Sriwijaya FC Menang, Sriwijaya FC Juara Tapi Penampilan Srwijaya FC Semalam Sangat Buruk


Final Liga Indonesia 2007 yang berlangsung semalam di Stadion Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung. Sriwijaya FC berhadapan dengan PSMS Medan dengan kemenangan di kubu SriwijayaFC sehingga club ini berhak menyandang juara Liga Indonesia 2007 untuk pertama kalinya.

Sayangnya kemenangan Siwijaya FC semalam tidak didukung dengan permainan terbaiknya, sehingga tidak nampak dalam pertandingan semalam adanya permainan kelas juara yang disuguhkan Sriwijaya FC.

Sepanjang pertandingan Sriwijaya bermain sangat buruk. Bahkan dari sekian banyak laga yang pernah dijalani, laga semalam adalah penampilan Sriwijaya FC yang paling buruk. Keindahan permainan dari pemain-pemain clun ini tak nampak. Justru kekerasan-demi kekerasan yang terus terjadi. Banyak kartu kuning dikeluarkan oleh wasit. Bahkan kartu merah pun keluar untuk klub PSMS.

“Seharusnya Sriwijaya FC harus menunjukkan permainan yang cantik dan berkualitas. Bukan sekedar mengejar kemenangan belaka. Sriwijaya FC mestinya menunjukkan dirinya sebagai Tim terbaik di tanah air saat ini”, ujar seorang pengamat di Palembang.

Yang terjadi semalam justru Sriwijaya FC yang sudah unggul 1-0 malah terus ditekan oleh PSMS yang cuma punya 10 pemain.

“Semestinya Sriwijaya FC bermain lebih agresif, lebih indah dengan mempertontonkan skil para pemainnya untuk dijadikan contoh para pesepakbola di tanah air”, ujarnya. Ini malah sebaliknya, Sriwijaya keteteran oleh PSMS hingga perpanjangan waktu.

Jadi kendati menang dan jadi juara, Sriwijaya FC bermain tidak memuaskan, tidak berkelas juara sejati”, ujar sumber tadi. 

Iklan

8 comments on “Sriwijaya FC Menang, Sriwijaya FC Juara Tapi Penampilan Srwijaya FC Semalam Sangat Buruk

  1. Betul… SFC is the best… double winner… dak usah banyak omongla pak yang nulis berita… jingok be buktinyo… nak maen bagus cak mano be kalo dak menang percuma be…

  2. Ass Wr Wb

    SFC adalah bukti penggunaan dana yang tepat guna yang dilakukan oleh pemprop SUMSEL demi untuk mengangkat citra daerah dan demi kemajuan daerah dan masyarakat SUMSEL.

    Maju terus Sriwijaya FC,,,
    kritik yang ada hanyalah hal biasa dan dapat dijadikan pemicu untuk lebih berprestasi lagi..

    Wass.

  3. orang pintar kalah dengan orang cerdas, sedangkan orang cerdas kalah dengan keberuntungan…….. yang ngaku pengamat bola diPlembang tu dak usah nak buruk-buruk i Sriwijaya FC aku tu…. ku Tujah gek…….

  4. SRIWIJAYA FC 3 vs PSMS MEDAN 1

    Title Final Liga Indonesia
    Date 10 February 2008 18.30 WIB
    Venue Stadion si Jalak Harupat, Soreang Bandung.

    Pertandingan dimulai dengan perubahan posisi Obiora yg biasa bermain di sayap menjadi striker berduet dengan Gumbs. Kuartet pertahanan tetap diisi oleh Isnan Ali,
    Charis, Renato dan Slamet Riyadi yg menggantikan posisi Warobay. Sementara kuartet gelandang diisi oleh Zah Rahan, Toni Sucipto, Wijay dan Benben. Kiper tetap dipercayakan kepada Ferry (yg menurut saya, mungkin saat ini ia adalah kiper terbaik di Indonesia ).

    Kehilangan Lenglolo dan Warobay cukup terasa di awal babak pertama dimana PSMS mengambil inisiatif melancarkan tekanan. Beratnya tekanan dari lawan membuat Wijay, Renato dan Charis terpaksa melakukan pelanggaran yg berbuah kartu kuning. Terlihat jelas juga mereka berusaha mematikan pergerakan playmaker kita Zah Rahan dengan pressing-pressing keras yg membuat Zah hampir tersulut emosinya. Untunglah sepanjang pertandingan Ferry bermain cemerlang dengan mementahkan serangan lawan.

