Visit Musi Gagal ?


VISIT MUSI 2008 TERANCAM GAGAL ?

Kepala Dinas Pariwisata Sumsel, Ir.H.Rahman Zeth mengatakan jika hingga saat ini program Visit Musi telah terselenggara sekitar 5 persen. Ia optimis sekali jika visit Musi 2008 akan mampu terselenggara 100 persen tepat sesuai target.

Ungkapan ini jelas menunjukkan ketidak mengertian seorang Kepala Dinas pariwisata terhadap apa itu Visit Musi 2008 yang  sesungguhnya. Rahman Zeth hanya menganggap Visit Musi hanya sebatas program pemerintah yang harus dilaksanakan dengan dukungan pengucuran dana APBD. Nampaknya ia menyamakannya dengan program-program lain yang hars dilaksanakan hingga selesai tepat waktu 100 persen. Visit Musi 2008 dianggap sama dengan proyek-proyek basah lainnya.

Padahal ukuran sukses tidaknya program Visit Musi bukanlah terletak pada terlaksana tidaknya program,-program yang diagendakan. Melainkan yang namanya tahun kunjungan adalah seberapa besar kegiatan ini dihadiri oleh para turis, wisatawan nasional maupun mancanegara. Padahal hingga saat ini tak nampak ada perubahan yang meningkat terhadap arus kunjungan wisata yang datang ke sumatera selatan.

“Jelas visit Musi ini gagal. Program ini hanya menghambur-hamburkan uang. Tak ada turis dari luar ataupun wisatawan domestik yang sengaja datang ke sumsel untuk berwisata. Visit Musi tak memberi pengaruh apa-apa bagi pariwisata daerah. Visit musi tidak mencapai sasaran. Bahkan adanya visit musi dengan tidak ada pun sama saja”, ungkap seorang warga Palembang, Budi Mulyono kepada wartawan di areal Benteng Kuto Besak beberapa waktu lalu.

Visit Musi Gagal

Sejak dicanangkan pada 5 Januari 2008 lalu, program Visit Musi 2008 memang tak bermanfaat apa-apa. Suasana di Sumsel pun tak berbeda dari masa-masa sebelumnya. Objek-objek wisata tetap saja sepi. Tak ada turis asing atau wisatawan domestik dari luar sumsel. Hotel-hotel, restoran, perusahan biro perjalanan dan infrastruktur penunjang pariwisata yang ada di sumsel sama sekali tak ada riak-riak perubahan. Semua tetap seperti biasa. Suasana tahun kunjungan wisata Visit Musi 2008 sama sekali tak terasa. Tak ada kesan wisata sama-sekali di propinsi ini. Visit musi jelas gagal.

Apalagi dibandingkan dengan besarnya uang yang dibelanjakan untuk program tersebut sangat tidak sedikit. Dari APBD tahun 2007 lalu telah dibelanjakan dana puluhan milyar. Dana itu dikucurkan untuk memperbaiki segala fasilitas wisata yang ada. Dari APBD tahun 2008 ini ditambah lebih banyak lagi. Rp.25 Milyar dihamburkan untuk satu tahun ini.

Pada acara pencangan visit musi 2008 yang diselenggaran pada 5 Januari lalu juga menghamburkan dana Rp.3 Milyar dalam separuh malam saja. Acaranya justru terkesan jauh dari aroma wisata, tetapi lebih mirip dengan acara gebyar tahun baru yang dimeriahkan oleh deretan artis dari jakarta. Grup-grup musik diboyong Helmi Yahya ke Palembang untuk memuaskan selera warga yang haus akan hiburan musik. Sedangkan suasana wisata tak ada.

Telah banyak kritik yang dilontarkan kepada Pemprop Sumsel dan Pemkot Palembang yang menjadi pihak penyelenggara kegiatan Visit Musi 2008 ini. Rata-rata kritik yang masuk adalah mempertanyakan keberadaan program visit musi yang hanya terkesan akal-akalan mencari duit saja. Namun pemprop Sumsel dan Pemkot palembang sama sekali tak mau peduli. Mereka justru bersikukuh untuk tetap melanjutkan dan optimis akan sukses. Entah apa standar sukses yang mereka gunakan ini.

