Gubernur Tetap Nekad Akan Gelar Kontes Miss Indonesia di Palembang


Dugaan siapa orang yang paling “Demen” dengan pergelaran kontes Miss Indonesia tahun 2008 agar dilaksanakan di Palembang, kini terjawab sudah. Ia adalah Syahrial Oesman, Gubernur Sumatera Selatan. Kendati banyak pihak yang bereaksi keras menolak kontes kecantikan tersebut, Syahrial tetap ngotot untuk menggelarnya pada 25 Juni 2008 mendatang.

sahrial-oesman.jpg mis-indonesia2.jpg

Sikap ngotot Syahrial Oesman ia tunjukan saat ia menyampaikan Jawaban Gubernur atas Pandangan Umum DPRD Sumsel, Senin (26/11) lalu di Ruang Sidang Utama DPRD Sumatera Selatan.

Menurut Gubernur, even pemilihan Miss Indonesia adalah sebuah even nasional tahunan yang selama ini dilaksanakan di Jakarta. Oleh karena itu ia tetap ingin agar kontes tersebut bisa dilaksanakan di Palembang.

Menurut Syahrial, kegiatan tahap penyeleksian akan tetap dilaksanakan di Jakarta, dan baru pada tahap Grand Final akan dilaksanakan di Palembang, dengan terlebih dahulu melakukan proses karantina selama 20 hari bagi para finalis sampai terpilihnya Miss Indonesia 2008.

Syahrial berupaya menepis anggapan jika kontes Miss Indonesia adalah ajang maksiat. Ia menegaskan jika nanti saat penyelenggaraan di Palembang semua finalis akan menggunakan pakaian kebaya.

Namun Syahrial sendiri tidak menyinggung masalah anggaran yang akan digunakan untuk kegiatan tersebut yang akan menggunakan APBD dengan jumlah fantastis Rp.1,9 Milyar.

Pihak wakil rakyat yang tetap menyatakan menolak ajang tersebut adalah Fraksi PKS DPRD Sumsel. Menurut Wakil Ketua fraksi PKS, KH.Tol’at Wafa Ahmad kepada wartawan menegaskan jika pihaknya tetap menolak penyelenggaraan kontes tersebut.

“Kami tetap akan menyampaikan aspirasi masyarakat ini. Walau pun pihak pemprop Sumsel tetap ngotot, kami tetap akan berusaha menyampaikan aspirasi masyarakat yang tidak setuju dengan ajang seperti itu”, ujarnya.

Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat Palembang, Zainudin, mengatakan jika kontes tersebut tetap harus ditolak. Ia tahu jika pada Grand Final nanti memang para finalis akan tampil memakai kebaya. Tetapi sebelum tahapan grand final, sewaktu dalam karantina ada kegiatan penilaian finalis yang harus menggunakan pakaian renang. Mungkin tempatnya bisa di kolam renang hotel atau di kolam renang tertutup lainnya.

“Namun itu tetap di Palembang”, ujarnya.

Memang dalam tahapan pemilihan Miss Indonesia juga akan mengacu pada tahapan-tahapan pada kontes Miss Universe tingkat dunia. Pose menggunakan pakaian minim dengan latar belakang pantai atau kolam renang sudah menjadi agenda tetap yang tidak bisa dihilangkan.

“Kalau tidak ada yang pose dengan pakaian mini, tentu tim penilai tidak akan tahu bagaimana kecantikan seorang peserta yang sesungguhnya. Kalau ada panu atau bekas borok di paha atau bagian tertutup agar bisa kelihatan, itu maksudnya”, ujar Zainudin menambahkan.

Untuk penilaian pada tahapan ini biasanya adalah peran kaum lelaki yang dominan dalam penilaian.

“Yang tahu seksi tidaknya serta seberapa besar unsur daya tarik rangsangannya, ‘kan lelaki”, ujar sumber tersebut menjelaskan.

Oleh karena itu apapun alasannya kontes Miss Indonesia yang tetap akan diadakan di Palembang harus ditolak. Apalagi ini juga akan menyedot uang rakyat dari APBD yang tidak sedkit.