    Setelah 20 menit awal perlahan-lahan kita berhasil kembali ke bentuk permainan umpan pendek dan 1 -2 sentuhan yg menjadi ciri khas kita. Hasilnya berbuah di sekitar pertengahan babak pertama. Pelanggaran di sisi kanan pertahanan PSMS berbuah free kick yg diambil oleh Zah Rahan yg memberikan umpan terukur kepada Obiora Dengan cerdik Obiora menyentuh bola sedikit untuk mencari ruang tembak dengan kaki kiri, shooting kirinya masih bisa diblok oleh Murphy, bola yg menjadi liar kemudian disambar sekali lagi oleh Obiora dgn kaki kanan yg kemudian berhasil menembus gawang PSMS. 1-0!

    Setelah gol ini, PSMS semakin bernafsu untuk membalas, akan tetapi justru petaka kembali harus diterima PSMS. Dalam satu serangan balik, Obiora yg mendrible bola di sisi kiri ditarik kaosnya oleh Murphy yg sebelumnya telah
    menerima kartu kuning pertama. Tanpa ampun wasit Purwanto pun menghadiahinya kartu kuning kedua (kartu merah). Diakhir babak pertama sempat terjadi clash antara Obiora dan Saktiawan yg untunglah berhasil diredam oleh rekan-rekannya.

    Babak kedua dimulai kita dengan satu serangan cepat lewat crossing Benben yg sayangnya tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh Zah Rahan. Di babak kedua ini, terus terang saya harus angkat topi dengan semangat anak-anak Medan .

    Kekurangan 1 pemain tidak membuat mereka bermain bertahan tetapi tetap bermain terbuka untuk menyamakan kedudukan. Untunglah kedua gelandang bertahan kita, Wijay dan Toni serta kuartet pertahanan kita bermain ciamik menghalau serangan PSMS. Khususnya Slamet Riyadi, ia berhasil mengambil alih peran Warobay dlm bertahan.

    Gencarnya serangan lawan yg dimotori Chena membuat kedua fullback kitapun akhirnya juga terpaksa melakukan profesional foul yg berbuah kartu kuning. Benben yg juga kelihatan kurang maksimal setelah cedera diganti oleh Korinus Fingkreuw.

    Dengan masuknya Fingkreuw maka terjadi perubahan posisi pemain dimana Zah pindah ke sayap kanan dan Obiora ke sayap kiri sementara Fingkreuw menjadi
    penyerang bersama Gumbs. Gol balasan PSMS akhirnya tercipta setelah barisan pertahanan kita kehilangan konsentrasi akibat terlalu sering digempur, berawal
    dari umpan James Koko kpd Fermento yg kemudian mengirimkan low drive ball ke tengah dan disambar langsung oleh James Koko, padahal saat itu ada 5 pemain kita di kotak penalti tetapi tak ada satupun yg me-marking James.
    1-1!

    Extra time babak pertama kedua tim bermain hati-hati. Terlihat jelas PSMS mengharapkan terjadinya adu penalti. Rahmat Darmawan melakukan pergantian jitu dengan mengganti Wijay dengan Alamsyah, Isnan Ali dengan Syarifuddin.
    Dengan masuknya kedua tenaga baru ini, kembali kita melakukan pola serangan yg lebih efektif. Hasilnya, pada extra time babak kedua, berawal dari corner yg diambil oleh Alamsyah, Gumbs menyundul bola yg kemudian deflect ke bahu Charis dan langsung masuk ke gawang PSMS.
    2-1!

    PSMS sempat mencetak gol balasan lewat James Koko yg kemudian dianulir wasit karena ia dan Fermento telah berada pada posisi offside ketika menerima bola.
    Perlawanan PSMS berakhir ketika mereka mendapatkan sepak pojok pada menit 113, Markus Horizon yg memutuskan maju ke depan utk membantu serangan terlambat turun kembali ke gawangnya.

    Zah Rahan yg mendapatkan umpan panjang dari Obiora langsung melepaskan satu tembakan terarah dari jarak sekitar 40 yard yg menamatkan perlawanan PSMS.
    3-1!

    What a game!

    Dan sejarah baru-pun tercipta!
    Double Winner in one season!

    Prestasi yg menurut saya akan sulit diulangi tim manapun di masa datang.

    Terima kasih kepada manajemen, para pemain, official dan supporter!

    Bung Rahmad Darmawan, anda memang layak dapat Bintang!

    Kepada anda, Bung Syahrial Oesman, selamat dan terima kasih atas dukungannya.

    Dan seperti kata anda “sejarah ini untuk rakyat Sumatera Selatan”

    Sekali lagi Terimo Kasih!

    Salam dari Banten

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s