VISIT MUSI 2008 TERANCAM GAGAL ?


musi.jpgmusi1.jpg

Kita masih ingat beberapa tahun lalu ada Visit Indonesia Year 2001. Acaranya luar biasa yang berlangsung selama setahun penuh. Kegiatan-kegiatan Pariwisata dan budaya sangat meriah dan jutaan turis mancanegara mampu diundang ke tanah air. Alhasil devisa pun meningkat dari sektor tersebut.

Hal serupa nampaknya akan ditiru propinsi Sumatera Selatan di lingkup wilayah propinsi ini. Namanya Visit Musi 2008 yang rencananya akan dilaunching pada 5 Januari tahun depan. Hanya saja kendati tinggal menunggu hitungan bulan, namun persiapan yang real untuk kegiatan tersebut belum nampak.

“Yang kelihatan baru sekedar persiapan acara seremonial pembukaannya saja yang dimotori Helmi Yahya saja”, ujar seorang warga kota kepada wartawan.

Secara signifikan memang belum ada persiapan yang nyata bagi mendukung even akbar tersebut. Objek-objek wisata yang ada dan masih dalam penataan diprediksi tak mampu dijual  kepada calon wisatawan.

Terancam Gagal?

Berbagai pihak justru mengaku pesimis jika program yang digembor-gemborkan Gubernur Syahrial dan Walikota Edy Santana ini akan berhasil sesuai rencana. Bahkan besar kemungkinan gagal. Hal ini disebabkan program Visit Musi tidak mendapat dukungan yang merata dari seluruh lapisan masyarakat Sumsel.

“Kabupaten-kabupaten tak memberikan respon dukungan terhadap kegiatan tersebut. Bahkan Visit Musi 2008 hanya terkesan sebagai kegiatan Kota Palembang belaka yang tidak melibatkan daerah lain”, ujar Yuwendi warga Kertapati.

Selain itu dukungan agenda  acara selama satu tahun  untuk mengisi Visit Musi 2008 juga tidak jelas. Bahkan sosialisasi Visit Musi 2008 nampaknya tidak dilakukan secara gencar.

“Semestinya sosialisasi dilakukan ke mancanegara sana. Kalau hanya mengandalkan wisatawan lokal saja tak akan memberi manfaat lebih banyak bagi kemajuan Palembang”, ujar warga tersebut.

Sementara itu dana pemerintah yang dikucurkan untuk menunjang program tersebut sudah sangat banyak. Bahkan untuk membenahi objek-objek wisata yang tak laku ini telah menghabiskan dana puluhan milyar. Belum lagi untuk sosialisasi yang gaungnya tak seberapa namun dananya terlalu besar.

“Tanya saja kepada Warga Palembang, apa itu Visit Musi 2008, pasti lebih banyak yang tidak tahu dan tidak mengerti”, ujar Sukirman warga seduduk putih.

Bahkan Taswin warga 4-5 Ulu bereaksi lebih keras terhadap program yang ia nilai sekedar untuk mengakali uang rakyat saja.

“Itu kan hanya akal-akalan orang mau cari duit modal Pilkada saja”, ujarnya.

Nah, kita lihat saja benarkah?

Iklan

37 comments on “VISIT MUSI 2008 TERANCAM GAGAL ?

  1. Jangan pesimis,tetap optimis!!!Optimis seperti awal mula kita merintis mimpi dan rencana membangun kota Palembang menjadi indah. Halangan dan rintangan itu pasti ada tapi jangan dijadikan kendala untuk mewujudkan mimpi bersama,jangan menyerah sebelum berusaha. Cayoo kota Palembangku!!!

  2. Yah tetap optimis. Pak Gubernur tidak akan bisa menjalankan program ini sendiri. Dia harus didukung oleh kita semua sebagai warga. Mari dukung VISIT MUSI 2008!!!

  3. ASSWW.
    SEKEDAR SARAN DARI KAMI, DEMI KEMAJUAN DAERAH KITA.

    KALU DENGAR JUDUL NYA SAJA ITU TIDAK MEMBUMI…”VISIT MUSI 2008″
    INI SUDAH SATU KELEMAHAN WONG KITO IDAK PANDAI MENYELAMI DAN MENARIK PERHATIAN WARGA PALEMBANG.

    COBA CARI JUDUL SEPERTI “KENANGAN KU DISUNGAI MUSI ” ATAU ARUNG MUSI DI PALEMBANG.

    KEMUDIAN PEMANDU ATAU SOSIALISASI ATAU BROSUR NYA TIDAK BOOMING..SEHINGGA ORANG LUAR PALEMBANG YANG DENGERNYA,,JADI BENGONG,,KEMANA INI KITA HARUS MENUJU VISIT MUSI INI.