“Lemak digunakan yang lain bae, yang lebih berguna. Masyarakat kita masih banyak yang susah, bantukan saja uang itu untuk mereka”, ujar sumber tadi.

Iklan

30 comments on “Gubernur Tetap Nekad Akan Gelar Kontes Miss Indonesia di Palembang

  1. Untuk diketahui, sampai sekarang MUI tidak pernah mengecam penyelenggaraan Miss Indonesia. Setiap penyelenggaraan Miss Indonesia selalu hadir ulama yang memantau penyelenggaraan acara ini. Jadi tidak benar apa yang dibilang penulis. Norma – norma agama serta adat ketimuran tetap di setiap penyelenggaraan Miss Indonesia. Saya yang pernah mengikuti Miss Indonesia sangat mendukung penyelenggaraan Miss Indonesia di Sumsel.

  2. RIA,,SUDAHLAH NAK ,,, ITU KATAMU M.U.I ATAU GKI ATAU APOLA NAMONYO,,YANG JELAS MASY. SUMSEL JENGAH MENERIMANYA,,NGAPO DAK KAU BUAT SAJA PAGELARAN TARI SEDUNIA ATAU NASIONAL DIPALEMBANG ATAU MTQ SEDUNIA DIPALEMBANG. NGAPO NAK BUAT ACARA KONTES PEREMPUAN TELANJANG ITU NIAN,,APO INI KAMU ANGGAP DALAM RANGKA SUMSEL GO INTERNATIONAL ????? URUSLAH DULU RAKYAT SUMSEL YANG MASIH DAK BEDAYO, URUSILAH DULU INFRASTRUKTUR SUMSEL UNTUK BEKAL GO INTERNATIONAL,,,JALANNYO, PELABUHAN LAUTNYO,, KERETA APINYO,,GOT GOTNYO,,JANGAN TERLALU JAUH MERENGKUH HARAPAN,,SEMENTARA PENDERITAAN DIDEPAN MATA KAMU DAK KEJINGOKAN…SUDAHLAH…

  3. Pak Hasan ngapo harus sengotot itu?? Dak mikir jangka panjang nian. Kalo peyelenggaraan acara MIss Indonesia ni pacak di Plembang mako mato Indonesia akan jingok Plembang lagi. Cak itu jugo mato dunio. Apolagi amen agen Miss Indonesia tu lah masuk Miss World. Amen masalah festival MTQ, pagelaran tari berapo uwong sih yang bakal nonton?? Dak usah munafik lah (pecak Roma Irama bae) jangan2 bapak jugo galakkan nonton acara cak inian. Acara ini sudah pasti banyak yang nonton, dak terbatas usia, pekerjaan dan status ekonominyo. Miker tuh agak panjang Pak jangan cuma sepanjang nafas bae… Amen dak berani nak melangkah maju dan punyo cito2 setinggi langit, tinggal bae di utan apodak balek bae ke jaman batu.

    Hidup Pak Syahrial. Maju terus Pak. Majuke daerah SUMSEL ini… Jangan mundur cuma karena sikok uwong munafik.

  4. INILAH JAMAN INSTAN, LAMUN DAK INSTAN DAK KEBAGIAN. … [tribute to Ronggowarsito: “amenangi jaman edan, sing ora edan ora kaduman..”, sak begja begjane wong kang edan, luwih becik kang menangi MISS INDONESIA] pada masa instan ini, pariwisata termasuk kata paling mudah dipakai mengajukan proposal pencairan dan penggunaan dana CEPAT, DALAM JUMLAH BESAR. tujuannya tentu bukan pariwisata untuk mengangkat ekonomi pengrajin, apalagi kebudayaan daerah sebagaimana petuah budayawan. Mengangkat ekonomi pengrajin dan kebudayaan daerah terlalu rumit, dan bertele-tele. keuntungannya pun memerlukan waktu puluhan tahun.
    MAKA sesuai rumus instan: bikin acara dengan label mentereng, bayar media untuk publikasi spektakuler, undang Muri, dan seterusnya. setelah itu. ya cari proyek lain lagi yang kira-kira instan. PARIWISATANYA sudah dianggap selesai. kalau belum selesai kan berarti bukan instan.