Nah kita lihat saja. Bisa-bisa visit musi 2008 akan menjadi bumerang bagi Gubernur dan Walikota saat ini. Terutama menyangkut penggunaan uang rakyat.

Iklan

30 comments on “Visit Musi Gagal ?

  1. assalamualaikum ww,
    sungguh tak ada yang salah, semua kritik dan saran yang dilontarkan oleh pak hasan.
    sayang sungguh sayang, komentar beliau direspon secara pedas oleh orang orang yang kurang melek pola pikirnya.
    pak Hasan ,, salam hormat dari kami warga palembang, yang selalu menelaah semua tulisan pak hasan, rupanya bapak juga sering menulis di kolom rubrik salah satu majalah ibukota, khususnya untuk kolom politik dan budaya.
    apakabar para penyelenggara VISIT MUSI ??
    selamat sukses ya, sukses mengucurkan dana APBD, bukannya sukses visit musinya, hahaha…
    kelakuan !!!
    Wsslm

  2. walaikum salam ya faisal,,
    kita doakan saja bagi orang orang yang merasa terusik dengan kritik dan saran, semoga kedepan mereka terbuka hatinya untuk menampung semua aspirasi masyarakat dan mengambil keputusan terbaik demi kemajuan daerah kita tercinta.

    satu hal lagi, saya berharap kepada semua pecinta blog ini janganlah cepat berburuk sangka terhadap setiap kritik dan saran, yakinlah bahwa kita semua cinta daerah kita, bahwa setiap kritik dan saran itu bukannya untuk menyerang secara personal, tetapi untuk mempertimbangkan setiap keputusan yang tengah diambil, agar setiap pembangunan daerah kita mencapai tujuan yang maksimal..

    salam dari jauh..
    wassalam.

  3. Apakah gagalnya visit musi saat ini dikarenakan eventnya bersamaan dengan visit indonesia ?

    Dan apakah permerintah daerah tidak tahu jika ada event besar yang bersamaan dengan kegiatan visit musi ini, sehingga visit musi menjadi sepi …

  4. kita cari pemimpin BARU dengan BUKTI yg sudah ada selama ini….!!!
    BEROBAT GRATIS….?NYATA UTK RAKYAT…!!!
    SEKOLAH GRATIS….?MEMBUAT WARGA KITA PINTER…!!!LEMAK KAN KALO…..
    terbukti dalam karya, 5tahun GRATIS SEKOLAH!!!
    Siapo pencetusnyo….?! ALEX NOERDIN BE,,,

    COBLOS YAAA…..

    SUMSEL PASTI MAKMURRRR….

  5. Bung qorry
    enak dong kalu semua gratis, sekalian aja pdam pln telkom dan ada uang bulanan pegganti gaji buat makan dan lain lain, gratisin ke setiap KK, biar sekalian orang orang sumsel gak usah kerja, tiduuuurrr aja dirumah. ha ha ha ha ha ha …………….
    capek dah mikirin gratisan semua, ingat dengan film pak ogah jadinya ha ha ha ha ha ha …

  6. Visit musi years…. he…he….he, kayak main-main ya, apa sich yang mau dikunjungi dipalembang ato disumsel kesluruhan. program tersebut cuma menghambur-hamburkan uang saja. pak syahrial dan pak edy santana sedang bermain-main dengan uang negara dan uang rakyat, dari sisi mana indahnya kota palembang yaaa………… saya sudah berkeliling ke 33 provinsi di Indonesia, mungkin cuma sumsellah tempat yang paling tidak menarik. gak ada keindahan sama sekali. Cuma mungkin yang indah banyaknya tempat pelacuran yang dilegalkan oleh pak edy dan syahrial kaena meeka juga ikut nimbrung juga disana.

