Jatah Sumsel Dari Bagi Hasil Migas Tahun 2007, Turun


Sebagai propinsi yang memberi kontribusi besar keuangan dari sektor Migas kepada negara nampaknya Sumsel hanya bisa pasrah saja menerima kenyataan bahwa Dana Bagi Hasil untuk propinsi tahun 2007 ini nilainya merosot jauh dari tahun 2006 lalu. Padahal angka yang diterima pada tahun 2006 lalu saja sebenarnya masih dianggap belum sebanding dengan kontribvusi Sumsel yang besar. Apalagi jika turun.

Memang, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki suatu daerah tidak secara langsung menjadi jaminan jika daerah tersebut  akan mendapat dana perimbangan yang besar juga. Bisa saja suatu daerah kaya memperoleh bagian kecil, sedangkan daerah miskin mendapat bagian lebih besar. Ini bisa saja terjadi.

Kunci dari besar-kecilnya bagian jatah suatu daerah adalah ada pada seberapa pandai seorang Kepala Daerah melakukan lobi-lobi dengan orang-orang di pemerintah pusat. Setidaknya ia harus bisa melunakan Menteri Keuangan, Dirjen Anggaran dan Dirjen Migas. Merekalah kunci utamanya. Jika tak pandai bernegosiasi dengan mereka, jangan harap nilai dana Bagi hasil akan memuaskan. Masih dapat saja sudah untung.

Perhitungan dana bagi hasil Migas memang sudah ada aturan baku. Namun pada pelaksanaanya pembagian keuangan dari sektor migas ini lebih tepat dikatagorikan sebagai ajang transaksi dan KKN tingkat tinggi yang sangat parah.

Pengalaman beberapa Bupati yang melakukan upaya-upaya untuk mendongkrak angka pendapatan dari bagi hasil migas tak ubahnya jadi seperti seekor sapi perahan saja. Ia mesti sanggup memberikan sebahagian dananya untuk mereka jika ingin angka yang diperoleh meningkat.

Akibat kondisi seperti ini maka peranan Calo sudah menjadi suatu hal yang lumrah dan banyak berkeliaran.

Seorang Bupati di Sumsel memang sengaja datang untuk melobi pihak pusat agar angka dana bagi hasil migas yang diperoleh bisa meningkat. Ternyata begitu sampai di gedung Departemen Keuangan, disana banyak sekali calo-calo yang bersedia menawarkan jasa untuk meningkatkan jumlah dana bagi hasil migas, dengan syarat ia harus mendapat jatah sekian persen.

“Memang, dibanding tahun lalu, angka bagi hasil yang kami terima bisa naik hingga 20 persen. Tapi calo justru minta 5 persen. Gimana kami mesti mempertanggungjawabkannya ke DPRD?”, ujar seorang Bupati yang meminta jangan disebut nama dan kabupatennya.

Syahrial Tak Banyak Waktu Untuk Meloby?

Turunnya nilai dana Bagi hasil yang diterima Sumsel tahun ini, menurut seorang sumber di lingkungan pemprop Sumsel adalah tak lepas dari kurangnya Syahrial melakukan loby ke pusat untuk meminta kenaikan dana bagi hasil ini.

“Pak Gubernur terlalu sibuk kunjungan-kunjungan di daerah sehingga ia hampir tak punya waktu untuk meloby pusat”, ujarnya.

Menurut sumber tersebut, karena kondisi demikian maka yang diutus untuk melakukan loby adalah bawahannya. “Urusan loby seperti ini sebenarnya mesti Gubernur langsung. Sebab kalau sekedar anak buah kan tak bisa berwenang langsung memutuskan. Apalagi disana ini semuanya menyangkut duit. Berapa mau kasih, itu mesti fix”, ujarnya.

Untuk tahun depan hal ini tak bisa dibiarkan terus. Gubernur mesti kembali turun langsung mengatasinya. Agar dana yang diperoleh Sumsel bisa meningkat, atau setidaknya tidak terus menurun.

Walau harus melakukan KKN pak? Inilah budaya pejabat kita.

Iklan

One comment on “Jatah Sumsel Dari Bagi Hasil Migas Tahun 2007, Turun

  1. Yang seperti ini jangan dibiarkan dong. Calonya dan kita yang tau tapi ga berbuat apa-apa sama aja dosanya.

    Ayo para pemimpin kami yang terhormat, tunjukke tekad nak mberantas pungli nan kejam ini. Kalo perlu jebak bae dengan rekaman atau yang lain.

    SEMAKIN DIDIAMKAN MAKIN BESAR JUGA KECURIGAAN KAMI BAHWA ANDA TERLIBAT KONSPIRASI BESAR INI. HIDUP RAKYAT!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s