    TIDAK ADA PECIPTAAN IMAGE KEPADA MASYARAKAT,,BAHWA SETIAP WARGA BISA MENIKMATI NYA,,DAN MUDAH DAN MURAH UNTUK MENIKMATINYA…

    TAPI NGOMONG NGOMONG MANA SUNGAI SEKANAKNYA, SUNGAI BAUNGNYA, SUNGAI JUARO, SUNGAI BUAHNYA, SUNGAI LAISNYA, SUNGAI BENDUNGNYA DAN SUNGAI SUNGAI KECIL LAIN YANG DULU BISA NAIK PERAHU SAMBIL BELI BUAH DUKU, MANGGIS, PISANG DLL ???
    AHHH …RINDUKU PADA KENANGAN LAMA,,MENIKMATI MASA KECILKU .

    KAPAN INI AKAN KEMBALI LAGI ????????

  4. Pak Visit Musi ini tujuannya utk menarik perhatian orang luar bukan perhatian warga Palembang.

    Masa taglne buat pariwisata “Kenanganku di Sungai Musi” atau “Arung Musi di Palembang?? Hah hello?! Come on?! Its not sell at all. Klo untuk judul sinetron sih cocok Pak. Tapi tidak untuk pariwisata. Masa ditengah2 “Malaysia truly Asia”, “Uniqly Singapore”, “Visit Indonesia”, tiba-tiba ada “Kenanganku di Sungai Musi.” I mean. Come on?!? Its too personal. Buat yang pernah ke Palembang atau Sumsel sih ga apa2 nah yang belum pernah dan ga punya bayangan sama sekali gimana? Tujuannya kan justru untuk menarik mereka yg belum pernah ke Palembang utk datang ke sini.

    Ini bukan personal attack loh ya Pak. Saya bicara sesuai bidang saya sebagai orang dari latar belakang desain dan advertising.

    Kalo Bapak bilang sosialisasi dan brosurnya tidak booming saya melihatnya tidak begitu kok. Bapak menilai begitu mungkin krn Bapak ga pernah keluar dari Palembang. Kalau Bapak pergi ke Jakarta, Bapak lihat di billboard yg ada di Bandara Sukarno-Hatta disana terpajang iklan dan ajakan untuk VISIT MUSI 2008. Begitu pula di dalam Bandara Sukarno Hatta itu sendiri, disetiap tv yg dipasang ada iklan running text memuat iklan Visit Musi 2008 juga pernah dibahas di majalah dan koran kok.

    Visit Musi itu tujuannya adalah memperkenalkan Sumsel kepada Indonesia dan dunia, bukan memperkenalkan Palembang kepada orang Palembang sendiri. Jadi saya rasa tidak tepat juga menciptakan image utk masyarakat agar bisa menikmatinya dengan mudah dan murah. Itu sih sudah tidak tepat sasaran Pak.

    PS: Klo di comment bagian “Sarimuda, Lawan Berat Eddy” Bapak mengeluarkan statment agar orang berpendapat dengan bahasa yang lebih berpendidikan, maka saya anjurkan Bapak untuk menelaah gaya penulisan Bapak sendiri. Jika Bapak sendiri berpendidikan maka Bapak akan mengerti penggunaan HURUP KAPITAL dalam bahasa penulisan menunjukkan bahwa penulis sedang bicara dengan berteriak-teriak dan marah. So please konsekuen dengan pernyataan Bapak sendiri.

  5. HA HA HA BOCAH SING AYU LAGI..
    UDAH GEDE RUPANYA KAMU YA..

    AYU..
    SEKARANG INI SAYA BERDIAM DI TAIPE, TAIWAN .
    KAMU TAU GAK TAIWAN DIMANA ? BARANGKALI GAK TAU YA ??

    KALU SOAL BAHASA /ISTILAH, BAGI SAYA GAK JADI MASALAH, TAPI SYARATNYA CUMA SATU YAITU HARUS MENIMBULKAN KESAN YANG MENDALAM ATAU MEMBUMI,,BAGI PARA PEMBACA ATAU PENGUNJUNGNYA.
    KALU CUMA “VISIT MUSI 2008” HA HA HA ..
    MAAF YA SAYA BERATUS KALI BACANYA TERUS TERANG BELUM NYENTUH DIHATI INI,,ITU MAKANYA SESUAI DENGAN JUDUL,, TERANCAM BATAL, KARENA APA ? YA KARENA GAK ADA RESPON YANG KUAT DARI WONG DEWEK APALAGI ORANG LUAR,, ORANG ORANG BULE YANG KAU SASARKAN ITU.

    KALU MALAYSIA SINGAPURA, MEMANG DARI AWAL BAHASA SEHARI HARI SUDAH BAHASA INGGRIS, GAK HERAN SLOGAN PARIWISATA MEREKA PAKE BAHASA INGGRIS

    ADA PETUAH DARI ORANG TUA TUA KITA ,, JANGAN MENGHARAP PENGHARGAAN DARI ORANG LAIN KALAU KITA SENDIRI TAK PANDAI MENGHARGAI KARYA KITA SENDIRI. EHHMMM…..