    Kita liat aja, apakah bisa mendongkarak PAD dengan Visit musi years 2008 atau beban hutang bagi pemimpin daerah pasca pilkada nanti.

    Heee…he…. saya jadi ingat gimana syahrial menggebu-gebu di metro TV ttg visit musi years tetapi ditanggapi dingin oleh presenter. Mungkin si Presenter tahu ya…. sumsel itu tak seindah omongan Si gubernur. he…he…he…..

    Cari yang bermanfaat saja pak…. rakyat butuh beras…rumah….minyak dlll.

  7. Pak Mail makanya jangan cuma bisa protes aja. Mana kontribusi mu? Paling ngga Pak Gubernur Syahrial Oesman kita berusaha keras mencoba menjual Sumsel kan??

    Pak lain kali coba jalan2 dulu ke daerah Sumsel yang lain jangan berkutat di Palembang aja. Bapak tau ngga klo daerah Pagaralam itu perkebunanteh dan gunungnya bahkan jauh lebih bagus dan indah ketimbang Puncak yang dibangga2kan banyak orang. Tau ga klo Danau Ranau itu sama bagusnya dengan Danau Toba?? Lain kali jalan2 dulu Pak, liat dulu baru besak omong… Dak usah tong kosong nyaring bunyinya…
    NATO = NO ACTION TALK ONLY!!!

  8. aku nak jualan duren bae..supayo dak berusaha keras…
    duren duren..duren duren…3 seribu lagi anget pacak tukar barang burukan….
    yang bagus regonyo mahal sikok 20 ribu kerno modal mahal ..ayo ayo siapo nak beli
    yang uletan pacak gratiss..ayo ayo siapo nak beli..mumpung ado….yang besakkk yang bagus …sudah bawak ke jakarta, kito makan buah ujung bae…ayo …ayo…payah katek yang beli, sikok manusio plembang dak ado yg nak beli, tapi mudah2an ado turis bulek datang beli duren aku ini …yo tuhan lakukelah duren tengkot ini…mudah2an pulok diborong galonyo..samo turis…

  9. terlepas dari setuju ngak setuju tentang visit musi 2008,kita memeng harus saling bahu-membahu memajukan sum-sel ini….

    kalau kita melihat tentang apa yang telah diperbuat oleh penguasa sumsel, bupati,camat,kades

    saya setuju dengan AYU….
    saya sebagai seorang putra daerah RANAU yang skr berada jauh dari ranau,sangat kecewa sekali….
    kenapa wisata danau ranau dll,kurang mendapatkan perhatianya….padahal wisata tsb sangat indah.
    ini di karenakan kurangnya tanggung jawab dari pemda setempat,mereka hanya memikirkan “program pribadi”
    semoga pada pilkada yang akan datang masyarakat bisa memilah mana pemimpin yang layak dan bisa memberikan kontribusi terhadap daerah nya masing-masing.yang pastinya pejabat tsb memang berpengalaman di bidang ilmu pemerintahan bukan dari kalangan “pengusaha”

