Orang Mati dan Orang Sakit Jadi Komoditas Politik


papan kampanye

Ada beberapa hal menarik menjelang Pilkada yang akan berlangsung beberapa bulan mendatang di wilayah sumatera selatan ini. Berbeda dengan pada masa-masa lalu, seorang calon pemimpin, (baik calon Bupati, Walikota ataupun Gubernur) yang berusaha meraih simpati rakyatnya dengan menawarkan berbagai janji tentang kesejahteraan, kemakmuran dan kemajuan daerah. Namun saat ini justru komoditas politik yang ditawarkan para calon justru ke hal-hal lain yang jauh dari urusan sejahtera, sebagaimana yang di dambakan rakyat saat ini.

Ir.Sarimuda, bakal calon Walikota Palembang nampaknya sangat berhasil meraih simpati warga Palembang dengan mengusung “Orang Mati” sebagai komoditas politik yang ia tawarkan. Tentu saja orang mati yang dimaksud bukanlah jenazahnya, melainkan hal-hal yang berkaitan dengan kematian orang.

Jadi orang mati di Palembang saat ini bukanlah hal yang mudah nampaknya. Orang mati kerap juga menjadi beban keluarga yang ditinggalkannya. Mulai dari pengurusan jenazah, pengantaran dan penguburan seorang jenazah pun mesti memerlukan biaya juga. Hal inilah yang menginspirasi Sarimuda untuk tampil mencari dukungan. Lewat organisasi yang ia dirikan Forum Amal Kematian (Fakem) Palembang Darussalam, sarimuda melakukan pendekatan dengan masyarakat.

“Yang jadi perhatian Sarimuda ada bagaimana ngurusin orang mati. Makanya bantuan yang diberikannya berupa kain kapan, ambulan gratis dan hal-hal lain untuk persiapan orang mati”, ujar seorang warga Palembang kepada Wartawan.

Sedangkan bagi orang hidup dan masa depannya nampaknya kurang ia perhatikan. “Yang penting bagi kami adalah bagaimana bisa hidup yang lebih layak, perkara mati itu urusan nanti”, ujar warga tersebut.

Bupati Muba, H.Alex Noerdin yang akan menjadi calon Gubernur Sumsel pun menggunakan komoditas politik yang agak berbeda. Alex memilih “orang sakit” menjadi salah satu komoditi unggulan yang ia tawarkan. Berobat gratis bagi orang sakit selalu ia kampanyekan. Bahkan ketika ada warga yang sakit dan berobat ke rumah sakit, atau hingga berobat ke luar negeri secara gratis, akan menjadi kebanggaan untuk dijadikan contoh bukti adanya janji berobat gratis tersebut.

“Masyarakat senang dengan adanya berobat gratis, tapi yang betul-betul diperlukan saat ini bukanlah itu, tetapi perbaikan taraf kehidupan”, ujar Syamsuddin warga Makrayu kepada Wartawan saat dimintai komentarnya.

Menurut Syam, kalau urusan sakit itu kan hanya sekali-kali, tapi yang mendesak tiap hari adalah urusan perut dan keinginan memperoleh penghidupan yang lebih baik. “Kalau ekonomi rakyat kita baik maka urusan berobat adalah urusan mudah. Biar mahalpun tak akan jadi masalah, yang penting duitnya ada”, ujar warga tersebut.

Komoditas politik yang hampir sama yang ditawarkan para calon pemimpin adalah Pendidikan Gratis. Para calon sama-sama menawarkan sekolah yang tidak bayar bagi warganya. Namun hal itupun tak terlalu dianggap menarik bagi sebagian warga. Mereka justru tak mengharapkan itu.

“Yang kami harapkan adalah bukan biaya sekolah yang gratis, tetapi biaya untuk anak saya ke sekolah bisa ditanggung pemerintah”, ujar Suherlan warga Tangga Buntung. Menurut warga tersebut, yang berat bagi orang tua adalah kebutuhan biaya sehari-hari untuk anaknya sekolah. Ongkos sekolah setiap hari dan uang jajan anaknya adalah beban yang berat.

“Kalau bisa pemerintah menyediakan angkutan anak sekolah secara gratis dan makanan jajanan gratis yang disediakan disekolah. Jika kedua hal itu tak menjadi beban orang tua lagi, maka kami akan benar-benar terbantu”, ujarnya.

Sedangkan urusan SPP setiap bulan, bagi mereka tak terlalu berat karena hanya satu bulan sekali. “Yang berat yang setiap hari mesti ada ini pak”, ungkap warga asal OKI tersebut.

Nah, bagaimana menurut anda?

Iklan

4 comments on “Orang Mati dan Orang Sakit Jadi Komoditas Politik

  1. kita cari pemimpin BARU dengan BUKTI yg sudah ada selama ini….!!!
    BEROBAT GRATIS….?NYATA UTK RAKYAT…!!!
    SEKOLAH GRATIS….?MEMBUAT WARGA KITA PINTER…!!!LEMAK KAN KALO…..
    terbukti dalam karya, 5tahun GRATIS SEKOLAH!!!
    Siapo pencetusnyo….?! ALEX NOERDIN BE,,,

    COBLOS YAAA…..

    SUMSEL PASTI MAKMURRRR….

  2. Qt cari pemimpin yg benar2 memikirkan rakyat. dari hidup sampai mati semua ada yg ngurus.
    pengobatan,sekolah gratis,sampe mati oun jg ada yg ngurus…n msh banyak lg program2 lainnya yg anda2 blom tau!?
    jadi pilihlah sarimuda mantap,maju menata palembang!
    caaiioooo!!!

  3. oi berenti la dulu ngomong gratis2 tu, galonyo tu la di programke oleh wong pusat galo,,pacak ngomong besak be kau ni,,BESAK KELAKAR nian..

  4. Ping-balik: muhammad tisna alfandi blog

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s