Kontes Miss Indonesia di Palembang, Ditolak


mis-indonesia.jpgmis-indonesia1.jpgmis-indonesia2.jpgmis-indonesia3.jpg

Palembang terpilih sebagai kota yang akan dijadikan ajang kontes pemilihan Miss Indonesia. Namun reaksi yang cukup keras muncul dari kalangan Wakil rakyat di DPRD Sumsel, Tokoh agama dan masyarakat. Yang lebih mencengangkan lagi, acara “Hura-hura para Betiono” itu pun akan didanai APBD sebesar Rp.1,9 Milyar.

Para pejabat di Sumsel memang tak memiliki hati nurani lagi nampaknya, ketimbang memikirkan nasib rakyat miskin di daerahnya, justru mereka lebih suka bikin acara aneh-aneh yang sekedar cari “lokak” untuk memperkaya diri sendiri dan menghamburkan uang rakyat.

Bagaimana tidak, bila sebelumnya kontes Miss Indonesia yang biasa digelar di Jakarta justru bisa dilaksanakan secara gratis, karena semua biaya ditanggung sponsor, tapi ketika acara ini mau digelar di Palembang, eh, malah harus dibiayai dengan uang milik rakyat. Jadi jangan harap bisa untung untuk menambah PAD, yang ada cuma morotin jatah rakyat. Jumlahnya pun demikian besar: Rp.1.900.000.000,-

Kalau dilihat manfaatnya, Kontes Miss Indonesia yang setiap tahun digelar ini sangat tidak jelas. Acara ini sekedar kontes kecantikan dan hura-hura belaka. Bagi rakyat miskin yang kelaparan sama-sekali tak ada kontribusi apa-apa. Kontes Miss Indonesia adalah sekedar ajang promosi bagi perusahaan kosmetik Sari Ayu dan Mustika Ratu.

Namun sayang, para pejabat di Sumsel malah mau diperalat oleh perusahaan yang sedang promosi. Dalihnya ya pariwisata. Namun seberapa besar manfaatnya bagi dunia pariwisata, itu diyakini tak berpengaruh apa-apa.

“Yang jelas acara kontes Miss Indonesia tak lebih dari sekedar perbuatan maksiat belaka”, ujar seorang tokoh agama di Palembang.

“Dalam Islam, wanita adalah mahluk yang dimuliakan. Aurat wanita harus ditutup dengan rapi. Wanita bukan mahluk pajangan. Sedangkan kontes tersebut adalah ajang pilih-pilih wanita. Ini jelas Haram hukumnya”, ujar ulama tersebut.

Menurut ulama yang dikenal vokal tersebut, jika kontes seperti itu dibiarkan terjadi maka selanjutnya akan bermunculan kontes-kontes maksiat lainnya. Ada kontes Miss Pelacur Indonesia, Miss PSK, atau apa namanya.

Bagi ulama ini apapun modelnya, kalau acara pilih-pilih betino karena kecantikannya adalah Haram. “Tak boleh wanita dibuat kontes seperti kontes perkutut atau binatang”, ujarnya.

Ketua MUI Sumsel, H.Sodikun juga dengan tegas menolak jika acara kontes Miss Indonesia di Palembang jadi ajang buka-buka aurat. “Jika pake baju Kartini, bukan pakaian renang, mungkin bisa diterima”, ujarnya.

Pihak fraksi partai Golkar dan fraksi PKS di DPRD juga menolak rencana kontes Miss Indonesia tersebut. Apalagi mesti menggunakan anggaran APBD yang sangat besar. Selain itu mereka juga menilai ajang tersebut hanyalah ajang maksiat yang akan merusak iklim reliji yang selama ini telah membudaya di Sumsel.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumsel, Rahman Zeth, tetap optimis jika kontes Miss Indonesia bisa dilaksanakan di Palembang. “Kita mesti bersyukur dan bangga jika acara ini bisa digelar di Palembang. Sebelumnya kan cuma di Jakarta”, ujarnya.

Menurut Rahman, pihak-pihak yang menolak adalah pihak yang kurang mengerti jika Mis Indonesia bukanlah acara maksiat buka-buka aurat. Sedangkan soal anggaran, Rahman Zeth mengatakan jika ini masih dalam tahap pembahasan. Anggaran itu diperuntukan biaya akomodasi dan transportasi.

Bagi Rahman Zeth jelas acara ini akan sangat menguntungkan, namun bagi sebagian besar rakyat Sumsel yang masih hidup dalam kesusahan, acara itu tak lebih dari sekedar perampasan hak-hak rakyat miskin karena uang mereka yang digunakan.

“Jika maksiat sudah mulai masuk di Sumsel, maka kita tinggal menunggu saja bencana apa yang akan menimpa propinsi ini. Allah akan menurunkan azab”.

Namun bagi b

Iklan

8 comments on “Kontes Miss Indonesia di Palembang, Ditolak

  1. wah…tak betul klo acara yg dak jelas gunonyo ini pake duit rakyat…hati2 ini usaha untuk menghancurkan akhlak masyarakat….khususnya pemuda…SAYA DUKUNG PENOLAKAN INI DAN MARI KITA WARGA SUMSEL RAME2 MENOLAK AJNG INI..