    hidup SUM-SEL

  10. saya kira kalau pak gubernur hanya bisa membuat suatu event yang gebyar saja tanpa ada tindakan nyata selanjutnya rasanya berat untuk dia mempertahankan posisinya kedepan.
    betul beliau itu orangnya kreatif inovatif tetapi dia kurang aplikatif . seperti visit musi, bagus betul event ini kalau digarap secara serius, tapi sepertinya beliau terbentur dengan dana investasi yang besar dalam membangun sarana dan prasarana, jadi oleh beliau yang dibesarkan acara peresmiannya saja, ha ha ha…,tapi kenapa gak diundang investor,,sepertinya pak gubernur trauma dengan kasus investor tanjung api api. memang objek wisata sumsel tidak banyak tetapi objek wisata tsb kualitasnya kelas wahid semua. tetapi dalam hal ini herannya kenapa gaungnya besar sekali tetapi persiapan sarana dan prasarananya boleh dibilang melempem. pemda daerahnya acuh tak acuh semua, baik ranau maupun pagaralam,,,masalah hotel yang berstandar international sudah banyak, tetapi kan hanya di palembang, sementara orang mau ke dempo atau ranau,,masak harus disiruh nginap di losmen atau hotel kecil yg sederhana, gak ada air, wc nya bauk, restauran gak ada,, yang namanya turis dunia,,ya kelasnya international dong. jadi ya siapkan juga hotel yang kelasnya sama dengan aston, horizon palembang, walau hanya kecil saja, nah ranau juga sama. masak sih dari dulu tahun 80an ngandalin wisma pusri terus. kemudian juga penting sekali dalam wisata ini adalah para guide yang professional, yang mengerti benar maunya para turis…kemudian ditambah sarana hiburan lain, dilokasi wisata, seprti kereta gantung, kereta listrik, kapal pesiar danau, boat, menyelam, karaoke yang bagus, lintas alam, terbang layang/gantole dll. pasar tradisional yang rapi dan bagus ditambah kalau bisa ada mini market.
    jangan lupa turis dari palembang ke dempo dan ranau itu makan waktu rata rata 7 jam, sekarang bagaimana kondisi jalannya, mobilnya, para sopirnya dan guidenya, jangan ada keluhan dari para turis untuk urusan transportasi ini,,,,, jangan ada kata ” waduh parah” alamat gak bakalan didatangi lagi oleh mereka..perlu juga dikaji apakah masih layak kalau pake SERUNTING SAKTI route palembang – ranau.

  11. Pak Nirwan yg namanya ngomong emang gmpang tinggal mangap doang Pak…

    Pak Syahrial emang selalu inovatif, kreatif dan revolusioner sayangnya pegawainya ga ada yg bisa ngimbangin jadi dia hanya berlari sendiri sementara yg lain hanya bisa jalan di lambat atau bahkan malah jalan di tempat. Visit Musi adalah event yg sangat luar biasa hanya saja para bupati sudah kecil hati duluan untuk ikut mendukung. Pak Syahrial mati-matian mencari dana dan investor sementara para bupati tidak sedikit pun mau ikut nyawer atau mendunkung dengan menyediakan infrastruktur di daerah masing-masing.

    Pak infrastruktur kaya gantole, kapal pesiar, kareta gantung itu ga murah. Klo Pak Syahrial korbankan semua dana utk bangun infrastruktur itu semua apakah semua rakyat SUMSEL tidak menjerit? Pak dana APBD yg kita punya itu juga banyak pos nya antara lain utk memperbaiki infrastruktur di setiap kabupaten terutama kabupaten yg mengklaim pelopor segalanya gratis terutama pendidikan tapi masih teriak2 minta dana dari provinsi untuk memperbaiki sekolah yg rusak. Pak Syahrial harus putar otak untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat SUMSEL, menjual dan memperkenalkan potensi SUMSEL dengan dana yg terbatas dan itu tidak gampang. Tidak segampang Anda bicara, tidak segampang Anda mengkritik dan tidak segampang Anda mangap!!!