  5. Iyo lah pulo Pak. Hari cak ini dak usah nak jadi macem PNS bae yg motonya klo biso lamo ngapo dibikin cepet? Hahahahaha…. Lamo Pak amen nak nunggu yg betele-tele. Yang ado uwong la dijalan globalisasi lah biso teleport sedang kito maseh naik kudo?? Ai cacam cak mano nian itu?? Amen pemilihan MIss Indonesia akan buat namo Plembang tambah naek dan akan buat namo Plembang dikenal dimano2 mako aku setuju dan dukung nian acara ini dilaksanake di Plembang.

  6. oohhh….cah ayu…cah ayu…
    jangan sampela sesumsel itu bepikir samo dgn mu..
    selalu bae melakukan pembenaran, artinyo yang kamu pentingkan hanya hasilnyo adalah Palembang jadi top, eksesnyo diharapkan banyak masuk investasi…?? aaiii…nak,,ngapo semak itu bae pikiranmu…denger nak…pagelaran itu dak sesuai dgn budaya kito apolagi agama kito,,artinyo kau anggap agama kito ini sudah ketinggalan zaman yo dak ?? dan wong yang dak setuju dgn pagelaran ini kau anggap munafik galo….na na na na…..namonyo caro itu adalah caro preman..trabas lep,,,mati dem asal top..mak itu kiro kiro yo dak cah ayu ???

  7. Oi Pak Hasan… Pak Hasan…
    Cak kato aku dak usahlah munafik. Aku ni jugo punyo agama jugo punyo budaya tapi bukan berarti segalo sesuatu nak meloki galo. Dak maju-maju Pak. Bapak tuh sebenernyo tau dak sih mekanisme pemilihan ini? Cuma sikok yg haruske mereka pake baju berenang. Itu jugo diadoke di kolam renang. Wajarkan. Lagi pulo tujuannyo cuma untuk nyingok ado bekas luko dan operasi dan borok apo panu dak di badannyo. Bukannyo sengajo nak ngerayu lanang. Masalahnyo tuh bukan pacak beken bapak terangsang apo idak masalahnyo tu bapak pacak dak nahan diri biar dak terangsang? Bapak kan manusio mestinyo biso dong nahan diri dewwek??

  8. mak mano katoke wajar cah ayu…
    kalu pake baju dikolam renang idak untuk sengajo ditonton diplototi dan dinilai memang itu wajar, tapi ini ??? semuanya tebalik kan dari kewajaran ??? pun sampe pendapatmu tebalik jadinyo…makonyo aku menilai cahayu sudah melakukan pembenaran yang dak benar. masalah rangsang rangsangan…sudahlah..intinyo mak kato pepatah dak ado asap kalu dak katek api..jadi api itu jangan dimaen maenke kagek timbul asep sesumsel itu, belum lagi tambah asep benaran tiap taon. jadi gelap gulita gek.
    kalu kato cahayu kami ini munafik,,yo teserah, cuma yang bisa menilai sesungguhnya munafik atau tidak itu dari atas saja.

  9. Pak masalah munafik ato tidak memang Tuhan yang nentuken tapi manusia juga bisa menilai tanpa maksud menghakimi loh…

    Skrg saya tanya sama Bapak. Klo ada acara Putri Indonesia, Miss Universe, Miss World dan Miss2 yang lain, Bapak nonton ngga? Kalo Bapak nonton maka aku bisa bilang Bapak munafik karena itu bertentangan dengan seribu satu alasan krn agama dan budaya dan bla bla yang lainnya yang Bapak utarakan di atas. Toh Bapak nonton juga kan?

    Skrg masalah acara tersebut akan diadakan di Palembang. Dari segi agama memang tidak baik menunjukkan aurat tapi dalam acara ini itu perlu utk penilaian dan hanya utk juri dan undangan terbatas pun tidak akan disiarkan di TV (utk bagian bikini). Dari segi budaya coba lihat deh pakaian adat Indonesia scara keseluruhan: kemben, kebaya juga menerawang kan? Pak batasan itu sudah blur smua.

