Kualitas Semen Baturaja Disoal


logo-pt-semen.jpgadukan-semen.jpg

Ini nampaknya puncak dari persoalan yang sudah lama dirasakan warga Sumsel terutama yang membangun gedung dengan menggunakan semen bermerek Semen Baturaja sebagai campuran adukannya. Semen Baturaja tak lagi bisa mengeraskan adukan. Dengan kata lain, Semen Baturaja tersebut dianggap gagal produksi.

Atas tuduhan gagal produksi tersebut, pihak manajemen PT Semen Baturaja langsung bereaksi keras. Bahkan mereka akan turun langsung melakukan penelitian ke lokasi.

Inilah yang sulit. Di wilayah sumsel khususnya, saat ini memang agak lambat jika mencari siapa yang salah dalam masalah seperti ini. Pihak pabrik semen tak akan mudah mengakui jika produk mereka buruk karena masih ada kemungkinan tak mengerasnya adukan semen tersebut karena ulah kontraktor atau pekerja. Memang, bermain semen adalah kebiasaan buruk para kontraktor di Sumsel dalam rangka mencari keuntungan pribadi semata. Campuran adukan biasanya dikurangi komposisi semennya. Umumnya jumlah semen dengan pasir dan koralnya sangat jauh dari ideal. Maka wajar sekali jika bangunan-bangunan proyek pemerintah disini sudah retak-retak lagi walau baru beberapa bulan saja.

Kebiasaan seperti itulah yang diyakini pihak manajeman PT Semen Baturaja sehingga ia dengan tegas membantah jika produk mereka dikatakan gagal.

Namun, karena masih di Sumsel juga, kondisi PT.Semen Baturaja juga diduga mengalami masalah yang sama. Diduga ada permainan yang menyebabkan kualitas semen ini jauh menurun. Mungkin masalah efisiensi atau cari untung lebih. Beberapa pekerja bangunan dan pemilik bangunan yang sedang membangun memang mengakui jika kualitas Semen Baturaja dalam beberapa tahun terakhir ini jauh menurun.

“Kini Semen Baturaja itu jelek, kalah oleh Semen Andalas dan Tiga Roda”, ujar seorang pekerja bangunan yang sudah lama berprofesi sebagai tukang tembok ini.

Menurut Rohim, nama pekerja tersebut, Dulu Semen Baturaja adalah semen paling baik. Tetapi kini justru buruk sedangkan harganya lebih mahal. Makanya kami lebih suka pake semen andalas, lebih lekat dan cepat kering, ujar tukang warga kenten laut tersebut.

PT.Semen Baturaja Harus Introspeksi

Kejadian tidak mau mengerasnya adukan semen di pembangunan pasar Plaju merupakan bukti nyata yang tak bisa dipungkiri lagi. Sedangkan hal seperti itu bagi masyarakat Sumsel selama ini bukanlah sesuatu yang baru. Buruknya kualitas Semen Baturaja sudah cukup lama dirasakan sehingga mereka lebih suka memilih merek lain.

“Sebaiknya pihak manajeman PT Semen Baturaja instrospeksi dan bersyukur jika permasalahan yang ada pada hasil produksi mereka dapat diketahui. Mereka mungkin selama ini belum tahu dan tidak menyadari mengapa produk mereka perlahan-lahan kalah bersaing dengan produk lain”, ujar seorang anggota DPRD Sumsel ikut mengomentari.

Buruknya produk semen baturaja juga dikhawatirkan berdampak pada hasil pekerjaan Flyover Simpang Polda yang seratus persen menggunakan produk Semen Baturaja. Bahkan beberapa pekerja mengakui jika adukan cor semen pada proyek tersebut juga lambat kering.

“Padahal sekarang musim hujan, jika lambat kering bisa hancur”, ujar seorang pekerja proyek.

Nah, siapa yang salah? Silahkan cari sendiri pak.