  2. ajang kontes-kontesan merupakan budaya barat yang seharusnya tdk diikuti budaya kita,selayaknya mari kita galakkan budaya kita sendiri dgn cara memperkenalkan tarian2 dari berbagai daerah diindonesia dimancanegara, ini merupakan aset negara yg perlu dikembangkan dan perlu penanganan yg baik dari pemerintah.bukan malah memberi lampu hijau kpd ajang miss-missan yg mempertontonkan aurat wanita dan memperlemah persatuan umat islam diindonesia.TOLAK AJANG INI DIPLG KRN AJANG INI MERUPAKAN AJANG YG MENGHAMBUR2KAN UANG DAN HURA-HURA BUKAN MALAH MEMBANTU RAKYAT YG MISKIN DAN KELAPARAN.

  3. SEBAIKNYO KAMI USUL KEPADA PEMKOT DAN PEMDA PALEMBANG DAN SUMSEL, HIDUPKAN BUDAYA PALEMBANG SEPERTI BUDAYA GENDING SERIWIJAYA, ATAU PALEMBANG VENECIA DARI TIMUR,,,AKU HERAN TARIAN KITO GENDING SRIWIJAYA ITU KALU DIDENGARKAN SAMPE MERINDING, ADO PERASAAN DAMAI DAN KEBESARAN MAHLIGAI BUDAYA PALEMBANG KALU KITO MENGHAYATINYO,, APO LAGI DENGERNYO PAS DALAM UPACARA PERKAWINAN ATAU MENYAMBUT TAMU AGUNG. TAPI HERANNYO NGAPO DAK PERNAH DI SOSIALISASIKEN SECARA NASIONAL,,DAK PERNAH DIPROMOSIKAN ATAU DAK PERNAH MASUK ACARA KHUSUS TV ,,COBA KALU TARIAN BALI, JAWA ATAU PAPUA,,SAMPE BOSEN NONTONNYO..ARTINYO INI KITO KALAH BESAING DENGAN DAERAH LAIN. CUBOLAH HAL HAL SEPERTI INI YANG KITO PERSOALKAN,,BUKAN BUAT KONTES BETINO SETENGAH TELANJANG MEJENG PUCUK MIMBAR,, ITU NAMONYO BUAT DUSO MASY. SE SUMSEL. .
    KALU NAK BUAT SUMSEL JAYA ,,BUATLAH HAL HAL YANG SESUAI DENGAN BUDAYA MASYARAKATNYO,,JANGAN NAK MERACUNI MASYARAKATNYO.

  4. aku setuju bae dingen pendapat cik asan,itu yang perlu di lestarikan supayo budaya kito nih di kenal jugo di luar sum sel,bahwa sriwi jaya nih mempunyai sejarah budaya jugo ,dan terutama melastarikan budaya kito ini supayo anak cucu kito ini tau ini luh peninggallan BUDAYA nenek moyang ku sriwijaya.
    Jangan pemerintah Palembang sekarang menggalakan budaya Modern bae…..ikut- ikutan wong barat Bae,apo nak mintek di kato ke maju/Calak,Tapi batentangan dengan budayo wong kito jangan lah Cek Syahrial ,Aku saran ke galih lah Budaya kito yang Hampir Punah tu ,ini yang paling bernapaat aku kiro,Tunjukkan di dunia luar jati diri yang sebenarnya ini luh SRIWI JAYA,jangan WESTERNISASIH…..ya…ya…Dan salam buat saudara2ku di SUMSEL jagalahpersaudaraan dan persahabatan yang abadi penuh dengan kerama tamahan,…wasalam terima kasih….wong kito di jakarta.

  5. Dan titip salam buat saudara2 ku di SUM BAG SEL,dalam rangka pemilihan PILKADA GUBURNUR nanti,jangan sampai ada gotok2kan,,,,ya….buat apa hanya merugi kan diri kita sendiri,apa lagi sampai menaruhkan nyawa,masih banyak orang2 yang menyayangi kita dan ingat jangan sampai di menampaat kan orang2 yang ingin mencapai suatu tujuan, sedangkan kita hanya di jdikan sebagai kenderaannya saja…ini sangat Bodoh sekali……Belajar lah dari pengalaman…..Wasalam Terima Kasih….Semoga bernapaat….

  6. pilhlah yang sudah teruji kepemimpinanya selama 5 tahun. sumsel sudah maju dalam segala aspek kehidupan.
    ir.h.Syahrial Oesman patut kita dukung untuk melanjutkan kepemimpinannya kedepan.

  7. Setelah saya amati tulisan-tulisan saudara Supriadi pada blog-blog di Situs ini, saya mensinyalir adanya keberpihakan saudara Supriadi kepada salah satu Calon Gubernur Sumsel, dan saya menyimpulkan bahwa saudara Supriadi adalah salah satu tim suksesnya Alex Noerdin yang sedang menghitung angka-angka untuk mencari kans dari suara-suara yang akan mendukung Alex Noerdin, untuk itu saya himbau kepada para pendukung SO untuk tidak lagi mengisi komentar di blog-blog pada situs ini karena hanya akan menguntungkan Saudara Supriadi dan pihak Alex Noerdin dan beginilah cara kerja dan tipu muslihat dari para pendukung dan Alex Noerdin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s