  12. Kira2 apa yg ramai2 kita2 bicarakan ini bisa di akses oleh Gubernur & jajarannya. Kalau tidak ada yg liat ini site, percuma saja. Kita ini memberikan sedikit kontribusi dengan beberapa masukan, tolong jangan disikapi dengan nada2 yg pedas. Seperti yg diutarakan pak Hasan sebelumnya, kita ini memberikan masukan utk kemajuan bersama. Tergantung bagaimana kita menyikapinya, apakah bisa diterima atau tidak. Jika tidak bisa diterima & sulit utk dilakukan, jangan langsung mengeluarkan kata2 yg pedas. Ingat mulutmu adalah harimau-mu, sepeti yg pernah Rasullulah SAW katakan.
    Seperti yg pak Nirwan katakan untuk mempersiapkan suatu event, kita harus terlebih dahulu mempersiapkan infrastruktur pendukungnya.
    Banyak potensi wisata yg bisa dijual di daerah Sumsel, seperti daerah Baturaja dg Gua Putri, Danau Ranau-nya, daerah Lahat dg Air Terjun, Bukit Telunjuk & Wisata Budaya lainnya, daerah Muara Enim dengan Air Terjun dan Wisata Buah2an, daerah Pagar Alam dengan Air Terjun, Perkebunan Teh, & Gunung Dempo, dan masih banyak lainnya.
    Nah utk event Visit Musi 2008 ini, sepertinya hanya diperuntukan utk kota Palembang saja. Ini bisa kita lihat dari schedule acara yg akan digelar sepanjang tahun 2008. Bagaimana mungkin daerah lain bisa mendukung, kalau sebagian besar di pusatkan hanya di Palembang saja.
    Seperti yg dimuat diharian daerah di Sumsel, event ini hanya diperuntukan utk kota Palembang saja. Ada beberapa Kepala Daerah Tk.II dan Dinas Pariwisatanya merasakan keberatan jika harus ikat berperan serta soal pendanaannya. Soalnya mereka tidak diikutkan sih.
    Sebenarnya event ini sangat baik & bisa berjalan dengan baik beriringan dengan Visit Indonesia 2008. Seandainya perencanaannya sudah matang, jadi tidak mubazir saja.
    Terima kasih sudah bisa ikut memberikan masukan. 🙂

  13. bung ayu…….
    anda kalu komentar selalu menyepelekan begitu apa bukannya akan menjadi blunder bagi pak gubernur ?
    kami tahu kau selalu membela pak gubernur dan walikota sekarang,,oke oke saja itu tidak masalah,,tetapi caramu itu dan mulutmu itu tidak pantas untuk dijadikan corongnya gubernur atau walikota, tidak pantas mewakili beliau, maaf ya kau hanya pantas mewakili orang yang tidak berpendidikan sama sekali..
    apa manfaatnya anda berbicara pedas menghina orang, tutup saja forum blog ini kalau tidak mau terima kritik dari masyarakat. kasihan pak gubernur kalau kau menganggap diri sebagai jurubicara pemerintah sumsel tetapi kelas mu adalah kelas preman !!
    kau menjatuhkan pamor pak sahrial sendiri kalu beliau tidak mampu mengorganize para bupati sebagai anak buahnya, artinya pak gubernur hanya ayam sayur dong ?

  14. assww
    saya hanya merasa kasihan, banyak orang belum pintar tapi sudah merasa pintar, banyak yang belum pengalaman tapi sudah merasa dia kuasai semua..
    banyak yang merasa jadi raja, padahal sekarang bukan zaman raja raja lagi.

    bagaimana bung nirwan ?

  15. Kritik itu bagus sebagai bahan evaluasi…tapi bukan berarti bahwa penyampaian dilakukan dengan seenaknya…kita punya etika…..kita punya norma dalam masyarakat so tidak perlu berkomentar dengan bahasa yang kasar…

    Syahrial Oesman….ketika mendengar nama tersebut saya langsung tertuju bahwa sedikit banyak beliau telah berkaraya demi kemajuan Sumatera Selatan…namun bukan berarti beliau tak punya cacatnya toh..??? harus diakuilah….no body perpect…

    Namun sebagai masyarakat Sumsel saya menghormati beliau sebagai pemimpin saya….begitu pula Alex Noerdin…

    Jadi intinya jadikanlah forum ini sebagai bahan koreksi dan inputisasi untuk kemajuan Sumsel..bukan malah saling menghujat satu sama lain…ingat bung kita ini satu daerah yaitu sumatera Selatan…Jadi alangkah lucunya ingin membangun tapi kita sendiri merusaknya…ok….semoga kita bisa sama-sama berkontribusi bagi negara ini khususnya provinsi Sumsel…

  16. assww,
    jangan begitu pak nirwan,,,,kita sharing sajalah..
    kalau yang satu ini ada 4 kalimat saya tulis sebagai pedoman hidup kita, biar kita selalu mawas diri.
    1. Ada orang tahu, bahwa dia itu mengerti.
    2. Ada orang gak tahu, bahwa dia itu mengerti.
    3. Ada orang tahu, bahwa dia gak itu mengerti.
    4. Ada orang yang gak tahu, bahwa dia itu gak mengerti.
    nah kira kira kita ada posisi dimana, tinggal kita camkan saja kalimat itu, jangan sampailah kita ada dikategori no. 4. ha ha ha ha ha ha ……

    wass.

