D’Green Community (komunitas hijau) resmi dilaunching Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH di lapangan Baseball Jakabaring, kbeberapa waktu lalu. Keanggotaannya dari kalangan pelajar, mahasiswa dan berbagai pihak terkait lainnya yang  ingin mencoba memperbaiki, menjaga serta melestarikan lingkungan hidup.
Launching D’Green Community dihadiri ratusan undangan mulai TK, SD, SMP hingga SMA di kota Palembang. Di antaranya, para peserta Perkemahan Sabtu Minggu anggota Pramuka dari berbagai sekolah. Sabtu malam lalu, anggota Pramuka dan undangan yang hadir sempat dihibur Paramita Rusady dengan lagu-lagu tentang lingkungan hidup.
“Terbentuknya komunitas hijau ini sebagai implementasi dari semangat green movement,” ujar anggota DPR RI Dodi Reza Alex sekaligus pengagas komunitas hijau ini. Tujuan akhir komunitas tersebut untuk menjadikan Bumi Sriwijaya tetap hijau. Termasuk dalam upaya melestarikan flora dan fauna di Sumsel. “Acara hari ini, kita menanam beragam jenis pohon seperti Trembesi dan Mahoni. Lalu menebar benih ikan serta uji emisi gas buang kendaraan bermotor,” jelasnya.
Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH mengatakan, tren perbaikan dan pelestarian lingkungan sudah menjadi upaya sebagian besar negara di dunia. Indonesia, khususnya Sumsel siap menjadi paru-paru dunia untuk mendapatkan kompensasi negara maju penghasil polusi. Salah satunya melalui program one man one tree (OMOT).
Belum lama ini, Sumsel menerima bantuan satu juta bibit Trembesi. Akan ditambah lagi 2-3 juta benih Trembesi. Targetnya, dalam 2-3 tahun bisa tertanam 7 juta pohon, sesuai dengan jumlah penduduk Sumsel. “Nah, hari ini kita launching D’Green Community yang pertama di Indonesia. Melalui komunitas ini, kita bisa tarik pendanaan dari luar untuk program pelestarian lingkungan hidup di Sumsel,”ujarnya.
Tindaklanjutnya, setiap daerah di Sumsel diharap membentuk komunitas serupa yang punya kepedulian terhadap lingkungan. Gubernur meminta dukungan dari kepolisian agar bisa menindaktegas para pelaku penebangan liar (illegal logging, red). “Kalau masih ada, silakan aparat berwenang untuk bertindak tegas,”tukasnya. Dikatakannya, salah satu dampak penebangan liar yakni banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini.
Dikatakan Alex, akibat banjir ini banyak sawah dan infrastruktur yang rusak. Untuk memperbaiki berbagai kerusakan itu diperlukan biaya yang tidak sedikit. “Kalau air surut, masyarakat perlu diwaspadai berbagai penyakit,”cetusnya.
Yang menjadi pemikiran saat ini bukan hanya penanggulangan sesaat akibat banjir dan longsor yang terjadi. Alex menyakini langkah itu tidak akan menjadi penyelesaian yang baik. Yang diperlukan adalah memperbaiki daerah tangkapan air dan daerah aliran sungai (DAS) yang rusak.
Menurutnya, perlu komitmen semua pihak untuk bisa mewujudkan hal itu. Tak hanya pemerintah provinsi tapi juga pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat. Karena upaya ini dana yang diperlukan juga tidak sedikit. “Bisa saja kerusakannya lintas provinsi dan lintas kabupaten/kota,”tutur Alex lagi.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Kadishubkominfo) Sumsel Ir H Sarimuda MT menghimbau seluruh sopir AKDP dan AKAP untuk waspada selama perjalanan. “Kita himbau mereka untuk berhati-hati agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan,”pesannya.
Para sopir juga diminta untuk mengurangi kecepatan dan istirahat cukup agar tidak mengantuk saat mengemudikan kendaraan. Serta menghentikan kendaraan untuk sementara waktu jika hujan sangat deras. “Beberapa ruas jalan kan sempit, banyak tikung dan licin jika hujan. Makanya, kalau bisa berhenti dulu hingga hujan reda,”imbuhnya.
Dikatakannya, beberapa ruas jalan yang rawan longsor seperti jalur Lahat- Pagaralam, Prabumulih-Baturaja, Betung-batas Jambi, kawasan Kurungan Nyawa dan Tebing Tinggi-Lahat-Lubuk Linggau. Terkait kemungkinan banjir dan longsor, Dishubkominfo Sumsel telah mengantisipasinya dengan beberapa langkah penting. Salah satunya, berkoordinasi dengan ORARI dan radio panggil lainnya untuk menginformasikan lokasi rawan. Termasuk jika ada bantuan. “Kita tugaskan tim khusus apabila ada banjir atau longsor di suatu daerah,”cetusnya.
Telah pula diinstruksikan kepada Dishub kabupaten/kota untuk menyiagakan personilnya, siang maupun malam siap action. Kesiapsiagaan personil ini penting jika sewaktu-waktu diperlukan. Masing-masing Dishub telah pula berkoordinasi dengan jajaran Dinas PU Bina Marga.
“Alat berat telah pula di standby kan pada jarak terdekat ke titik-titik rawan,”jelas Sarimuda. Jika terjadi banjir atau longsor, maka alat berat dan personil yang ada bisa segera dikerahkan ke sana. Tujuannya, agar dalam waktu singkat dampak banjir atau longsor bisa diatasi.
“Kalau misalnya ada ruas jalan yang tergerus atau tertimbun, bisa kita perbaiki atau dibuka sementara agar kendaraan bisa tetap melintas sehingga tidak terjadi kemacetan lama,”bebernya. Lima pos pemeriksaan terpadu (PPT) Dishubkominfo pun dijadikan posko terpadu untuk pengkoordinasian pemantauan banjir maupun longsor.