    DIANJURKAN DONG WARGA SENDIRI DULU YANG MENGHARGAI PROJECT INI,,,,BARU KITA MELANGKAH KEDEPAN LAGI…

    SEPERTINYA AYU INI MAU INSTAN TERUS SAJA…
    BELUM APA APA MAUNYA SUDAH GO INTERNATIONAL…..HA HA HA HA
    BERSIHKAN DULU DONG SUNGAI MUSI DARI KOTORAN SAMPAH,,KOTORAN MANUSIA,,KOTORAN PASAR….RAPIKAN DULU DONG SUNGAI MUSI DARI RUMAH RUMAH NAN KUMUH…LANTAS APA YANG MENJADI ANDALAN KITA DI SUNGAI ITU ?? IWAK BAUNGNYO APO ? APO IWAK BELIDO ? DISURUH MANCING APO JALO TURISNYO, SEKALIAN BAE DISURUH NYEBUR KESUNGAI PAKE TELESAN…..

    APO TURISNYO DISURUH MENYAKSIKAN TIANG JEMBATAN AMPERA LAGI DITUMBUR TONGKANG YO ??? EHHMM HEBAT……AMPERA

    KAU SUDAH LIHAT SUNGAI THAMES DI LONDON BELUM ?? SUNGAINYA TENANG BERSIH DARI KOTORAN,, SEMUA TEPIAN DI DAM RAPI, PAKAI TAMAN YG INDAH SEBERANG SANA SEBERANG SINI…
    MEREKA GAK PAKE SLOGAN VISIT LONDON LAGI….
    TAPI NYATANYA JUTAAN WARGA DUNIA DATANG KESANA, MELIHAT THAMES, PURI, ISTANA BUCKINGHAM, KASTIL..DLL.

    AHHH…AYU
    SIKATLAH GIGI DULU,, BARU KAU PAMERKAN KETEMAN SEBELAH, YA………..JANGAN GIGI MASIH BULUKAN SUDAH NAK DIPAMERKAN,, BELARILA GALO WONG PLEMBANG, APOLAGI WONG BULE,

    YANG TINGGAL AYU SENDIRI GIGIT JARI
    HA HA HA HA HA

    KALU COMMENT SAYA TTG ITU,,YA INTINYA SAYA BERCANDA,,SAMBIL MENGINGATKAN SAJA DAN SAYA BUKAN SIAPA SIAPANYA PARA CANDIDATE.
    WASS.

  6. Oh di Taiwan. Sejak kapan jadi TKI disana Pak? Digaji layak ga? Dikasih makan dengan layak ga?

    Kenapa VISIT MUSI 2008 dijadikan tagline? Itu karena utk mendukung program pemerintah pusat yang mencanangkan VISIT INDONESIA. Itu namanya sinergi Pak antara pusat dan daerah. Tau ga definisi sinergi?

    Program ini terancam batal kenapa? Karena di Palembang lebih banyak orang yang tipenya kaya Bapak. NO ACTION TALK ONLY. Bisa ngomong doang. Kennedy aja bilang, “Jangan tanya apa yang bisa negara lakukan buatmu, tapi apa yang bisa kau lakukan utk negaramu.” (Tau ngga Kennedy itu siapa? Buka dulu ensiklopedi sejarah dunia. Tau ngga ensiklopedi itu apa?)

    Pak skrg uda bukan jamannya buat nunggu. Hello?? Sementara semua orang sudah kemana2. Kalo mo nunggu semua siap itu butuh waktu sampai 2012 sementara 2010 sudah era globalisasi. Uda telat, uda ga jaman, uda ketinggalan a.k.a basi.

    Thames juga ada sampahnya kok. Thames juga kotor penuh minyak tapi mereka tetap jalan aja tuh sambil memperbaikin di sana-sini. So apa bedanya dengan kita? Apa karena Thames di London sementara Musi di Palembang? Apa bedanya? Ini sih sesuai dengan pepatah semut di sebrang lautan keliatan sementara gajah dipelupuk mata ga keliatan. Jangan sok internasional Pak. Skrg keliahatan kan siapa sebenarnya yang ga punya rasa nasionalis??

    Skrg aku tanya Bapak pernah tour di Sungai Nil ga? Tau ga itu dimana? Sungai Nil itu di Arab.
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    Percaya pula jangan2 hahahahahaha… Sungai Nil itu di Cairo, Egypt. Sungai mereka sama kotornya, penuh polusi minyak, banyak enceng gondok, ga ada apa2 di kanan-kirinya kecuali sampah dan pasir tapi disana pariwisata jalan aja tuh. Orang toh ga terlalu peduli liat itu semua. So apa bedanya dengan kita? Mereka pede aja tuh.

    Bapak pernah gaul ga sih sama ekspat? Tau ga ekspat itu apa? Mereka justrus tertarik kok dengan hal2 yang tradisional. Mereka tertarik liat orang2 yang masih mandi di sungai, rumah2 tradisional, pasar tradisional, dll. Mereka mah uda eneg sama yang namanya gedung dan bangunan. Jangan terlalu proud of yourself Pak. Di atas langit masih ada langit.