Iklan

7 comments on “Kualitas Semen Baturaja Disoal

  1. Warga Palembang lebih banyak memilih semen luar daripada Semen Baturaja, itu sih wajar Coz Mereka mau cari semen dengan harga yg serendah mungkin, ya gak ??? So, masalah seperti ini jangan dibesar-besarkan. OK !!!!
    Nah, orang Palembang banyak yg pake semen luar dengan alasan semen luar itu harganya jauh lebih murah daripada Semen Baturaja, padahal mereka sendiri tidak tau terbuat dari apakah semen itu & apa saja bahan campurannya ?? Padahal semen dari luar itu sudah bukan semen Type 1 lagi tetapi sudah semen PCC ( bahan campurannya banyak bgt ), Orang Palemabang tidak menyadari & tidak tau akan hal itu, padahal Semen Baturaja adalah satu-satunya Pabrik Semen di Indonesia yg masih memproduksi semen Type.1 ( Murni ) !!! So, Semen Baturaja lebih bagus & keras donk daripada semen yg lain & juga kita sebagai warga Sumatera-Selatan harus bangga dengan produk daerahnya sendiri, Semen baturaja adalah satu-satunya pabrik semen yg ada di wilayah Sumsel, ya gak ???

    Nah, kalau masalah Semen Baturaja tidak bisa mengeras, itu sih cuma permainan oknum pemborong / kontraktor yg mengerjakan sebuah proyek yg menggunakan semen baturaja & dia menambahkan bahan campuran lain + adukan yg tidak seimbang, supaya semen cepat mengeras dgn harapan pekerjaan cepat selesai + untuk besar, namun kebalikannya semen malahan tidak mau mengeras !!! So, kalau kita tidak mengerti masalah analysis semen jangan bicara banyak deh, malah meperkeruh masalah aja !!! Tau Sedikit Tapi “Ngomong Banyak” !!! Thanks ya & I love Sumsel’s Product.

  2. kepada pejabat PT.Semen Baturaja.:

    Distributor Wilayah Ogan Ilir kurang Oke……………
    tolong dipertimbangkan untuk diganti saja, demi kemajuan kita bersama……………..

  3. Saya sebagai orang Baturaja pada khususnya & warga sumsel umumnya … Bangga terhadap product sumsel, khusunya Semen Baturaja.

    Semen Baturaja is The Best !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    No more…

  4. Akibat permainan kontraktor ataupun terkadang mandor yang mencampur semen agar mendapatkan keuntungan sehingga hasil yang mereka dapatkan adalah semen kurang cpt mengeras padahal itu akibat ulah mereka sendiri AKAN TETAPI yang mendapatkan kecaman adalah PT. Semen Baturaja padahal semen yang di jual di pasaran adalah semen yang sudah lewat uji kimia sehingga kecil kemungkinan semen tersebut tidak mengeras…

    So…Sampe sekarang Semen Baturaja tetap yang terbaik diantara semen semen lain

  5. aku berdomisili di Muba, aku setuju pendapat faisal……Semen baturaja sebenarnya OK…..Ok banget karena masih murni Type 1, sedangkan semen padang atau Tiga Roda termasuk Holcim sudah banyak menggunakan bahan campuran seperti Pozzolan dan Fly ash…….sehingga mereka berani bersaing dengan harga yang murah……..Semen nya Sumsel (Baturaja-red) tidak berani menjual murah karena biaya produksinya cukup lumayan besar dan menggunakan bahan baku yang masih murni….perlu diketahui, sampai saat ini Semen Baturaja masih berupaya memberi pelayanan terbaiknya kepada konsumen sehingga dipandang perlu untuk mempertahankan kualitas semen. Anggota DPR yang bilang “Ketidak setujuannya” terhadap Semen Baturaja dikarenakan Beliau kurang puas atau keinginan pribadinya tidak dipenuhi oleh Semen Baturaja. Terima kasih……

  6. Memang jenis semen tipe I (OPC) lebih baik dibandingkan semen jenis PCC..karena jumlah klinker dalam semen OPC lebih banyak dibanding semen PCC, yang berpengaruh terhadap kuat tekan si semen.. itu lah yang membuat semen OPC jauh lebih mahal dibanding PCC.. tapi sekarang liat donk kondisi ekonomi rakyat bagaimana… Kalo untuk sekedar membangun rumah sederhana atau pun bangunan yang tidak memiliki kuat tekan yang terlalu tinggi, cukup dengan menggunakan semen PCC,.. dan harganya lebih terjangkau oleh masyarakat..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s