Menggratiskan Biaya Pendidikan


Dwi Priyono

Pendidikan merupakan faktor utama sebagai penentu maju mundurnya bangsa ini di masa kini dan masa datang. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat maka kualitas sumber daya penggerak roda pembangunan akan meningkat. Sehingga bangsa ini akan segera bangkit dan maju.

Namun guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas ini masih diperlukan tahapan-tahapan yang mesti dijalani.

Upaya penerapan pendidikan murah atau bahkan pendidikan gratis memang mutlak untuk diperjuangkan. Pendidikan merupakan hak warga negara yang menjadi kewajiban pemerintah untuk memenuhinya. Masyarakat berhak menuntut jika pemerintah sebagai pemegang amanah melalaikannya.

Pemerintah sudah menggariskan alokasi anggaran untuk bidang pendidikan ditetapkan harus mencapai nilai 20 persen dari total anggaran pertahun. Sumsel merupakan propinsi yang secara tanggap menyikapi aturan tersebut. Telah beberapa tahun anggaran APBD Sumsel menyediakan alokasi diatas 20 persen untuk pendidikan.

Mengenai pendidikan gratis, atau sekolah gratis, pun tidak bisa serampangan diterapkan dalam masyarakat. Perlu tahapan-tahapan agar program sekolah gratis bisa berlangsung dan berhasil.

Sebelum menggratiskan biaya pendidikan terlebih dahulu harus dilakukan penyiapan infrastruktur pendidikan secara memadai. Pembangunan-pembangunan sarana pendidikan harus dilakukan ada tidak ada lagi sekolah-sekolah yang rusak dan menambah gedung-gedung sekolah baru di daerah-daerah yang belum ada sekolah.

Selain itu pembinaan personalia tenaga kependidikan pun harus dilakukan secara serius. Sertifikasi tenaga guru, pengaturan dan penempatan guru terutama bagi daerah-daerah terpencil, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan harus menjadi target utama sebelum program sekolah gratis diterapkan, disamping pengkajian ketersediaan dana untuk pembiayaan pendidikan jika biaya pendidikan digratiskan.

Tahapan-tahapan itu harus berlangsung dalam beberapa tahun. Artinya pendidikan gratis tidak bisa diterapkan dengan cara membalikan telapak tangan. Perlu waktu, pematangan konsep, pemikiran dan kajian-kajian mendalam.

Tahapan-tahapan yang hampir sempurna kini telah dilakukan oleh pemerintah propinsi Sumatera Selatan. Sejak awal tahun 2000 pemprop sumsel telah memulai tahapan untuk mencapai pendidikan gratis di Sumsel.

Beberapa tahun anggaran pendidikan diprioritaskan untuk membangun fasiltas pendidikan. Sekolah-sekolah rusak direhab. Penambahan Unit Sekolah Baru dan penambahan sarana-prasarana lainnya, seperti laboratorium, perpustakaan dan perlengkapan belajar, dilakukan dengan dana besar.

Tahun berikutnya melanjutkan ke tahapan berikutnya. Peningkatan kualitas tenaga pendidik terus dilakukan. Pemberian beasiswa bagi guru untuk melanjutkan jenjang pendidikan, pelatihan-pelatihan profesionalitas tenaga pendidik, pelaithan manajeman dan mutu pendidikan, serta pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja guru dan Kepala Sekolah dalam mengelola keuangan sekolah.

Kini kita sudah sampai pada tahapan profesionalisasi tenaga guru melalui kegiatan sertifikasi tenaga guru yang diharapkan menjadi standar kualitas pendidik di Sumsel.

Nah jika sudah malalui proses dan tahapan-tahapan diatas, maka tanpa ragu lagi di tahun mendatang Sumsel sudah berani secara tegas menyatakan seluruh pendidikan di Sumsel adalah Gratis.

Masuk akal bukan?

Iklan
By Andang Supriadi Posted in Opini

5 comments on “Menggratiskan Biaya Pendidikan

  1. setuju pak masalah pendidikan gratis..
    tapi penjabaran bpk masih banyak menggantang diangan angan, dgn kata lain orang masih banyak bertanya, bagaimana dengan anggaran biayanya, ditambah lagi katanya pengobatan gratis juga,,apakah ini cukup ?? karena kalu bicara gratis, ini sifatnya subsidi 100 % tanpa ada feetback jangka pendek.
    makanya kami anggap cita cita luhur ini tetap akan meragukan apabila tidak disertaai dengan penjabaran secara kuantitaf, yg menunjukan fakta keseimbangan antara cita cita dan kenyataan.

