Penegakan Hukum Harus Diimbangi Dengan Pelayanan Hukum


H. DJUHARIA ANWAR, SH,MH, KEPALA KEJAKSAAN TINGGI SUMSEL

juharia-anwar.jpg

Upaya penegakkan hukum yang saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh aparat penegak hukum kita hendaknya juga diimbangi dengan pelayanan hukum yang maksimal bagi masyarakat. Dengan demikian maka keadilan hukum akan jauh lebih terasa dari pada sebuah penegakkan hukum yang sama sekali mengabaikan pelayanan hukum yang merupakan hak dasar bagi masyarakat.

Dengan pelayanan hukum yang baik masyarakat akan merasa lebih diayomi sehingga institusi penegakkan hukum akan benar-benar menjadi satu-satunya institusi tempat sandaran dalam mendapatkan rasa keadilan.

Oleh karena itu siapapun masyarakat berhak mendapatkan pelayanan, pengayoman dan perlakuan yang baik dari para pelayan hukum di tanah air. Ketika masyarakat melaporkan suatu permasalahan hukum maka akan dengan cepat dilayani dengan baik. Demikian juga ketika seseorang memiliki masalah sandungan dengan hukum, maka iapun akan merasa diayomi dengan baik.

Penegakan hukum sendiri adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam rangka terciptanya supremasi hukum di negara ini. Namun suatu upaya penegakkan hukum juga tetap harus diimbangi dengan pelayanan dan pengayoman hukum.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, H. Djuharia Anwar, SH,MH saat dimintai tanggapannya oleh Wartawan Majalah INTEL di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Menurut Djuharia, aparat penegakan hukum harus melihat suatu proses hukum dari dua sisi. Satu sisi penegakkan hukum tetapi dipihak lain juga harus merasakan pengayoman.

“Penegakan hukum dan pengayoman harus berimbang”, ujar Jaksa kelahiran Subang, Jawa Barat yang dikenal disiplin dalam tugas dan selalu berusaha membimbing pada bawahan.

Namun selain itu, Djuharia juga mengingatkan para penegak hukum, khususnya jajaran Kejaksaan Tinggi Sumsel yang dipimpinnya, agar tetap harus mampu mencapai target tugas penegakkan hukum. “Dengan kata lain, keberhasilan tugas yang utama”, ujar suami dari Nyonya Yayah Samsiah yang dinikahi pada tahun 70 ini.

Karier Djuharia Anwar

Djuharia Anwar adalah Pria berasal dari Kampung Pabuaran, Subang Jawa Barat. Sebagai anak petani dari desa yang terpencil, Kang Juju, demikian ia biasa akrab disapa, tidak pernah bermimpi jika kelak ternyata dirinya bisa menjadi seorang jaksa.

“Mimpi pun tidak pernah. Apalagi sampai jadi Kajati seperti sekarang ini”, ujar Kajati yang murah senyum ini. “Sebelumnya justru cita-cita saya adalah jadi tentara”, ujarnya lagi.

Menurut Juju, ia mulai berfikir untuk menjadi seorang jaksa adalah ketika dirinya ditawari untuk mencoba tes di Sekolah Hakim Jaksa di Solo. Sayang, saat itu pendaftarannya sudah ditutup. Namun ketika ia mendaftar di Sekolah Hakim Jaksa Malang, Jawa Timur, ternyata berhasil. Dari ratusan orang yang mendaftar, hanya 60 orang saja yang diterima, termasuk dirinya.

“Padahal saat itu saya sudah diterima di SMA 1 Subang”, ujarnya mengenang. Akhirnya ia memilih untuk melanjutkan sekolah di Sekolah Hakim Jaksa di Malang. Disana ia memperoleh Ikatan Dinas (ID) selama 4 tahun belajar.

Tugas pertama ia ditempatkan di daerah kelahirannya, Subang. Ia pun meneruskan pendidikan sambil bekerja. Ia kuliah di Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung hingga berhasil memperoleh gelar Sarjana Hukum.

Sepanjang Karier Jaksa-nya, Djuharia Anwar pernah menjabat beberapa jabatan penting. Ia pernah menjabat sebagai Kajari Lubuk Pakam di Sumatera Utara. Ia juga pernah menjabat Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi Maluku di Ambon. Di wilayah Jawa Barat ia pernah menjabat sebagai Kajari Bogor.

Di Kejaksaan Agung, Djuharia pernah menjabat sebagai Kasubdit Uhek Dir Tpe Pidsus Kejagung. Selanjutnya ia menjabat Kajari Palembang. Di Kejati Sumsel Juju pernah bertugas dan menjabat Aspidum.

Sebagai seorang abdi negara, Djuharia berpindah kembali ke Gorontalo dan menjabat Wakajati hingga jabatan Kajati.

Prestasi yang paling menonjol bagi Djuharia adalah ketika ia menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Kendati cuma sekitar 1 tahun menjabat Kepala disana, ternyata Kejaksaan Tinggi Gorontalo mampu berada di urutan nomor 1 di Indonesia dalam penyelesaian kasus.

Untuk itu Djuharia juga akan berusaha semaksimal mungkin memberikan pengayoman dan penegakkan hukum di Sumatera Selatan. Ia juga tidak akan pandang bulu dalam menerapkan hukum. “Siapapun yang bersalah dimata hukum, tetap akan ditindak”, ungkap Juju mengakhiri perbincangannya dengan Wartawan INTEL.

Selamat Pak.

Iklan

2 comments on “Penegakan Hukum Harus Diimbangi Dengan Pelayanan Hukum

  1. Untuk kajati, berani gak pak usut kabupaten Muba? saat ini kabupaten Muba sudah mengalami defisit 200 Milyar. tugas bapak berat banget nih.. sebab yang akan bapak hadapi calon gubernur sumatera selatan tahun 2008 – 2013. semoga berhasil…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s