  17. sebagai warga Sumsel yang baik kita harus tetap mendukung program Visit Musi 2008 dan tetap optimis..jayalah Sumselku..
    aku ado ide ni untuk sumsel, cakmano klu kito jadike sumsel sbg Agropolitan dan Kota Maritim, kito punyo potensi…ado tanggapan????

  18. Ehm saya setuju pendapat Agustra…
    Jangan lupa juga kita bisa memanfaatkan kulinari sebagai salah satu daya tarik. Banyak orang2 Jakarta yg tertarik dengan kulinari khas Palembang dan restoran masakan Palembang dan Sumsel di Jakarta tidak ada yg bisa mewakili atau seenak aslinya. Kita bisa mengembangkan dan mengemas kulinari kita sebagai daya tarik untuk wisatawan loh…

    Ada tambahan dari Anda saudara Agustra?

  19. PAYAH,,IBU AYU INI;;;;;DULU KATONYO VISIT MUSI DIBUAT UNTUK WONG MANCANEGARA.SEKARANG INI LA NAK BUAT MASAKAN PALEMBANG PULO,APOYONIAN GALAK TURIS MANCANEGARA MAKAN PINDANG PATIN ATO BRENGKESPATIN. KALU AGEK TEMUNTAH GALO KAU ENJOK MAKANAN KITO INI,MAKONYO JANGAN SOKSOK’AN KEBESAKAN,BENERLA KATO PAK HASAN KITO ITU BAGUSLA BEJALAN SETAPAK SETAPAK ASAL LANCAR GALO,DIBANDING NGEN KAU NGOMONG NAK NGUNDANG TURIS MANCANEGARA,PAYAH DAK NYAMBUNG OMONGAN AWAK ITU.

  20. Pak Panjul ngikutin dari awal ngga?

    Pernah makan masakan Thailand ga yang namanya “TOM YAM SOUP”? Tau ga rasanya TOM YAM SOUP itu kaya apa? Yah kaya rasa pindang patin itu….
    Tau ngga kalo di Sayangan itu banyak restoran makanan yg dikategorikan “haram” tapi enak2 banget? Ada chinese food yg rasanya enak2 banget? Dan terkenal sampai ke SIngapura sana?

    Pak orang punya visi itu tuh supaya maju dan untuk maju tuh harus tahu potensi-potensi besar yang kita punya yang selama ini justru tidak dilihat orang lain.

    Emang Jogja bagus banget? Ngga juga tuh. Jorok ada kali. Becak seliweran ga teratur, Malioboro acak2an semuanya mendingan ke Palembang deh, tapi kenapa banyak turis yang mau kesana?

  21. aku setuju dengan ayu, ni saatnyo kito gali sluruh potensi kito..aku pikir masakan khas daerah akan sangat menjadi nilai jual tersendiri bagi visit musi dan aku yakin klo orang dtg ke suatu tempat makanan khas yang pertamo kali dicari.
    satu lagi, sebaiknyo perlu kampanye cinta SUMSEL untuk mendukung visit musi ini, karno menurutku, maaf, cukup banyak warga kito ni yg bersikap pesimis ato malah mengarah ke apatis karno kurang cinta ato peduli dg daerah dewek..MARI KITA GALI POTENSI DAERAH KITO dan SUKSESKAN VISIT MUSI 2008 untuk kesejahteraan rakyat kito.