    Skrg coba pandang acara ini dari hal lain. Segi ekonomi misalnya: dengan acara ini akan banyak tamu dari luar daerah datang dan menginap utk melihat acara ini (pemasukan daerah bertambah dan pasti memberi efek langsung buat masyarakat), Palembang juga makin terkenal dan dikenal karena ini event nasional efeknya akan membuat Palembang makin diperhitungkan dalam hal apapun. Untuk itu saya mendukung acara ini diadakan di Palembang. Ini pemikiran saya.

  10. cah ayu..
    kami berpendapat kemben kebaya, baju kurung itu sangat sangat sopan secara adat dan agama,, tidak ada kata yg menarawang, jangan kalian plintir masalah ini.

    dan dari segi ekonomi,,berapa lama sih di langsungkan acaranya, 1 hari atau 1 minggu, atau 1 bulan, atau 1 tahunkah ????berapa income yg diterima oleh sumsel ??? lebih besarkah dari sumber pendapatan migas atau sawit atau karet ???
    kami kira lebih banyak mudhoratnya ya…

    1001 jalan menuju roma, cari jalan yang terbaik !!
    wass.

  11. Semoga Allah membuka pintu hati gubernur Sumsel untuk membatalkan acara Miss Indonesia di Palembang. Sungguh Allah telah memerintahkan kepada kaum muslimin agar menutup aurat mereka bila keluar dari rumah.

    Dalam surat Annur 31:
    “Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (kerudung)nya ke dadanya…’”

    Firman Allah Al Ahzab 59:
    “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al Ahzab: 59)

    Hadits Rasulullah:

    “Sesungguhnya seorang gadis, jika telah haid, tidak boleh tampak padanya kecuali wajahnya dan kedua tangannya sampai sendi pergelangan tangan”. (HR Abu Dawud).

    Rasululloh SAW bersabda:
    “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

    Bila mereka mengumbar aurat maka tunggulah azab Allah atasnya. Juga tunggulah azab Allah atas orang yang memfasilitasinya. Juga tunggulah azab Allah atas orang yang mendukung dan asik menyaksikannya.

    Bila Gubernur tidak membatalkan miss indonesia tampil di tanah para wali Palembang Darussalam ini maka tunggulah kami akan turun kejalan memenuhi kota Palembang mengerahkan masa kaum muslimin menuntuk agar

    Allahu Akbar.
    Budianto Haris
    Humas Hizbut Tahrir Indonesia Sumatera Selatan

  12. Bila Gubernur tidak membatalkan miss indonesia tampil di tanah para wali Palembang Darussalam ini maka tunggulah kami akan turun kejalan memenuhi kota Palembang mengerahkan masa kaum muslimin menuntut agar acara tersebut dibatalkan.

    Allahu Akbar.
    Budianto Haris
    Humas Hizbut Tahrir Indonesia Sumatera Selatan

  13. assww pak budi,,
    untuk apa pula umat muslimin kau suruh turun kejalan,,,itu gak intelek namanya,,,dan bukan cara cara orang muslim mengerahkan masa, karena pengerahan masa itu cenderung tidak kondusif,,,dan ini nabi tidak menghendaki.

    cobalah pakai kepintaran untuk mendebat pak gub. agar supaya apa yg menjadi ganjalan kita tidak jadi.
    ingat nabi berjuang bukan dengan mengerahkan masa, tapi dengan memutar otaknya dan disertai dengan doa kepada Allah saw, wass.

  14. Yah umat Islam seperti Anda hanya bisa menggunakan ancaman untuk menolak hal2 lain. Sementara umat Islam seperti saya hanya memandang dari segi ekonomi.

  15. cah ayu..
    anda seorang muslim
    anda hanya menilai dari segi ekonomi ya…
    artinya, anda hanya melihat ada untung saja, untung darimana ? seberapa besar ? bagi saya anda bukanlah seorang ekonom muslim, karena anda tidak melihat proses legalitas terhadap agama dan budaya.

    bagi saya orang orang seperti andalah yang gampang sekali dipengaruhi oleh bujuk rayu kehidupan duniawi.

    kita tahu dan mengerti artinya hidup di dunia hanya untuk beribadah selama lebih kurang 60 tahun saja, tapi anda telah berani mempertaruhkan nilai nilai moral yang terkandung dalam agama dan budaya kita.
    hanya karena urusan ambisi duniawi sesaat.

    mohon kepada anda untuk lebih memikirkan harga diri sebagai seorang muslim,,,,, biar kita mati berkalang tanah, dari pada hidup disuruh melegalkan barang haram.
    wass.

