Jembatan Ampera Ditabrak Tongkang Lagi


Setelah beberapa hari lalu tersebar isu heboh tentang robohnya jembatan ampera, hari jumat (23/11) lalu jembatan kebanggaan warga Palembang ini ditabrak lagi oleh sebuah kapal tongkang pengangkut batubara. Untung saja kondisi jembatan itu masih mantap dan aman, hanya pipa-pipa besi besar yang digunakan sebagai pelindung tiang jembatan saja yang patah.

Di tahun 2007 ini tercatat beberapa kali insiden serupa yang juga dilakukan oleh ponton-ponton pengangkut batubara. Namun karena jembatan Ampera ini adalah hasil karya para patriot bangsa, -beda dari proyek-proyek jembatan sekarang yang hanya dijadikan lokak korupsi-, maka tiang ampera masih tetap kokh dan tidak goyah.

Karena telah beberapa kali ditabrak ponton, pemerintah propinsi Sumatera Selatan sengaja membuat tiang-tiang pelindung jembatan yang dipasang untuk mencegah hantaman ponton terhadap “kaki” ampera. Namun sayang, kekuatan pipa besi pelindung tersebut tak seberapa dibanding kekuatan ponton. Pipa tersebut patah pada bagian sambungannya.

Setiap kejadian ponton batubara menabrak tiang jembatan ampera, kendati tidak menimbulkan kerusakan yang parah, pihak pemprop Sumsel langsung memberikan tindakan tegas terhadap perusahaan pemilik ponton. Biasanya langsung dikenakan denda yang jumlahnya milyaran rupiah. Bagi pihak pemilik ponton, kendati hal itu sangat memberatkan namun terpaksa mau juga menuruti aturan itu agar ponton mereka bisa kembali jalan.

Namun yang selalu jadi pertanyaan masyarakat, dikemanakan uang denda tersebut selanjutnya. Sebab untuk setiap biaya perawatan dan perbaikan jembatan ampera selalu saj dianggarkan dana yang besar dari APBD atau APBN.

“Tidak pernah saya dengar ada uang lain selain dari APBD dan APBN yang digunakan untuk pemeliharaan jembatan Ampera”, ujar Musni seorang warga Palembang. “Sekedar untuk biaya mengecat jembatan ampera dananya mencapai Rp.1 Milyar lebih dan sumbernya dari APBD”, tambahnya lagi.

Sementara itu salah seorang anggota DPRD Sumsel juga mengaku heran, kemana uang denda dari penabrak jembatan ampera tersebut. Padahal, katanya, tak pernah ada tercantum penerimaan PAD yang bersu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s