Pilih Buaye Atau Rimau


Pilkada Sumsel tinggal beberapa bulan lagi. Suasana politik semakin menghangat. Persaingan dua kandidat Gubernur, Syahrial Oesman dan Alex Noerdin semakin keras. Setiap hari keduanya disibukan dengan kunjungan-kunjungan ke daerah untuk merebut simpati warga pemilih.

Namun bagi sebagian besar warga sumsel nampaknya lebih memilih santai-santai saja. Mereka sudah menunjukkan kedewasaan berpolitik, tak mau larut dalam panasnya suhu politik yang bisa saja menimbulkan konflik yang merugikan.

Beberapa warga di Palembang yang dijumpai wartawan mengaku tidak terpengaruh dengan suasana politik yang ada saat ini. Mereka lebih memilih melakukan kegiatan rutinitas sehari-hari saja tanpa harus ikut-ikutan berpolitik.

Dua kandidat Gubernur yang akan bertarung nampaknya sudah dipastikan bakal seru. Peluang munculnya calon lain dalam pilkada nanti menjadi sangat tidak mungkin mengingat semua “perahu” partai yang menjadi syarat untuk mengusung seorang calon sudah habis diborong kedua kandidat ini. Syahrial selain dijagokan PDIP juga memborong sekian banyak partai lainnya sebagai pendukung. Sedangkan Alex yang diusung partai Golkar juga sudah memborong PBR dan PAN. Sisa partai yang ada tak lagi mencukupi untuk mengusung seseorang menjadi calon Gubernur.

Karena bakal hanya dua orang kandidat yang bakal bertarung maka dipastikan persaingan akan sangat berat dan keras.

Dengan tertutupnya calon lain dalam pilkada nanti maka warga sumsel mau tidak mau dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama sulit.

Bagi kebanyakan  warga sumsel, nama Syahrial maupun Alex bukanlah nama yang asing. Dibalik keberhasilannya dalam membangun, ternyata keduanya memiliki kekurangan yang sama-sama berat.  Keduanya sangat piawai merecoki keuangan negara. Proyek-proyek selalu dijadikan ajang untuk mencari modal untuk kampanye mereka.

“Pilihan yang sama-sama sulit. Mesti pilih buaye atau pilih rimau”, ujar Abdillah warga Km.5 berkomentar.

Tak berlebihan nampaknya jika Abdillah menilai kedua calon gubernur tersebut sebagai Buaye dan Rimau. Bahkan beberapa orang petinggi kampus UNSRI pun setuju dengan ungkapan tersebut.

“Saya tahu betul siapa Syahrial dan siapa Alex Noerdin. Kita terbentur dalam pilihan yang sama-sama tidak mengenakan, jika tak ada figur lain yang muncul”, ujar seorang dosen Unsri berkomentar.

Tetapi dosen tersebut mengingatkan warga agar tidak memilih golput dalam pilkada nanti. Jika golput maka berpeluang untuk dipermainkan oleh kedua kubu untuk meraih kemenangan.

“Kalau kertas suara tidak dicoblos, maka justru akan dicoblos orang”, ujarnya.

Iklan

7 comments on “Pilih Buaye Atau Rimau

  1. assww,
    aku pilih dua duanya saja pak………….
    mudah2an waktu bertempur nanti harimau nerkam buaye yg lagi buka mulut lebar lebar, palak rimaunye masuk kemulut buaye, buaye keselek dak pacak bernafas….jadi mati due duenye…………..begitulah riwayat si malin kundang…ha ha ha ha wass.

  2. mari kita senantiasa berdo’a supaya daerah kita tercinta ini dipimpin oleh orang2 yang Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa….Amiin.
    walaupun mungkin cln2 yang akan bertarung itu saat ini masih banyak kurangnya..sekali lg mari kita do’akan smoga mereka mendapat Hidayah..
    Kewajiban kita adalah Turut serta dalam membangun Sumsel.

  3. yth, Bung Syahrial Oesman.
    aku sbg rakyat kecil yang menaruh perhatian pada hiruk pikuk pilkada gubernur yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat, disana sini hiruk pikuk konsolidasi masa yang dilakukan Bung Syahrial,langkah-langkah yang dilakukan menurut hematku sudah baik bisa memper erat hubungan silaturrahmi masyarakat yang merindukan Bung Syahrial, aku pernah datang kedesa ter isolir dan bicara dengan warga, apakah Bung syahrial sudah datang kedesa ini ia jawab sudah, sembari berujar: Alhamdulillah dio galak datng kesini melihat dusun kami, datang ke madrasah dusun ikak,mudah2han siape tahu gek dibantunyo madrasah dan dusun tubu supaye lebih maju lagi, yang terpenting aku sudah salaman dan ladapat Kalender Syahrial, jadi kalu kagek pilihan aku nak nusuk Syahrial tulah karena aku tau bahwa Syahrial tu keturunan KH.Abubakar Bastary Kyai besak di Sumsel ini jasanya banyak Alm Kyai Bakar tu Banyak Anak menantu yang juge banyak Ustazah,ustat ,guru agama,guru ngaji dan punyo madrsah agama, pokoknye dietu keluarge wang beagama dan keturunan Kyai tekenal yang banyak jasa disumsel ikak.
    sekedar saran masukan jika dianggap berguna, demi kebaikan untuk menuju langkah sukses kemenangan dalam Pilkda Gubernur yang akan datang aku menyarankan :
    -Undang dan panggil keluarga besar yang notabene keluarga besar Kyai tu, ajak mereka berembuk tuk bantu dalam kampanye, utamakan keluarge dulu karene mereka itu ikhlas dan tidak mungkin bermuka due, gunakan jaringan keluarga secara maksimal .setelah kami analisa dari silsilah keluarga besar Bung Syahrial sungguh luar bisa besarnya, dimana-mana ada keluarganya yang tersebar di pelosok desa yang ada di sumsel. sekali aku sarankan ke Bung Syahrial Undang, Ajak minta restu dengan handai tolan yang tua tua,yang mude2,ponaan2,beroyot,serta cucung2, minta doa restu serta ajak mereka supaya bersama-sama berjuang demi suksesnya membangun sumsel kedepan. terimaksih, semoga Bung Syahrial Mendengar dan membaca saranku ini.

  4. Sabda Rosul:
    ” Apabila suatu urusan diberikan atau dipegang oleh yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancuran”.

    TUKANG KUIS BUKAN AHLINYA MENGURUS RAKYAT !!!
    ——————————————
    iNCUMBENT HANYA COCOK MENGURUS BOLA KAKI SFC!!!
    ———————————————–
    apabilah dua-duanya terpilih khawatir bila keduanya terpilih
    dana APBD akan habis digunakan untuk membuat kuis, pentas artis dan pesta kembang api hati-hati, pilihlah pemimpin yang telah terbukti.

    tidak mungkin masyarakat sumsel main kuis semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s