  7. ayu…
    bukan dikarenakan wong plembang banyak no action talk only..
    menurut kami disebabkan banyak pejabatnyo “tidak the right man on the right job ”

    yah contohlah seperti kamu, kemungkinan berada di dinas pariwisata atau pemda sumsel, tapi pengetahuan umum kamu jeblok, dan pola pikir tidak konstruktif ( terlihat dari cara kamu berkomentar, kurang ada unsur intelektualnya,) dan tidak punya selera yang tinggi, dan sikap ke akuan kamu masih terlalu tinggi, ini ciri ciri masy. belum berkembang, kerjanya hanya kejar paket eh target…sori salah.he he he …

    mestinya kamu sebagai orang dinas pariwisata atau pejabat itu harus banyak mendapat masukan dari masy. kemudian dikaji dan diambil hal yg terbaik, bukannya menonjolkan sikap ego kamu, cara kamu memberi komentar masih ketus, cas cis cus tanpa mikir benar salahnya.( coba sungai nil itu kalu kamu lihat dipeta, bukan hanya milik cairo, mesir. jadi harus jelas dong, sungai nil itu berasal dari benua afrika bagian selatan negara botswana dipegunungan kilimanjaro, mengalir melewati banyak negara zimbabwe, tanzania, eithopia, sudan baru muaranya ada di mesir sana.)

    malu dong ahh sumsel.
    kalau tulisanmu hanya sebatas gitu aja
    masa kamu bilang orang bule tertarik sama orang kita mandi disungai, jadi asosiasinya turis itu pada nonton orang orang kita ( indonesia/palembang red.) lagi mandi pake telesan di bong , wuihhh tradisonil amat, emang orang kita ini masih kubu apa ? jadi objek utama pariwisata, lantas nanti dibayar gak.?
    turis bukannya tertarik takjub, buktinya mereka gak akan mau nyemplung kesungai,,mereka itu hanya heran, kok masih ada manusia kelakukan seperti ayu ehh sori salah lagi.seperti itu maksud saya.ha ha ha ha ha …

    kami kan disini hanya sebagai pihak masyarakat..layak dong memberi saran , usulan.
    sebagai sumbangsih kami walau kecil nilainya.

  8. Guys,

    tempat ini bukan sarana untuk adu argumen. tp saya pikir saya sependapat dengan Ayu. apapun yang terjadi, seharusnya kita mendukung penuh event yang diadakan oleh pemerintah daerah, apalagi ini event besar untuk menggaet wisatawan baik lokal, nasional maupun mancanegara untuk datang ke Palembang.
    Komentar pertama yang yang ada di benak saya mengenai tulisan pak Hasan tentang judul “Visit Musi 2007” adalah kurang membumi, saya pikir ada benarnya. tp karena event ini ditujukan kepada masyarakat lokal dan internasional, maka kita memerlukan suatu bahasa yang sifatnya universal. sehingga “Visit Musi 2007” adalah tepat. Bahasa yang membumi akan baik digunakan jika event ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat lokal dan nasional saja.
    Event ini mungkin masih jauh dari sempurna. sikap seperti Ayu memang belum tentu membuat acara ini menjadi tambah sukes, semakin sukses ataupun sempurna. tetapi kemungkinan itu ada, karena Ayu hanyalah 1 orang. jika ada 1000 orang yang memiliki sikap seperti Ayu, saya yakin event ini mampu mendekati sempurna.
    tapi jika sikap masyarakat adalah seperti pak Hasan,…event ini PASTI tidak sukses tanpa ada kemungkinan lain.
    Pak, hargailah usaha anak negeri apapun usahanya selama tujuannya adalah membangun bangsa. mereka perlu didukung untuk kemajuan bangsa Indonesia, bukan sekedar kritikan pedas yang sifatnya hanya menjatuhkan mental orang yang mau berusaha.

  9. Sedikit ralat:

    seharusnya judulnya adalah “Visit Musi 2008”, bukan “Visit Musi 2007” seperti yang saya tulis. Mohon maaf atas kesalahan penulisan.

    terima kasih

  10. SETUJU KALAU ADA KATA AJAKAN BERSAMA SAMA UNTUK MENYUKSESKAN VISIT MUSI, ARTINYA ADA INPUT SUMBANG SARAN, SESUAI DENGAN KOMENTAR KAMI PERTAMA. ADA DISKUSI PERSUASIF TANPA HARUS SALING MENJATUHKAN.
    BUKANNYA KAMI TIDAK MENGHARGAI HASIL KERJA YANG ADA, TAPI INI LHO…KITA KASIH SARAN SUPAYA TIDAK GAGAL.

    TERUS TERANG KAMI JUGA SEBAGAI WARGA SUMSEL, SEDIH MENDENGAR JUDUL BERITA INI DINYATAKAN TERANCAM GAGAL, KENAPA ? PASTI ADA YANG SALAH, NAH ITU KAMI KRITIK KESALAHANNYA DAN SEKALIGUS MEMBERI SARAN. KALAU KRITIKAN DAN SARAN KAMI DIRASAKAN GAK PAS YA SUDAH, CARI LAGI MASUKAN YANG DIRASAKAN BETUL BETUL PAS. JANGAN MERESPON SEOLAH OLAH TETAP MAU MEMPERTAHANKAN STATUS TERANCAM GAGAL.

