Syahrial Dikelilingi Orang – Orang ABS


Menjadi seorang pemimpin di era reformasi ini memang sangat berbeda dibandingkan dengan di masa orde baru dahulu. Kendati kelihatannya enak, gaji besar, fasilitas lengkap dan disanjung dipuja, ternyata kenyataannya bisa sebaliknya. Capek, repot, tak punya waktu luang lagi dan berpeluang besar untuk didemo bahkan dilaporkan ke lembaga penegak hukum karena tuduhan korupsi. Inilah kenyataanya.

Banyak yang menilai pemimpin seperti Gubernur itu serba mudah karena segala urusan pekerjaannya sudah ada yang memegangnya dan mereka adalah orang-orang ahli dibidangnya.

Untuk urusan pembangunan infrastruktur, misalnya, Gubernur tinggal memerintahkan Kepala Dinas PU dan jajarannya. Untuk urusan pertanian, Gubernur juga cukup menunjuk Kepala Dinas Pertanian yang pasti seorang sarjana pertanian yang ahli dibidangnya.

Namun kenyataanya dugaan seperti ini tak selamanya benar. Bahkan tak jarang seorang Gubernur mesti punya inisiatif sendiri, mengerjakannya sendiri tanpa harus menunggu inisiatif bawahannya.

Hal seperti ini yang kini banyak dilakukan oleh Gubernur Sumsel, Ir.Syahrial Oesman. Sebagai seorang pemimpin yang dikenal enerjik, cepat dan trengginas, Syahrial saat ini kerap melakukan lompatan-lompatan yang nyaris tak terikuti oleh bawahannya. Syahrial dengan ide-idenya selalu membuat staf dan bawahannya keteteran. Dan para staf dan kepala-kepala Dinas pun nampaknya cuma enjoy jadi pengikut belaka, tanpa banyak melahirkan ide sendiri.

Menurut seorang tokoh Sumsel beberapa waktu lalu kepada Sumsel News mengatakan jika Syahrial memang tidak memiliki orang yang menjadi tempatnya bertukar pikiran. Syahrial hanya jadi seorang fighter yang bekerja sendiri.

“Staf dan bawahan Syahrial sekedar orang-orang Asal Bapak Senang (ABS) yang cuma bisa manggut-manggut dan tak ada keberanian untuk memberikan pertimbangan atau kritikan terhadap setiap langkah Syahrial”, ujar tokoh tersebut.

Lihat saja, apapun yang dilakukan Syahrial selalu diamini begitu saja oleh orang-orang disekitarnya. Kendati langkah Syahrial keliru sekalipun.

Sumber tersebut mencontohkan langkah Syahrial yang berniat menggelar kegiatan HUT PDIP di Palembang yang akan mengundang Megawati secara besar-besaran. Menurut tokoh tersebut, seharusnya Syahrial lebih peka terhadap kondisi politik yang berkembang belakangan ini. Jika Syahrial sampai mendatangkan Megawati dengan acara besar-besaran, ini berarti akan membuat jarak dirinya dengan penguasa saat ini, SBY.

“Pasti SBY akan menilai Syahrial loyal sama Mega, dan ini jelas akan dianggap merugikan kubu SBY. Jika ini sampai terjadi maka bukan tidak mungkin jika pihak SBY akan mulai membisiki ketua KPK untuk mulai membuka borok-borok Syahrial dengan tuduhan korupsi.”, ujarnya sumber tersebut.

Sejak dulu pihak SBY selalu khawatir dengan kondisi Sumsel yang bisa saja menjadi wilayah kekuatan Megawati utama mengingat Taufik Kiemas sendiri adalah putera asli Sumsel. Namun pada Pemilu lalu justru kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Jika saja saat ini Syahrial secara terang-terangan akrab dengan Megawati maka tidak mustahil pihak SBY akan mulai mencurigai setiap langkah Syahrial.

Kendati kondisinya seperti ini namun nampaknya tak ada satupun orang dekat Syahrial yang berani mengingatkan atau secara tegas melarang Syahrial melakukan langkah berbahaya tersebut. Mereka justru terdiam semua, setuju saja dan mendukung terus.

“Seorang pemimpin juga mesti selalu dikoreksi, bukan cuma diamini saja. Sebab kritik untuk kebaikan adalah penting dari pada anggukan setuju yang justru bisa menjerumuskan”, ujarnya lagi.

Iklan

3 comments on “Syahrial Dikelilingi Orang – Orang ABS

  1. Hahahahahaha…..
    Dasar wartawan amplop. Ujung2nya pasti menjelek2kan Syahrial. Pak kalau SBY tidak suka kepada Syahrial tidak akan mungkin SBY terpikir untuk menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama kepada Syahrial. Dan kalau SBY curiga atau tidak suka ke Syahrial maka tidak akan mungkin juga dalam setiap rapat SBY minta Syahrial untuk duduk didekatnyakan?

    Pak sebenarnya gaji wartawan tuh berapa sih sampe2 demi amplop 5juta langsung mau membuang harga diri dan intergritas. Serendah itukah harga diri dan integritas seorang wartawan??

  2. WEIT….WEIT….Kog Bisa….?! emang jujur banget pemberitaan diatas itu, FAKTA Yg BICARA…!!!

    Jadiii,,,
    ALEX NOERDIN Oi, yg pantas memimpin kito niy…!!!

    terbukti dalam karya, 5tahun GRATIS SEKOLAH!!!
    Siapo pencetusnyo….?! Alex Noerdin gitu loch,,,

    COBLOS YAAA…..

    SUMSEL PASTI MAKMURRRR….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s