  16. Saudaraku,
    Turun kejalan adalah salah satu cara menyampaikan kebenaran. Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam wilayah mubah. Menyampaikan gagasan, kritik, maupun ide-ide Islam boleh juga dilakukan dengan cara bersama-sama, berdua, bertiga, maupun seorang diri. Di masa shahabat, ada diantara mereka yang menyampaikan gagasan Islam dengan cara melakukan konvoi secara bersama-sama dan membentuk dua buah shaf (barisan), ada pula yang menyampaikan dakwah Islam dengan cara sendiri-sendiri. Dalam sirah Ibnu Hisyam disebutkan, bahwa sekelompok shahabat berkeliling Ka’bah
    menyampaikan seruan Islam. Mereka berbaris, dan membentuk dua buah shaf, kemudian berjalan bersama-sama mengelilingi Ka’bah sambil menyerukan kalimat Tauhid. Rasulullah saw mendiamkan aktivitas sekelompok shahabat ini. Ini menunjukkan ada taqrir (persetujuan) dari Rasulullah saw.

    Namun demikian, karena al-Qur,an dan Sunnah telah turun secara sempurna, maka kaum muslim yang melakukan masirah (turun kejalan) mesti memperhatikan hukum-hukum lain yang
    berhubungan erat dengan penggunaan aktivitas umum (jalan raya yang digunakan masirah), dan adab-adab ketika berada di jalan raya. Dengan kata lain, masirah harus tetap memperhatikan syarat-syarat di bawah ini:

    1. Harus menyuarakan gagasan Islam, dan kemashlahatan kaum muslim. Tidak boleh
    menyerukan gagasan-gagasan bathil dan bertentangan dengan aqidah Islam.

    2. Tidak merusak kepemilikan umum, menimbulkan kemacetan, atau mengganggu para
    pengguna jalan yang lain. Tidak boleh duduk-duduk, atau memblokade jalan raya
    sehingga terjadi kemacetan total. Sebab, ini bertentangan fungsi dari jalan
    raya yang digunakan untuk berjalan.

    3. Harus tetap memperhatikan adab-adab ketika berada di jalan raya.

    Masîrah secara harfiah berarti perjalanan, baik dengan diam maupun disertai
    dengan pembicaraan. Dalam kamus al-Mawrîd, disebutkan bahwa masîrah berarti
    march, atau long march; juga disamakan dengan demonstration? meski yang terakhir
    ini lebih tepat disebut dengan muzhâharah.

    1. Dalam konotasi etimologis, memang ada perbedaan antara masîrah dan muzhâharah.
    Bagi kaum sosialis, muzhâharah (demonstrasi) itu dilakukan dengan disertai boikot, aksi pemogokan, kerusuhan, dan perusakan (teror). Targetnya agar tujuan revolusi mereka berhasil dilakukan.

    2 Sedangkan masîrah tidak lebih dari medium
    untuk menyampaikan pendapat dan tuntutan, ataupun bantahan terhadap opini atau
    kebijakan yang dijalankan oleh para penguasa; bukan hanya pemerintah, tetapi semua kelompok yang memegang kekuasaan? bisa legislatif, eksekutif, yudikatif, partai yang sedang berkuasa, ataupun kelompok yang menjadi sandaran kekuasaan; seperti polisi dan militer. Pendapat, tuntutan, atau bantahan tersebut disampaikan sebagai bentuk seruan (dakwah) atau koreksi (muhâsabah); tanpa disertai dengan upaya-upaya yang justru bertentangan dengan misi dakwah dan
    muhâsabah itu sendiri?seperti aksi pemogokan, kerusuhan, dan teror.