    BAGAIMANAPUN PAHITNYA ATAU SAKITNYA BENTUK KRITIK DAN SARAN ITU, SEBAGAI GENERASI PENERUS KITA HARUS LEBIH TEGAR LAGI UNTUK MENERIMANYA, SEBAGAIMANA SAKITNYA PENDERITAAN PARA PEJUANG DAN PAHLAWAN KITA MEREBUT KEMERDEKAAN NEGARA INI. PUN KALU SARAN DAN KRITIK ITU DITERIMA, KALAU GAK YA GAK APA APA.

    SEMUA KITA INI WAJIB UNTUK TURUT MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA INI, DARI SEGALA SEKTOR SESUAI DENGAN BIDANG KEAHLIAN MASING MASING, ADA YANG AHLI DALAM KRITIK YA TUGASNYA MENGKRITIK, ADA YG AHLI DALAM BUAT EVENT YA BUATLAH EVENT,

    KALAU YANG BUAT EVENT ITU SUDAH BERSIKAP ANTIPATI TERHADAP KRITIKAN, YA SUDAH … SELESAI SEMUANYA, KEMBALI KE ZAMAN ORBA KITA…JANGAN ADA LAGI KATA KITA IKUT ERA GLOBALISASI ATAU REFORMASI ATAU GO INTERNATIONAL.
    CUKUP SEKALI SAJA KITA BERKATA KEMBALI KEZAMAN ORBA.

  11. Now liat siapa yang berani bicara???

    Orang yang mengusulkan tagline “VISIT MUSI 2008” diganti dengan “KENANGAN KU DISUNGAI MUSI ” atau “ARUNG MUSI DI PALEMBANG” bisa ngomong tentang pola pikir konstruktif, selera tinggi, tidak ada unsur intelektual? Gimme a break?! Bikin tagline aja kampungan banget.

    Skrg kalau memang Bapak merasa sangat kompeten utk bidang ini saya tantang, program apa saja yang Bapak mau jalankan untuk menunjang “VISIT MUSI” ini??

  12. Pak kalo cuma ngasih saran sih anak SD juga bisa. Skrg ACTION nya apa??? Waktu sudah mepet. H-24 dari soft launching dan Anda masih mau dengar pendapat?? Anda kemana aja selama ini. Makanya Pak seperti yang saya bilang, era globalisasi tuh serba cepat. Mau ketinggalan berapa puluh tahun kita dari perkembangan dunia??

    Skrg sudah saatnya jalan dan maju dengan “senjata” yang kita punya. Sudah tidak ada waktu lagi untuk dengar pendapat, diskusi, dll.

    Kalau protes semua orang juga bisa tapi punya otak dan ide buat memulai semua, bahkan Bapak aja tidak terpikirkan? Jangan cuma bisa besar omong doang Pak persis seperti yang saya duga kan Bapak cuma bisa NATO: NO ACTION TALK ONLY.

  13. Aku ni wong dusun, dak ngerti sungai Thames, dak ngerti sungai nil, dak ngerti Taiwan. Cuma sedih bae nyingok wong kito yang dah ‘go internacional’ (bener dak tulisannyo?) masih ngedepanke emosi. Apo bedanyo samo aku?

    Niat baek harus ditopang dengen totalitas tekad, usaha dan optimisme (cak bicek ayu), diuji oleh suara-suara miring (cak mangcek hasan MSi) baru tejingok hasilnyo. Komponennyo lah ado, tinggal kito jingok siapo yang menang atau ketawo paling belakangan pas waktunyo kagek.

    Wong Kito (memang) Gilo Galo… Termasuk aku yang nulis ini…

  14. AYU,,,
    SLOGAN ITUKAN CUMA CONTOH,,KALUPUN GAK PAS YA GAK APA APA WONG NAMANYA JUGA SARAN, JANGAN KAU JADIKAN POKOK MASALAH.
    YANG JADI MASALAH ITU ADALAH BAGAIMANA MEMBUAT SLOGAN YANG MENIMBULKAN KESAN DIHATI MASY LUAS. DAN KALIAN SEBAGAI ORANG DESIGN YANG KAMU ANGGAP BERKUALITAS,,HARUS SUDAH MENGERTI ITU DARI JAUH JAUH HARI..JANGAN KAU SALAHKAN KAMI PADA PERGI KEMANA …BERITA INI SAJA BARU MUNCUL NOVEMBER KEMAREN DAN KENAPA SAMPAI ADA BERITA SPT ITU,, SIAPA YANG SALAH ???TERKESAN ADA KEKAWATIRAN KALAU KALAU MEMANG GAGAL,,MUSTINYA KAMI YANG TANYA, KOK BARU SEKARANG DIBUAT BERITA SPT ITU ? APA KERJA KALIAN SELAMA INI, TAPI MUDAH2AN IDAKLAH..DAN BERITA INI KAMI DIBERI TAHU LEWAT SEJAWAT KAMI.

