Tim Pusat Cek RSBI Sumsel


Kementerian Pendidikan Nasional RI secara bertahap mengevaluasi status  rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Nah, untuk Sumsel tim pusat akan turun ke lapangan mulai Juli hingga Agustus mendatang. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Drs Ade Karyana MEd melalui Kabid Dikmenti Drs Widodo MEd, menegaskan hal itu kemarin. “Tim khusus yang turun langsung mengecek ke sekolah-sekolah dengan status RSBI itu,” ungkapnya. Saat ini, ada 19 SMA berstatus RSBI,  belum ada yang statusnya SBI (sekolah berstandar internasional).
Untuk SMP/MTs, dari 1.382 sekolah, baru 4 sekolah yang RSBI. Yakni SMP Pusri, IGM, Xaverius I, dan Kusuma Bangsa. Berstatus SBI hanya tiga SMP yaitu SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 9 Palembang, dan SMP Negeri 1 Pagaralam. Dari 3.981 SD, yang SSN ada 32 sekolah, 88 SSN, 4 RSBI, dan SBI nihil.
“Tim akan memastikan, apa benar standar sekolah itu sudah sesuai dengan statusnya. Kalau tidak sesuai, ya akan turun ke SSN (sekolah standar nasional). Kalau lebih baik bisa naik ke SBI (sekolah berstandar internasional),” beber Widodo.
Ia mengatakan, syarat utama untuk menyandang status RSBI, sekolah tersebut harus terakreditasi A. Untuk itu, minimal ada delapan dari 11 standar nasional pendidikan yang harus dimiliki sebuah sekolah dengan akreditasi A. Mulai sekolah terakreditasi A, pendanaan cukup, luas lahan sekolah minimal 10 ribu meter persegi, akses jalan memadai, kompetensi kepala sekolah, kompetensi guru bidang studi yang menguasai ICT dan bahasa Inggris, pendidikan guru S2 dan S3 minimal 10 persen untuk SD, 20 persen SMP, dan 30 persen SMA.
Lalu, tersedia sarana prasarana yang memadai (laboratorium IPA, komputer, perpustakaan, internet, web sekolah, dan kultur sekolah yang kondusif), standar kelulusan yang tinggi, serta menjalin hubungan dengan sekolah luar negeri (sister city). Untuk menyandang status RSBI, sekolah tersebut akan diseleksi terlebih dahulu tim dari pusat. “Kalau dianggap memenuhi, barulah mendapatkan bantuan dana untuk perubahan statusnya,” ucapnya.
Selanjutnya, operasional RSBI akan berjalan dengan pendampingan dari pemerintah daerah. Menurutnya, kebijakan pusat terkait evaluasi SSN, RSBI, dan SBI  tidak bisa dieliminir daerah. Langkah ini dilakukan karena memang faktanya masih ada sekolah yang mengaku berstatus SSN, RSBI maupun SBI padahal standarnya tidak memenuhi.
Sebagai regulator, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan sudah seharusnya melakukan penertiban. “Hasil evaluasi akan jadi acuan agar masyarakat percaya kualitas sekolah dimaksud sesuai dengan standar yang disandangnya,”kata Widodo. Target pendidikan Sumsel 2013, terwujud 30 RSBI dan 19 SBI untuk tingkat SMA sederajat.

Iklan

One comment on “Tim Pusat Cek RSBI Sumsel

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s