    Karena itu, hukum asal masîrah itu sendiri mengikuti hukum uslûb yang status asalnya adalah mubah. Sebagaimana uslûb (cara) yang lain, masîrah sebagai salah satu uslûb juga bisa digunakan untuk melaksanakan kewajiban, seperti menyampaikan seruan kepada para penguasa yang zalim atau mengoreksi kebijakan mereka. Hal ini dalam rangka melaksanakan sabda Nabi saw.:

    Ketahuilah, bahwa sesungguhnya jihad yang paling baik adalah (menyatakan) pernyataan hak kepada penguasa yang zalim. (HR al-Hakim).

    Karena itu, statusnya sebagai uslûb yang mubah tetap tidak akan berubah menjadi wajib; sekalipun uslûb tersebut bisa digunakan untuk melaksanakan dan menyempurnakan suatu kewajiban.

    Sebagai uslûb yang memang mubah, masîrah tidak boleh diwarnai dengan perkara-perkara yang diharamkan, seperti aksi pemogokan, kerusuhan, dan teror; termasuk di dalamnya adalah pernyataan-pernyataan yang disampaikan pada saat masîrah. Karena itu, dalam hal ini harus diperhatikan tiga ketentuan sebagi berikut:

    1. Al-jur?ah bi al-haq, yakni lantang dan berani dalam menyuarakan kebenaran (Islam);

    2. Al-Hikmah fi al-Khithâb, yakni bijak dalam menyampaikan seruan (orasi);

    3. Husn al-Hadits, yakni baik dalam tutur bahasa.

    Wallahualam
    (dari berbagai sumber: osdir.com)

  17. assww saudara budi,,
    ya bagiku tetap yang terbaik sekarang ini adalah adu argumentasi dengan pak gub, toh beliau juga muslim, tentu dia akan menerima kita duduk bersama.

    kalau mau turun kejalan itu, siapkah kita untuk konsekwen terhadap 3 syarat masirah, saya kira sangat sulit untuk menjawabnya siap ..

    bagaimana saudaraku ?

    wass.

  18. saudaraku nath,,
    betul orang sumsel tidak semuanya muslim, tapi janganlah cepat mengambil putusan, jangan cepat berburuk sangka,,

    inikan forum pendapat ditinjau dari ilmu apa saja termasuk ilmu agama, silahkan bagi saudara saudara non muslim untuk mengupasnya dari sudut agama kalian, dan biarkan umat muslim mengupasnya dr sudut agama mereka,, toh muaranya tentu ketemu kan ??? yaitu sama sama mencapai kebajikan bersama.

    saya kir a tidak ada didunia ini seorang bapak rela membiarkan anak gadis/perempuannya menjadi tontonan dan dinilai orang secara harfiah. jadi jangan bicara SARA kita, ini masalah akhlak.

    tapi kita juga gak bisa memaksa secara paksa kebijaksanaan para pemimpin untuk menuruti kehendak kita. tetapi tanggung jawabnya ada dipundak mereka,,, inilah namanya pernak pernik kehidupan dunia, dosa dan amal selalu berlomba, dan hanya tuhan saja yang tahu sebenarnya siapa yang salah dan benarnya. hanya saja kita sudah diberikannya tuntunan berupa kitab, sejak taurat sampai alQuran.

    kalaulah itu dibilang sara, sekarang kalau saya balik dari kalimatnya,, justru orng yang melegalkan acara ini maupun pendukungnya yang tidak menghormati kaidah umat muslim, bahkan cenderung melanggarnya,,,APAKAH INI JUGA DIANGGAP SARA ??? agar saudara nath juga ikut berfikir cerdas..

    wass.

  19. Mungkin lebih baik hargai pendapat orang lain..

    masalah tidak cocok dengan budaya, budaya kan dinamis.. bukan jadi alasan..

    masalah tidak cocok dengan agama, yang dosa siapa? capek sekali ngurus orang..

    kalau bisa bantu lah daerah kalian untuk bisa maju.. kalo ga sreg ga usah ikut-ikutan.. dengan catetan kalo untung juga jangan mau kecipratan!