    KEMUDIAN YG JADI TARGET KALIAN ITUKAN TURIS MANCA NEGARA,, YANG DATANG DARI JAUH TENTU MENGHARAPKAN PEROLEHAN YANG SESUAI DONG DENGAN PENGORBANAN MEREKA…NAH INI YG KUMAKSUD INFRASTRUKTUR KITA JELAS HARUS SUDAH KINCLONG SEMUA , SEHINGGA TIDAK MENGECEWAKAN MEREKA NANTI, TERMASUK OBJEK PARIWISATANYA.. KEMAREN KAMI TANYA APA YANG MENJADI ANDALAN DALAM VISIT MUSI INI, SETAHU SAYA SUMSEL GAK TERLALU BANYAK OBJEKNYA, APA CUMA NAIK KAPAL PESIAR HILIR MUDIK SEPANJANG SUNGAI MUSI ? APA DISURUH MANCING DAN JALO ATAU SEKALIAN NYEBUR KESUNGAINYO.

    MASALAH WAKTU SUDAH MEPET….
    SALAH SIAPO ?? NGAPO DARI DULU KAMU DAK NGAJAK NGAJAK KALU ADO PROJECT BESAK.
    HA HA HA HA HA
    CANDA SEDIKIT ……..
    WASS.

  15. Hahahahaha… Tepat seperti dugaanku. Tipe orang kaya Bapak nih yang akan paling dulu bilang, “Bukan salahku.” kalau proyek yang jadi tanggung jawab bersama itu gagal. Akan tetapi kalau proyek itu berhasil, dia juga yang akan duluan bilang, “Hebatkan aku. Coba kalau ga ada aku? Gagal semua!!.”

    Jadi siapa yang sebenarnya besar ke-aku-annya?? Lalu belakangan bilang salah sendiri ga ngajak2 kalau ada proyek besar?? See?? Belum apa-apa sudah minta pamrih, minta dibayar.

    Pak FYI ya ini bukan proyek aku sama sekali. Aku ga dibayar oleh siapapun tapi dengan suka rela menjalankan hal ini untuk mendukung dan menyukseskan VISIT MUSI 2008. Wajarlah Sumsel ga maju-maju kalau semua orang punya mental kaya Bapak. Belum apa-apa sudah minta apresiasi dan diakui, belum apa-apa sudah minta pamrih, belum apa-apa sudah minta dibayar, belum apa-apa sudah minta proyek untuk keuntungan sendiri. Kelihatan sekali mental aslinya.

    Jangan cuma bisa bicara Pak. Kami butuh action nyata.

  16. ayu..
    kami ini jauh dirantau…mano sempatlah nak becakar disano,,jelek jelek kami ngasilken devisa buat negara dan sumsel, tiap bulan kami ngirim kedaerah,,jangan sukalah bersakwasangka seperti itu, kami kalu bilang main2 ya cuma main main, tapi kalimat diatasnya memang serius yu..
    begitu trims ya atas semua prasangkanya pada kami.
    bye…wass.

  17. Loh saya tidak pernah mengatakan Anda jelek loh Pak. Anda sendiri yang mengatakan kalau Anda itu jelek bukan?? Saya juga tidak menyinggung sumbangsih Anda buat Sumsel dan negara kok.

    Anda yang pertama kali memberikan celoteh pada orang lain untuk berkomentar dengan intelek kan? Now u tell me that?!

    Bercanda itu ada batasnya Pak. Bercanda juga ada waktunya. Tidak bisa setiap bicara kita bercanda apalagi dalam konteks kita sedang membahas dan mendiskusikan masalah yang serius juga urgent. Saya menghormati Anda sebagai lawan bicara dan diskusi saya tetapi Anda menganggap saya orang muda yang tidak tahu apa-apa. Dont be too proud of yourself. Saya mungkin masih muda, baru 23 tahun tapi saya lebih kompeten dari pada Anda. Dan setidaknya saya tidak hanya bisa mencaci-maki dan berkomentar seenak jidat tapi juga memberikan solusi dan melakukan aksi.

    Jadi jika Anda merasa kompeten untuk bicara maka lebih baik Anda membantu memberikan solusi dan aksi setelah Anda selesai mengkritik.

    PS: Gimana kabar para TKI di Taiwan? Anda digaji dan diperlakukan dengan layak tidak? :p

  18. tuh kan??
    anda tidak mengatakan kami jelek..??
    sudah2 x anda menyinggung masalah tki,
    kalimat terakhir anda itu sangat tendensius, apa kau bisa menyelesaikan masalah tki ??seolah mau ngenyek para tki, yah memang tki seperti kami banyak masalah, tapi untuk saya tidak,,tapi inilah namanya perjuangan, dan kami tidak pernah meminta minta project kepada pejabat seperti kau beprasangka buruk itu, tdk seperti kalian yg selalu bergelut dan dekat dgn project pemerintah. sementara pemerintah sedang susah, tapi kami kami orang yang sadar diri, tidak mau menambah beban, kami pergi keluar untuk membantu pemerintah.

    anda berkata, kami kami ini hanya NATO, silahkan !! anda pikir sendiri !!
    anda bertanya mana sumbangsih kami, ehhmmm..silahkan pikir yg matang.
    anda berkata dont to be proud your self ?? yah inilah kami hasil produk dari perjuangan hidup dinegara lain, hidup kami kerass!!! tapi kami tetap cinta tanah air yang selalu susah dan terbebani orang orang yang tak mau lepas dari beban negara, hidup selalu dibawah ketiak ibu pertiwi. ibu pertiwi malah semakin renta, tapi semakin banyak yg memorotinya..

    umur kami 27 tahun, tidak jauh dari anda !!

