Kabupaten-Kota Keberatan Diminta Dana Untuk Promosi Visit Musi 2008


musi1.jpg

Dugaan jika program Visit Musi 2008 tidak mendapat dukungan dari seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumsel nampaknya bukan sekedar dugaan kosong belaka. Namun ini jelas nyata dan tak terbantahkan lagi. Bahkan ketika pihak penyelenggara Visit Musi 2008 meminta semua kabupaten dan kota untuk membuat bilboard, baliho dan balon udara yang bertuliskan Sukseskan Visit Musi 2008, mereka justru keberatan dan merasa terpaksa.

Hal ini sebagaimana diakui beberapa kabupaten kota, melalui Kepala Dinas Pariwisata setempat, saat dimintai komentarnya oleh Wartawan INTEL.

Pihak kabupaten kota menilai permintaan dana untuk membuat alat promosi tersebut dianggap memberatkan. Untuk satu buah baliho  mereka diminta dana seharga  Rp.7 Juta. Dan untuk satu buah balon udara mereka juga diminta Rp.25 Juta. Belum lagi untuk bilboard yang harganya jauh lebih mahal lagi.

Walau pun merasa terpaksa akhirnya mereka menuruti juga permintaan panitia tersebut walau tidak untuk semua jenis yang diminta.

“Kami cuma partisipasi untuk biaya Baliho dan Balon saja dengan total dana Rp.32 Juta”, ujar seorang Kepala Dinas Pariwisata yang tak mau disebutkan nama dan daerahnya. “Dak enak sama pak Bupati”, ujarnya lagi.

Ketika permasalahan ini dikonfirmasi Wartawan kepada pihak Dinas Pariwisata Sumsel, sebagai panitia penyelenggara, mereka menjelaskan jika pembuatan Bilboard, baliho dan balon tersebut bukan sesuatu yang dipaksakan. “Tidak, kami tidak memaksa. Itupun bukan kami yang melakukannya, tapi pihak ketiga”, ujar Drs.Aufa, salah seorang Kabid di Disparda Sumsel.

Menurut Aufa, pihak ketiga dimaksud adalah PT Prima. Namun Aufa juga menegaskan jika antara PT Prima dengan pihaknya juga tidak ada kontribusi apa-apa dari pembuatan sarana promosi tersebut. “Ini murni untuk promosi wisata saja”, ujarnya.

Beberapa kabupaten kota yang enggan berpartisipasi dalam kegiatan Visit Musi 2008 ini dikarenakan selama ini mereka merasa tidak dilibatkan dalam kegiatan itu. “Visit Musi adalah kegiatan kota Palembang saja”, ujar seorang pejabat daerah kepada Wartawan.

Keuntungan program tersebut bagi daerah lain memang nyaris tidak ada. Bahkan Kota Pagaralam  yang memiliki banyak potensi wisata pun nampaknya tak mendapat perhatian. “Sepertinya visit Musi hanya milik kota Palembang saja”, ujar seorang warga Pagaralam.

Saat ini satu-satunya akses jalan menuju Pagaralam, terutama dari Lahat menuju Pagaralam kondisinya sangat memprihatinkan.  “Seharusnya jika program Visit Musi ini merupakan program seluruh daerah di Sumsel, maka akses jalan darat ke Pagaalam sebagai daerah wisata unggulan di Sumsel, harus mendapat perhatian serius. Tapi ini tidak sama sekali”, ujar warga tersebut.

Pencanangan Visit Musi 2008 memang tinggal nunggu hari. Acara pembukaan akan berlangsung sangat meriah. Dan ini terjadi di Palembang. Kegiatan-kegiatan pendukung lainnya juga akan berlangsung di Palembang. Bagi warga Sumsel di luar Palembang, visit musi tak lebih hanya sekedar cerita yang hanya bisa didengar saja. Mereka tak akan bisa menyaksikan itu di daerahnya.

“Mungkin kami orang Baturaja tahun depan juga mau membuat Program Visit Ogan 2009 saja, biar kita bisa menikmatinya sendiri”, ujar seorang Warga Baturaja kepada Wartawan.

Benar pak, biar rame nanti buat juga Visit Komering 2010, lalu Visit Lematang 2011 dan seterusnya. Bagaimana pak?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s