  20. Untuk pemilihan miss Indonesia di Palembang,Jalan terus berarti Palembang ikut kemajuan jangan Mundur,,,,,dan yang menentang berpikir panjanglah jgn munapik dan jgn bawak2 agama,aku juga orang islam.dalam hal ini tergantung kitanya utk menilai dan menyikapinya,,,,klu soal agama ini urusan masing2 dengan allh bukan dengan manusia yang munapik dan perlu di garis bawhi,,siapapun di Dunia ini tidak ada yang tahu rahasia allah bahwa: si A atau Si B suatu saat nanti mati nya masuk Surga atau Neraka,,,,,,sadar2dan sadarlah,masih bnyak yang kita akan uruskan lebih penting,,,,,maju terus kota ku SRIWIJAYA,,,wasallam…wong Ranatu Panjang ..di..jakarta.

  21. Jangan bawak2 agama soal urusan dunia , apalagi agama di jadi kan topeng demi mencari pepulerritas…sadar dan sadar lah , hal semacam ini lah akan MELAKNAT anda,,,,para kaum munapik……dan perlu di sadari juga mayoritas rakyat indonesia Muslim,,tiadak semua orang termasuk saya mau di wakili oleh segelintir orang,untuk menenentang acara2 yang di adakan dan sebagainya,dengan alasan suara umat Islam,,,,sekali lagi saya tidak relah di atas namakan,,,,,,saya juga Umat Islam ( Asmawi Bin Ahmad )…terima kasih.

  22. Tolong para petinggi dan pengambil kebijakan di Prop SUM-SEL,agar kiranya simbol kejayaan SRIWI JAYA,di pertahankan dan di lestarikan ,,,salah satu nya JEMBATAN AMPERA,sebagai kebanggaan wong kito ,yang konon ceritanya di ambang ke ambrukan,tolong anggaran pendanaannya di gunakan dengan benar ,jangan penuh dengan korupsi………inga2 kita lahir ngk bawak apa2 dan sebaliknya kita kembali ke Sang Khalik hanya bawak kain kapan yang tak di Jahit ,,,Saudara ku,,,, Jangan di bodohkan oleh Harta hanya membuat kita ke jurang” NERAKA”
    Wasalam…

  23. Memang mental pejabat palembang bejat , kalo gubernur hobi clubing n maen narkoba e walikotanya doyan kawin masak mela yang penyanyi n sekarang kerja di bank sumsel cab jakarta aja di kawin , apa gubernur mau kawinin juga gadis2 miss indonesia. pura2nya bikin acara taunya mau cari bini muda. ingat jadi pejabat bukan malah jadi penjahat, setiap rakyatmu yang kelaparan itu tanggung jawabmu kelak di akhirat, jadi jangan kau halalkan semua cara demi kehidupan duniamu ,laknat allah akan datang pada mu juga keturunanmu.

  24. Kalau saya jadi pimpinan partai PKS yang mengusung partai islam modern yang pendukungnya rata-rata umat islam terdidik maka apabila Kontes Miss Indonesia dilaksanakan disumsel lebih baik buka hati, mata, dan beristighfar kepada allah bahwa para ustad dan ustadzah yang telah mencalonkan Syahrial Oesman sebagai gubernur adalah salah. Tolong berpikir ulang untuk membawah aspirasi sesuai dengan partai Islam yang di usung. kok …………… orang bertelanjang diperbolehkan gubernur dan diaminkan oleh PKS. he….he…he…

  25. Untuk saudara Bobow dan Faisal tidak usah sok suci deh kalau mulut kalian sendiri penuh sampah dan bau kotoran… Terutama untuk Bobow saat ini. Lo sibuk menilai Tuhan akan melaknat gubenur dan keturunannya tapi lo sendiri otak sama mulut isinya sampah bisanya menghujat dan mengeluarkan saksi dusta. Semoga lo kebalikan yang dilaknat. Kebenaran pasti terungkap dan Tuhan tidak akan tinggal diam terutama jika namanya dibawa2.

