Arak-Arakan Piala Kobatama Tak Semeriah Saat Piala Doble Winner


pawai pawai motorpawai 1

Siang tadi pihak manajeman klub-bola basket Muba Hangtuah yang sukses meraih juara kompetisi bola basket nasional Kobatama beberapa waktu lalu mengadakan arak-arakan keliling kota Palembang membawa Piala Kobatama tersebut. Sayang antusiasme warga Palembang tidak nampak menyambut iring-iringan tersebut. Warga nampak tak terpengaruh dengan kegiatan tersebut. Hal ini sangat jauh berbeda saat pihak manajeman Sriwijaya FC mengadakan arak-arakan kel;iling kota membawa piala Copa dan Liga selama dua hari.

Kurangnya minat warga Palembang terhadap pesta kemenangan Muba Hangtuah ini disebabkan olah raga bola basket masih terbilang asing di kota ini. Penggemar bola basket jumlahnya masih sangat sedikit. Selain itu warga juga umumnya belum mengerti dan belum mengetahui tentang adanya kompetisi tersebut.

Sedangkan saat kemenangan Sriwijaya FC justru berbeda. Sepak bola sudah menjadi budaya warga kota ini. Penggemar sepak bola jumlahnya sangat banyak. Mereka senantiasa mengikuti setiap pertandingan Sriwijaya FC baik di Palembang secara langsung maupun di kota lain melalui televisi. Oleh karena itu pesta kemenangan Sriwijaya FC berlangsung sangat meriah. Dukungan warga Palembang sangat besar dan Sriwijaya FC dianggap sebagai Tim kebanggaan.

Justru berbagai pihak menilai acara iring-iringan piala Kobatama ini hanya sekedar acara latah, ikut-ikutan apa yang telah dilakukan Gubernur Syahrial Oesman.

“Nampaknya Alex Noerdin mau meniru Syahrial, tapi tidak berhasil”, ujar Komaruddin warga Perumnas Sako.

Iring-iringan piala Kobatama memang lebih terkesan sebagai acara kampanye Alex Noerdin. Mereka mengumpulkan pengendara motor dan memakaikan mereka kaos dengan gambar Alex Noerdin.

“Mereka malah kebut-kebutan”, ujar warga tadi.

Menurut warga tersebut, jika piala Kobatama tersebut dibawa keliling Muba pun dipastikan tak akan semarak karena sebagian besar warga tidak tahu apa itu Kobatama.

“Kalau dilihat dari kacamata politik, dalam hal ini Alex sudah kalah dari Syahrial”, ujarnya lagi.

Ya, terserahlah pak.

Iklan

7 comments on “Arak-Arakan Piala Kobatama Tak Semeriah Saat Piala Doble Winner

  1. Wah kampanye dini banget nih padahal kemarin baru saja bilangin Pak Gubernur suka kampanye dini….

    Maling teriak maling nih…

    Lempar batu sembunyi kaki…

  2. Terima kasih kepada pihak pengelola blog Sumsel WordPress ini. Terlepas darimana kacamata yg kita gunakan utk menyikapi hal-hal seperti ini. Tapi mohon kiranya tulisan seperti ini jangan diangkat sebagai issue politik keberpihakan terhadap salah satu calon atau menyerang calon Gubernur yang lainnya.
    Banyak hal-hal yang bisa kita angkat sebagai issue yang lebih proposional. Ditulisan yang lain yang pada intinya membawa opini publik terhadap kepemimpinan Syahrial Oesman dengan membawa SFC sebagai komoditas politiknya, ditulisan ini justru mendeskriditkan Alex Noerdin. Mohon kiranya tulisan seperti ini ditiadakan saja, baik menyerang Syahrial Oesman maupun Alex Noerdin.
    Bukan kita apriori terhadap keadaan disekeliling kita, tetapi sebaiknya janganlah mengadu domba diantara masyarakat kita yang saat ini sedang dalam kondisi rentan terhadap segala issue politik yang khususnya menyerang jagoannya masing-masing.
    Gunakanlah bahasa yang baik dalam menyampaikan suatu informasi yang benar… dan tetap netral dalam menyuarakan kebenaran. 🙂

  3. saya salut dengan tulisan ini, itu kalau dari sudut Syahrial Oesman. Tetapi, menyakitkan pihak Alex Noerdin. Mungkin akan lebih baik, kalau tulisannya membuat keduanya nyaman. Memuji tetapi tidak menunduk, mengkritik tetapi tidak mencela kata orang bijak. tetapi kalau melihat tulisan lainnya, seperti keluicuan alex dan syahrial, memang ada nuansa keberpihakan walaupun sedikit. kalau masih dipertahankan, sayang sekali…….

  4. rasanya kurang proporsional ya tulisan ini, kok kesannya malah jadi memojokkan muba hangtuah.. memang basket di indonesia pun tidak se-populer sepakbola, tapi dari segi fans, mereka jauh lebih terpelajar… justru karena belum kenal, ya mereka diarak untuk diperkenalkan… peace!

  5. dan pemainnya muba hangtuah semua lokal indonesia tidak merekrut pemain luar seperti sfc yang menghabiskan dana APBD yang seharusnya untuk kesejahteraaan masyarakat. sumsel yang lebih penting dan bukan euforia sesaat.Visit musi gagal,udah berapa miliar yang keluar pak gub?

  6. Bung doni ngiri ya sama piala double winner yang mengangkat
    nama sumsel khususnya nama syahrial oesman, saudara apa tidak bangga dengan kemenangan sfc.mungkin juga saudara malu sendiri kok piala kobatama ikut ikutan diarak segala saya sendiri geli deh piala bola basket diarak keliling kota, kenapa nggak piala bola kasti aja yang diarak atau bola bekel……………..ha ha…..ha…ha……..,ha….ha…..nggak usah ya..!malu-maluin aja sama negara tetangga. biar nggak makan yang penting sfc kebanggaan wong sumsel…………………
    jayalah sfc……………. maju terus pak syahrial biarkan orang-orang ngiri melihat sfc diarak keliling sumsel ….salut deh pak syahrial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s