  19. kalau anda mengharapkan saran, mungkin sudah banyak ucapak/tulisan yg ku paparkan sebelum2nya.

    tapi kalu untuk aksi nyata, mengingat kami bakal berhadapan orang orang seperti ayu,,mohon maaf kami lebih baik memberikan aksi nyata dalam bentuk lain saja, tidak untuk ini. sorri yah ayu, jangan keki ya
    he he he he bye..
    wass.

  20. mimbar ditutup, sudah ketahuan siapa yang benar dan salah. kalau menurut saya setiap pembangunan memang benar kata pak hasan jangan asal kejar target, kita harus memikirkan jangka panjang, kalaulah cuma sasaran target alamatlah tidak akan beres.dan membuang percuma segala modal investasi kita, karena tidak sempurna. ibarat buah mangga, mulus dan cantik luarnya tapi didalamnya banyak ulatnya, kira kira begitu kan pak hasan ?
    dan pembangunan itu memang betul haruslah konstruktif secara total,dimulai dari pemikiran manusianya sampai pada pelaksanaan dilapangan, kita tidak bisa membangun dengan sistem tambal sulam lagi. (sebagai contoh : dinas pu, pln, pam,telkom dll) semua gali lubang tutup lubang, habislah energi kita hanya untuk itu itu saja.
    tapi yang kubaca dari pemikiran ibu ayu, dia cuma berkeinginan untuk menggolkan project ini, tanpa mempertimbangkan bagaimana sesudahnya nanti.
    saya kira para pembaca bisa menelaahnya.
    dan untuk pak hasan, kami berpesan marilah kita turut membangun daerah kita, saya membaca pemikiran pak hasan sangat kuat dalam pembangunan yang konstruktif, pemikiran seperti inilah sebenarnya yang kita perlukan dalam membangun daerah kita, selama ini memang betul kata pak hasan kita ini masih terbawa arus pembangunan ala ORDE BARU.
    mohon maaf kalau summary saya ini dianggap salah . mari kita berpfikir win win solution.

  21. Terima kasih Pak Hasan..salut atas telaahnya. Boleh kapan-kapan kita “sharing” ya..

    Saya termasuk yang tidak pro dengan program tersebut (buang-buang dana besar, yang sebagiannya berasal pinjaman). Belum lagi masalah sosekbud, lingkungan, tata kota, dll yang belum terselesaikan. Selain sumber dana yang HARUS dipertanyakan, uang yang masuk juga HARUS dikontrol kemana arahnya?? Ingat, 2008 PILKADA lho..kejar target dong!
    Belum lagi benturan budaya yang kelak PASTI akan MENGANCAM masyarakat kita. Apakah narkoba, free-sex, aborsi, dll yang angkanya kian meningkat dari waktu ke waktu tidak cukup membuat kita sadar bahwa serangan budaya asing itu sangat dahsyat??!
    Belum lagi ketakutan para sopir ketek akan keberlangsungan nafkah mereka yang SANGAT mungkin akan digantikan oleh angkutan sungai yang lebih modern yang dimiliki oleh pengusaha besar?? Bukan kita buruk sangka, tapi indikasi itu dapat dilihat dari banyak realita dimana ternyata pemerintah lebih berpihak kepada kapitalis (sang pemilik modal!). Coba ditelaah mengapa hidup kita kian hari kian sulit: pendidikan mahal, pengangguran banyak, BBM langka, antri beras, pergaulan kian carut-marut?? Sebagai renungan, mengapa di negara kita yang kaya raya ini tingkat kemiskinan tinggi? Ironis kan??! Mengapa hal-hal yang berbau pornografi&pornoaksi kian “booming”? Padahal sangat jelas memberi dampak yang negatif. Tetapi mengapa tetap dibiarkan?? Jawabnya karena pejabat2 kita lebih berpihak kepada kapitalis, sehingga sumberdaya yang kita miliki juga RELA mereka jual untuk kepentingan pribadi/golongan mereka. Sebagai contoh: Pasal 22 UU No. 22 tahun 2001 tentang Migas, “Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap wajib menyerahkan paling banyak 25% bagiannya dari hasil produksi minyak bumi dan atau gas bumi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri”. Kelangkaan gas dan tersendatnya pasokan BBM adalah korban dari pasal ini.

    SEKEDAR INFO: Pemprov Sumsel mengajukan dana sekitar Rp237 miliar untuk pelaksanaan Pilkada Gubernur Sumsel yang dijadwalkan digelar sekitar November 2008. Berapa ratus juta yang harus dipersiapkan masing-masing kandidat untuk maju di Pilkada tingkat provinsi??