  2. sori pak ditambahkan, bapak juga tidak menjabarkan masalah standarisasi, mulai dari sarana sampai dengan prasarana pendidikan itu sendiri, gedung sekolah, bangkunya, laboratoriumnya dll.
    jadi bagi kami sebagai masyarakat, janji janji tawaran seperti inilah bentuk suatu pendidikan yg diberikan pemerintah ke masyarakat, apakah ini suatu kenyataan atau hanyalah suatu bentuk pembohongan publik.

  3. pada dasarnya saya sebagai rakyat indonesia sangat mensupport dan bangga sekali dengan ide dan terobosan mengenai sekolah gratis………….
    kalo saya boleh berpendapat, bahwasanya pendidikan gratis yang dicanangkan bukan hanya sebagai slogan dan strategi sesaat untuk menarik simpati rakyat pada saat PEMILUKADA.
    rakyat sudah lelah dibohongi……
    kami bukan menghendaki pendidikan gratis, namun kami membutuhkan pendidikan yang berkualitas…..
    untuk apa pemerintah menggratiskan pendidikan dengan seabrek tahapan dan konsepnya, apabila pendidikan tersebut tanpa memandang kualitas….apa iya pendidikan itu bisa gratis…..?
    ( Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Palembang 2007-2008 )

  4. Pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah terhadap rakyatnya.
    yaitu pendidikan yang mampu mencerdaskan dan memanusiakan manusia dan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. terlepas apakah pendidikan itu gratis atau tidak pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah harus memenuhi syarat tersebut diatas yg saya sampaikan.

  5. yth, Bung Syahrial Oesman.
    aku sbg rakyat kecil yang menaruh perhatian pada hiruk pikuk pilkada gubernur yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat, disana sini hiruk pikuk konsolidasi masa yang dilakukan Bung Syahrial,langkah-langkah yang dilakukan menurut hematku sudah baik bisa memper erat hubungan silaturrahmi masyarakat yang merindukan Bung Syahrial, aku pernah datang kedesa ter isolir dan bicara dengan warga, apakah Bung syahrial sudah datang kedesa ini ia jawab sudah, sembari berujar: Alhamdulillah dio galak datng kesini melihat dusun kami, datang ke madrasah dusun ikak,mudah2han siape tahu gek dibantunyo madrasah dan dusun tubu supaye lebih maju lagi, yang terpenting aku sudah salaman dan ladapat Kalender Syahrial, jadi kalu kagek pilihan aku nak nusuk Syahrial tulah karena aku tau bahwa Syahrial tu keturunan KH.Abubakar Bastary Kyai besak di Sumsel ini jasanya banyak Alm Kyai Bakar tu Banyak Anak menantu yang juge banyak Ustazah,ustat ,guru agama,guru ngaji dan punyo madrsah agama, pokoknye dietu keluarge wang beagama dan keturunan Kyai tekenal yang banyak jasa disumsel ikak.
    sekedar saran masukan jika dianggap berguna, demi kebaikan untuk menuju langkah sukses kemenangan dalam Pilkda Gubernur yang akan datang aku menyarankan :
    -Undang dan panggil keluarga besar yang notabene keluarga besar Kyai tu, ajak mereka berembuk tuk bantu dalam kampanye, utamakan keluarge dulu karene mereka itu ikhlas dan tidak mungkin bermuka due, gunakan jaringan keluarga secara maksimal .setelah kami analisa dari silsilah keluarga besar Bung Syahrial sungguh luar bisa besarnya, dimana-mana ada keluarganya yang tersebar di pelosok desa yang ada di sumsel. sekali aku sarankan ke Bung Syahrial Undang, Ajak minta restu dengan handai tolan yang tua tua,yang mude2,ponaan2,beroyot,serta cucung2, minta doa restu serta ajak mereka supaya bersama-sama berjuang demi suksesnya membangun sumsel kedepan. terimaksih, semoga Bung Syahrial Mendengar dan membaca saranku ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s