatan Musi III Pulau Kemaro. Sambungan dari jalur itu akan dibuat jalan baru yang panjangnya seitar 25 km langsung ke kawasan Tanjung Api-Api (TAA). “Kita juga akan ada KA dalam kota. Masterplannya sedang dibuat. Nantinya, semua jalur transportasi di Palembang ini akan terkoneksi dengan baik satu dengan lainnya,”pungkas Sarimuda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s