  26. Assalamualaikum Wr. Wb
    Hizbut Tahrir Indonesia DPD Sumsel mengajak kaum muslimin yang tidak setuju diselenggarakannya Miss Indonesia di Palembang untuk aksi damai pada hari kamis (24 Jan 08) jam 09.00 – 12.00. Rute: Monpera – Kantor gubernur – DPRD.
    Acara didukung penuh ormas-ormas Islam Sumsel: MUI Sumsel, HTI Sumsel, ICMI Orwil Sumsel, Gerakan Muslimat Indonesia (GMi Sumsel), Forum Muslimah Peduli Syariat Islam (FMPSI Sumsel), Majelis Taklim Al-Ikhsanul Ikhwan Sumsel, Ukhuwah Centre Sumsel, Majelis pengajian Al Hidayah Sumsel, Dewan Masjid Indonesia Kota Palembang, BKPRMI Kota Palembang, KOHATI, KAHMI Kota Palembang, Wanita Shufiyah Indonesia Sumsel, dll

    Wassalam
    Humas HTI Sumsel

  27. Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
    Salam sejahtera untuk kita semua, semoga Allah SWT tetap memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Salam hormatku buat Pak Hasan dan Pak Budi Haris, pada intinya rakyat di Sumatera Selatan (red: seperti saya pribadi, tidak mengatasnamakan golongan) akan sangat mendukung program-program yg dijalankan di SUMSEL apabila itu memang membawa manfaat. Kita seharusnya lebih arif untuk melakukan suatu kegiatan, akan memberikan dampak apa saja bila tetap dilaksanakan. Jangan hanya untuk menaikan pamor saja, mengingat ini akan dilaksanakan PILKADA, malah justru akan kebalikannya. Melihat dana yang diambil dari APBD yang cukup besar, lebih baik dialokasikan saja kebidang yg betul2 perlu mendapatkan perhatian. Pandai2lah mengambil sikap dan tindakan. Saran saya secara pribadi lebih baik dipikirkan dahulu sebelum bertindak utk Pak Gubernur Syahrial Oesman. Saya rasa Palembang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun negara-negara tetangga lainnya. Jangan faktor ekonomis saja yg diambil. Saya teringat dan sampai sekarang tetap menggunakan wejangan dari ibu saya, begini bunyinya “Segala sesuatu jangan dihitung dari untungnya dahulu, tapi mulailah dari ruginya dahulu. Agar hasil yg diharapkan tetap maksimal”. Jadi untuk tetap melaksanakannya, sebaiknya dipikirkan lagi ya. Satu hal yg perlu dikedepankan, tetap menyuarakannya dengan bahasa yang santun, tidak pake emosi atau sampai menjelek2an orang lain yg belum tentu mereka itu jelek dari diri kita sendiri.
    Pemerhati masalah sosial… (ehhmm.. )

  28. saya sedih membaca pendapat sdr. amripitoyo dan asmawi, siapa yg munafik ? yakinkah kalian orang yg kalian sebut itu benar benar munafik ???
    sepertinya beliau tak mau tahu urusan akhlak, metodologi pembangunan.
    ya mungkin saja kalian bisa melakukan pembangunan semau gue, atau melakukan suatu tindakan semau gue, bodo dengan urusan orang mau menilai apa…
    yang penting ada pembangunan..
    saya kira penilaian seperti ini adalah hasil refleksi produk reformasi kebablasan yaitu selalu menonjolkan hak hak hak dan hak.
    Sekarang kalau kita ditanya, mana tanggung jawab moral kita sebagai warga palembang, yang jelas sekali didepan mata ada yang kurang klop dgn budaya dan agama kita, apakah kita tinggal jawab bukan urusan ku, atau masa bodoh, atau au ah glap
    inikan namanya menzalimi diri sendiri..
    saya cuma berpesan bahwa kita hidup berusaha menjadi orang yang baik dimata tuhan, ada kreasi ada sumbangsih ada nilai positip yang bisa diambil dari kita. kalau pun apa yang sudah kita sumbangkan ternyata tidak didengar atau dibiarkan, urusan nya sudah lain, tanggung jawab penuh sudah dipundak para pemimpin.
    marilah kita membangun itu berguna bagi kita semua dan diterima mata tuhan.
    wass.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s