  22. aku menawarkan konsep Pengembangan Agropolitan dan Kota Maritim untuk SUMSEL…gimano ado tanggapan???klo ado yang sependapat mari kito diskusike dan kito rumuske bersamo2 lalu kito tawarke samo calon2 pemimpin kito yang akan bertarung di pilkada nanti..
    oyo maaf aku dak jelaske maksud agropolitan dan kota maritim yang aku maksudke karno pengertianku masih sangat dangkal tentang keduo hal ini oleh karno itu aku pengen diskusi dg sluruh member di forum ini.cma intinyo dari agropolitan dan kota maritim yg ku maksud, sumsel daerah yang fokus pengembangan ekonomi dan pembangunannya berbasiskan pertanian, perkebunan, agroindustri,agrowisata, perikanan dan wisata bahari.
    mohon tanggapannyo.

  23. HWAKAKAKAKKAKAKKAKAKKAKAKAKKAKAKKAKAKKAKAKKA
    lucu…lucu..
    hwakakakakakakakakakakakakakkaakakakakakakaka

  24. SUDAHLAH ???//??PAYAH NGOMONG SAMO WONG PENING /?DAK NYAMBUNG GALO, CUMA MINTA KATOKEN PINTER,,TUH ,,,PAK BOB KETAWO NGAKAK..WAKAKAKKA KAKAKKAKKAAKAKKA..PENENG WAKAKAKAKAKAKAKAKKAAA…

  25. Salam untuk pak hasan & pak nirwan salim..

    Sebagai generasi muda, qta memang harus banyak sharing dengan yang sudah berpengalaman, apalagi jika mereka itu orang tua qta. Terkadang qta yang muda-muda ini “teriak” qta benar sambil tutup telinga. Padahal jika qta mau sedikit membuka telinga untuk mendengar nasihat/input orang-orang tua qta, tidak selamanya apa yang mereka katakan itu salah (atau bahkan mungkin benar seluruhnya?!). Yakinlah, dengan menjadi manusia yang mawas diri (meminjam istilah Pak Hasan) i-Allah qta akan menjadi manusia yang dihargai & dihormati.

    Seperti ajaran Rasulullah, ketika qta beramal supaya amalan itu menjadi ‘Ikhsanul ‘Amal’ (amalan yang terbaik) & berpahala, maka harus terpenuhi oleh 2 syarat, yaitu:
    Ikhsanul ‘amal = (niat + cara) benar.

    Sehingga walaupun niat qta benar tetapi jika tidak dibarengi dengan cara yang ma’ruf, maka amal yang qta lakukan tidak menjadi Ikhsanul ‘Amal. Demikian pula sebaliknya.

    Tidak ada yang menginginkan Sumsel qta menjadi terpuruk, untuk itu qta mulai dengan amar ma’ruf nahyi munkar secara vertikal maupun horizontal.
    Wallahu’alam bi ashshawab

    Salam u Pak Hasan & Pak Nirwan

  26. naaa,,,,kalu input dari pak anjarsari meresep nian masuknyo kepekeran aku, jadi wong jangan laju pecak keno nian woii..cak minta dikatoken paling gigih.paling nekat.paling serius nak majuken sumsel, tapi idak tau caro…maen trabas bae,,
    siip..lah itu pak anjar, kito cari solusi yg terbaek, bukannyo caro kepala batu.

  27. Assww pak anjar. pak panjul.
    mungkin dengan munculnya blog sumsel ini, ditujukan untuk pembelajaran bagi masyarakat semua, saya kira sekarang ini uneg uneg masyarakat masih menggebu, ditambah lagi musim pilkada lagi booming jadi sedikit agak dak terkontrol emosinya.
    ha ha ha ha ha ha

    tapi mudah2an kedepan, sejalan dengan bertambahnya waktu, cara berkomentar masyrakat kita akan semakin dewasa dan lebih terukur dan terperinci, dan yang terpenting lebih mengerti pokok permasalahan yang sedang di bahas,,,,semoga ya pak, kito doa bae serta berpikir positif sajalah..
    aminn……….ya robbal alamin…

    wass.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s