Trik DPRD Kota Palembang Mengakali Uang APBD


dprd-kota.jpg

Citra Wakil Rakyat nampaknya belum sepenuhnya melekat pada insan-insan yang duduk di kursi dewan, khususnya di DPRD Palembang. Mereka baru tepat disebut “merasa wakil rakyat”. Hal ini disebabkan sikap, kepedulian dan perjuangan mereka belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat. Mereka justru masih lebih memikirkan nasib dan masa depannya ketimbang harus ikut merasakan kesusahan rakyat yang memilihnya.

Salah satu bukti nyata jika mereka lebih memikirkan dirinya sendiri adalah munculnya anggaran-anggaran di RAPBD Kota Palembang tahun 2008 yang disediakan untuk keperluan sendiri. Dan harganya pun luar biasa.

Misalnya saja anggaran untuk pakaian dinas 45 orang anggota DPRD Kota Palembang saja disediakan Rp.578 Juta lebih. Suatu jumlah yang sangat fantastis untuk ukuran hidup standar di Palembang.

Hitung-hitungannya berarti setiap anggota dewan mendapatkan jatah Rp.12,9 Juta. Bila pakaian yang mereka dapat masing-masing 4 stel, maka tiap stelnya dihargai Rp.3,2 juta. Sekali lagi, luar biasa!

Ternyata selain anggaran untuk pakaian dinas, DPRD Palembang juga akan mendapat jatah Pakaian Adat Khas Palembang dengan dana lain sebesar Rp.157 juta lebih. Artinya masing-masing akan mendapat Rp.3,5 juta untuk satu stel pakaian adat.

Terhadap kemunculan pos-pos anggaran untuk “memenjakan” anggota dewan, pihak pemkot Palembang sendiri mengakui jika hal itu sudah selayaknya disediakan, mengingat kinerja dewan selama ini.

“Selain itu pakaian adat palembang di anggarkan dalam rangka menghadapi even Visit Musi 2008 dan HUT Kota Palembang”, ujar pejabat yang minta tak disebut namanya ini.

Sementara itu beberapa anggota dewan kota Palembang menanggapi masalah pakaian dinas mereka dengan santai saja.

“Itu kan sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Tidak sembarangan, disesuaikan dengan kode rekening dan aturan yang berlaku dari pusat”, ujar Hj.Sunah anggota DPRD dari PAN ini.

Sunah menegaskan jika pihaknya akan mengkaji lagi anggaran tersebut dan jika nanti terdapat kelebihan dari pembelian, maka akan dikembalikan lagi.

Sementara itu Sekretaris dewan Kota palembang, Syaiful Anwar mengatakan bahwa masalah ini masih belum pasti karena belum ketok palu.

“Ini masih memungkinkan dilakukan perubahan jika dinilai pemborosan”, ujar Syaiful lagi.

Terhadap adanya anggaran untuk pakaian dinas dan pakaian adat yang nilainya sangat pantastis ini banyak kalangan berpendapat jika hal tersebut hanyalah upaya pemborosan dan akal-akalan mereka saja.

“Ini menunjukkan jika para anggota dewan tidak peka terhadap kondisi masyarakat kita saat ini”, ujar seorang pengamat dari Unsri.

Nah gimana ini pak?

Iklan

4 comments on “Trik DPRD Kota Palembang Mengakali Uang APBD

  1. kepekaan dlm diri seseorang tidak dpt muncul dg sendirinya, kepekaan muncul harus dilatih dan terlatih ketika manusia dekat dan mengenal Allah.inilah profil para anggota dewan kita,karna mkn mereka jauh dari Allah, atau mkn mereka tdk kenal sama sekali dgn Allah, sehingga mereka tidak peka dgn kondisi masyarakat miskin di plg

  2. Angka Rp 578 juta secara sepintas memang cukup fantastis. Boleh jadi dengan anggaran tersebut peluang terjadinya korupsi, mark up atau apapun istilahnya dengan tujuan mengakali anggaran. Namun perlu dicermati, sulit untuk menyatakan telah terjadi korupsi. Ada hitungan tersendiri ketika proses pengadaan barang dilingkungan pemerintah. Jika kita menoleh ke sisi lain, faktor kepatutan dalam menerima fasilitas itulah yang perlu dikritisi. Patutkah dewan mendapatkan pakaian adat yang notebene hanya dipakai satu-dua kali dalam setahun. Rasanya penghasilan anggota dewan cukup mampu untuk memenuhi kebutuhan itu tanpa harus membebani anggaran daerah.

  3. maklum bae, kalu anggota DPRD tu banyak juaro-nyo, belum lagi kasus ijasah palsu. payo pak polisi, pak hakim, dan pak jaksa usut nian wong yg mbudike masyarakat. madai takut samo preman…

  4. mari kita tingkatkan kontrol kita pada anggaran2 yang berpotensi dikorupsi…..selanjutnya kita laporkan ke pihak yang berwenang untuk melakukan pengusutan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s