Sriwijaya FC Jangan Diseret ke Arus Politik


Kemenangan Sriwijaya FC di dua even kompetisi sepak bola nasional, yaitu Copa dan Liga indonesia, sudah cukup lama berlalu. Namun anehnya hingga kini pesta kemenangan berupa arak-arakan masih terus berlangsung. Setelah dua hari keliling Palembang, kini rombongan arak-arakan yang mengusung piala Copa dan piala Liga ini bergerak ke kabupaten-kabupaten dan kota di wilayah Sumsel.

Gubernur Sumsel Syahrial Oesman sendiri nampaknya sangat menikmati kegiatan hura-hura ini. Ia nampak asyik tegak berdiri di atas bak mobil dengan piala dan pemain andalan klub tersebut dan diiringi puluhan kendaraan lain yang penuh sesak para suporter yang juga diajak serta berkeliling.

Jika semula kegiatan ini dianggap wajar-wajar saja, karena merupakan wujud suka cita atas kemenangan yang baru pertama dalam sejarah sepak bola sumsel, namun setelah kegiatan suka cita tersebut berlangsung berkepanjangan, berbagai pihak mulai bereaksi dan kurang sependapat dengan gagasan Gubernur tersebut.

“Syahrial Oesman sudah berlebihan, ia telah menjadikan pesta kemenangan Sriwijaya FC menjadi komoditas politik untuk mencari dukungan”, ujar Sukirman warga Seduduk Putih Palembang.

Yang namanya suka cita biasanya cukup berlangsung satu dua hari saja, tapi ini sudah sangat berlebihan. “Lebih baik uang rakyat digunakan untuk kepentingan yang lebih utama, jangan dihambur-hamburkan untuk arak-arakan seperti itu”, ujarnya. 

Menurut Sukirman, Sriwijaya FC adalah klub sepak bola profesional milik seluruh lapisan masyarakat karena didanai oleh APBD milik seluruh warga Sumsel. Untuk itu Sriwijaya FC jangan diseret masuk dalam arus politik yang hanya akan menguntungkan satu kelompok saja. “Sriwijaya FC bukan milik Syahrial, jadi sebaiknya Syahrial jangan berlebihan memanfaatkan nama klub dana para pemainnya untuk komoditas politiknya”, tambah aktivis LSM tersebut.

Apalagi sebagai Gubernur, Syahrial punya banyak tugas yang mesti ia selesaikan, jadi alangkah lebih baik jika ia kembali bekerja untuk rakyat, bukan pamer muka diatas bak mobil. 

Namun ada pula warga yang menilai jika apa yang dilakukan Syahrial mengajak klub tersebut keliling Sumsel masih terbilang wajar. Hanya saja, sebaiknya kegiatan tersebut tidak menghamburkan uang rakyat. “Jika kegiatan tersebut menggunakan uang Syahrial sendiri, maka itu hak dia”, ujar Mahendra warga Jakabaring. 

Nah, terlepas yang pro dan kontra, alangkah baiknya jika kegiatan pesta pora kemenangan ini bisa segera diakhiri.  Syahrial semestinya lebih berkonsentrasi membuat program nyata di masa 100 hari terakhir kepemimpinan periode pertama ini, agar segera dirasakan oleh rakyat. 

“Sekolah Gratis dan berobat gratis itu masih bisa dilaksanakan sejak sekarang jika ia mau, karena ia masih punya waktu. Mengapa sekolah gratis dan berobat gratis ini baru mau diterapkan di tahun 2009 nian, mengapa mesti nunggu ia terpilih lagi”, ujay Wahyu dalam email yang dikirim ke redaksi Sumsel News Online. 

Iklan

8 comments on “Sriwijaya FC Jangan Diseret ke Arus Politik

  1. bener tuh,kalo emang dari dulu bisa dilakukan kenapa baru skrg skolah gratis & berobat gratis jadi slogan pak syahrial..??pak alex noerdin mungkin bukan pelopor di indonesia tapi seenggaknya di muba dan di sumatera selatan,dia yang mempelopori..dan kita harus hargai juga.Bukankah sesuatu yang besar itu dimulai dari yang kecil dulu..?

