dsc00912.jpg dsc00916.jpg

Siang tadi (25/2) halaman Pemprov Sumsel didatangi rombongan pengunjuk rasa yang menamakan diri dari Sriwijaya Corruption Watch (SCW). Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasinya tentang adanya dugaan penyimpangan pada 5 paket proyek yang dikelola Dinas PU Kota Prabumulih dengan anggaran APBD Prabumulih 2008.

Penyimpangan yang dimaksud adalah kelima proyek besar itu telah dilaksanakan proses lelang sedangkan APBD Prabumulih sendiri belum disahkan oleh Gubernur.

“Lima proyek tersebut sudah berjalan sebelum APBD disahkan oleh Gubernur. Ini jelas merupakan penyimpangan”, ujar M.Sanusi Koordinator aksi kepada Wartawan.

Kelima proyek dimaksud adalah : Peningkatan jalan desa Pangkul dan jalan perkemahan Rp.4.215.000.000, proyek peningkatan jalan propinsi desa Talang Batu Rp.6.035.000.000, proyek peningkatan jalan dan jembatan SP Nigata – Desa Sungai Medang Rp.20.615.000.000,- proyek peningkatan jalan Sp Kemang Tanduk – Bts Muara Enim (desa Karya Mulya) Rp.24.046.000.000,- proyek peningkatan pengaspalan hotmix jl.Sumatera – jl.Lingkar dan Gunung Ibul-Sp. jl.Muara Dua Rp.11.674.230.000,-

Oleh karena itu SCW mendesak Kejati Sumsel untuk segera melakukan penyelidikan terhadap adanya indikasi KKN tersebut. SCW juga menduga jika percepatan proyek tersebut terkait kepentingan modal Pilkada calon Walikota encumbent.

SCW juga meminta Gubernur untuk membatalkan penggunaan anggaran tersebut karena sudah mendahului pengesahan.

Advertisements