  2. Sebaiknya Gubernur Sumsel Ir. Syahrial Oesman harus lebih peka dengan keadaan disekelilingnya. Kalau untuk 2 hari arak2 keliling kota Palembang utk merayakan kemenangan SFC, masih dibilang wajar. Kalau utk dibuat larut terus dalam seremoni kemenangan… benar2 kurang bagus, apalagi sepertinya SFC sudah dijadikan komoditi kampanye-nya. Ingat SFC dimodali dengan biaya APBD Sumsel, berarti Gubernur harus pandai2 mengelola uang rakyat Sumsel. Berbeda kalau SFC milik perseorangan, boleh2 saja beliau melakukan hal tersebut.
    Harapan saya agar Gubernur Sumsel Ir. Syahrial Oesman agar lebih bijak dalam melakukan segala hal. 🙂

  3. Oi nak ngomong apo baelah terserah tapi amen dak katek Pak Syahrial Oesman tuh mano ado jugo yang namonyo Sriwijaya FC tuh…

    Yang punyo ide buat beli Sriwijaya FC kan Syahrial Oesman biar duitnyo punyo APBD cubo kalo dio dak punyo ide cak itu mano ado kito nak ngarak2 piala itu. Dapet duo pulo…

    Dak usah cerudikan lah…

  4. Bukan masalah usil (red: cerudikan) dengan kondisi seperti ini. Justru dengan komentar kami seperti itu dikarenakan kami perhatian dengan Gubernur Sumsel Ir. Syahrial Oesman, jangan dengan moment seperti ini yang dijadikan Beliau sebagai komiditi kampanye-nya, yang akan berakibat timbul fitnah terhadap dirinya. Jangan sampai track record yang sudah baik yang tersebar dimasyarakat, dikotori oleh hal-hal seperti ini. Masih ada cara yang lebih elegan untuk tetap menjadi Sumsel 1.
    Mohon juga bagi pendukung Bapak Ir. Syahrial Oesman, bisa menyikapi ini dengan bahasa yang baik dalam penyampaian, lebih elegan dan tidak terpancing emosi. 🙂

    Salam takzim
    ILMAN ZUHRI YADI

  5. Saya seorang penggemar sepakbola, penggila malah.
    Memang sulit memisahkan keberhasilan sebuah tim dengan orang dibalik kesuksesan tim tersebut. Mau tidak
    mau, suka atau tidak. Juan Carlos (Raja Spanyol) dan Benito Mussolini (mantan diktator fasis Italia) salah satu contohnya. Memang, sepakbola sering dijadikan komoditi politik untuk meraih suara. Seperti yang lagi hangat sekarang, Agum Gumelar menjanjikan Persib Bandung akan dibawanya menjadi juara jika ia terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat. Dan itu sah-sah saja menurut saya selama dilakukan dengan cara terhormat dan elegan.

    Ketika kita meraih Double Winner musim ini, setelah sekian lama (setelah era Krama Yudha) nama Sumsel (Palembang) dipandang sebelah mata oleh dunia persepakbolaan Indonesia, betapa terharunya saya, betapa besar apresiasi yang saya berikan untuk orang-orang dibalik keberhasilan tersebut.

    Menurut saya, selama dana untuk “pesta kemenangan” tersebut ada alokasi-nya dan bisa dipertanggungjawabkan, kenapa tidak?
    Di era sepakbola modern seperti sekarang ini, sulit sekali mengulangi prestasi seperti yang telah kita raih.

    Biarkanlah kelak rakyat yang akan menentukan, berdasarkan prestasi dan kerja nyata yang telah dibuat.

    Sejarah telah kita buat. Dan seperti kata anda Bung Syahrial Oesman “sejarah ini untuk rakyat Sumatera Selatan”

    “what we do in life, echoes in eternity”

    Amransyah
    amran@nusaraya.co.id

  6. Bneer Nian……. Stlh Sfc Juara 2 event, pst terdengar kata2 Hidup pk Syahrial…..!!(diulang beberapa kali). Meskipun kami hnya seorng pljar. Prestasi jgn dibw ke politik…… Kecuali i2 bener prestasi d bdng POLItik….

  7. Aq wonk plmbg yg skrg bgawe d jkt,aq salut samo Sfc,skaligus bangga bs menang 2 piala skaligus. Sbgai pcinta sepakbola dulu aq kdg malu daerah aq blum pnyo tim bola,sdangkn kwan2 aq yg b

  8. Sedangke kwan2 aq yg budak bandung,bogor,malang,jogja galak ngebanggake tim2 daerah dio msing2.
    Kalu ada siaran bola LDI,kadang aq cm jd pnonton bae,dak katek yg pacak aq banggake kareno palembang blum pnyo tim bola yg main d LDI,tp skrg aq bangga kalu daerah aq lah punyo tim bola menang lg di 2 event brgengsi d indonesia.
    Siapo lg kalu bukan kareno ide pak SYAHRIAL OESMAN yg beli tim bola tu dr Solo,yg ganti namo SRIWIJAYA FC.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s