    INTINYA: saya hanya mengingatkan bahwasanya kita HARUS cerdas & tanggap melihat situasi kondisi yang terjadi. Jangan sampai kita termakan jebakan para kapitalis yang menawarkan uang yang tidak seberapa untuk pucuk-pucuk kita tetapi mereka rela “menjual” SDA kita (demi kepentigan pribadi/gol) sehingga pihak asing terus “mengeruk” kekayaan kita, sementara hidup rakyat semakin sulit!!
    Kita harus semakin kritis menelaah setiap peristiwa, ada apa di balik itu semua dan tak lupa SIAPA aktor dibaliknya. Jangan sampai kita lengah dengan musuh-musuh kita. Musuh-musuh kita memerang kita di negeri ini tidak melalui fisik tetapi non-fisik yaitu perang pemikiran & budaya.

    Wallahu’alam bi ashshowab

  22. Tambahan:
    Saya melihat proyek-proyek mega yang dilaksanakan, seperti PON XVI, PENAS XII, VISIT MUSI 2008 yang akan dicatat MURI sebagai event terspektakuler, ibarat “bubble-gum”.
    Setelah pelaksanaan “hari H” apa kontinuitas yang masih terus berlangsung?? Segala upaya dikejar untuk hari H, tetapi setelah itu..ya sudah…!
    Padahal dana untuk itu semua..Subhanallah…SANGAT BESAR!
    Umur bumi ini masih panjang saudaraku, jangan hanya berpikir & bertindak PRAGMATIS saja. Berpikir & bertindak pragmatis itu ada tempatnya, tanpa harus mengeluarkan korbanan yang luar biasa besar, apalagi jika sampai mengorbankan nasib Umat & keturunan kita selanjutnya. Tidak banyak memang manusia yang amanah. Seperti diberitakan dalam Al Qur’an surat Al-An’am: 116. Wallahu’alam.

    Salam untuk Pak Hasan & Pak Nirwan Salim.

  23. Saudaraku nirwan salim dan anjarsari..
    sebelumny saya ucapkan banyak terimakasih dan boleh kapan kapan kita bisa bertemu, kita bicara masalah pembangunan khususnya untuk daerah kita tercinta SUMSEL.

    Saya kira cukup memberikan kata kunci dari semua ini, karena para pemimpin kita ini sudah pada pintar pintar dan tak perlu untuk kita beritahu lagi, cukup kita ingatkan saja.

    Adapun kata kunci tersebut adalah Jadilah pemimpin yang Amanah…seperti dikatakan saudara anjarsari.
    Amanah ini sangat tipis jaraknya dengan akhlak. sekarang ini amanah dan akhlak yang bisa membedakan antara pemimpin, bukan ilmu lagi.

    wassalam.

  24. Assalamu’alaikum

    Menarik sekali diskusi antara pak Hasan dan Mbak Ayu, keduanya perlu mendapat apresiasi atas kecintaan dan kepedulian pada pembangunan tanah air kita dan atas usaha nyata yang sedang mereka kerjakan/sumbangkan. Bagi saya keduanya ada Pejuang, dan Negara kita memerlukan orang2 seperti Kalian bukan para Koruptor itu. Teruslah berjuang kawan ….
    Hanya mungkin karena emosi (melihat kondisi negara kita) keduanya berdiskusi dengan nada agak tinggi.
    Dalam berdiskusi saya pernah mendengar nasehat dari orang bijak ; Sampaikan yang benar walau pun pahit, dan jawablah hinaan orang dengan kata2 yang santun. Mungkin nasehat ini cocok juga utk kita gunakan dalam berdiskusi sehingga dapat terjalin tali silaturahmi. InsyaAllah
    Wassalam

    Dari Wong kito Di Negeri Seberang

  25. Oi mang cek, bik cek apo kabarnyo???
    Aku baru bae balek dari Plembang. Keleleng2 kota. Makan pempek, mertabak har, bakso rajawali, batagor rajawali, sate padang uni ari, mie terang bulan, mie aloy, pindang patin Sri Melayu, pempek saga oi alangke lemaknyo….

    Trus aku jalan-jalan keliling kota jugo. Kali ini aku balek ke Plembang ngajak 2uwong kawan dari JKT, kawanku ni baru skali ini ke Plembang. Kami muter2 sepanjang ari. Aku ajak jalan dari ujung ke ujung dari Plaju ke Jakabaring, ke Tanjung Api-api, ke Sungai Gerong, ke Mariana, ke Kenten Laut, ke Sungai Lais sampe2 kecapekan trus saket galo kami. Oh iyo aku jugo ngajaki mereka tur di sungai sampe ke pulau kemaro. Kami foto2 terus selamo di sano. Maklum kawan aku dan aku jugo fotografer amatir (fotografer baru belajar).

    Setelah selamo libur ini aku ngelilingi Plembang, pas di pucuk getek di Sungai Musi aku baru nyadar. Walau sejauh apo aku kuliah, walau skrg aku lah betah tinggal dan begawe di Jakarta tapi tetap bae aku ni uwong Plembang dan tetap bae, “AKU CINTO SAMO PLEMBANG”. Kota kito nih kayo. Pas dateng ke museum2 yg ado di Plembang, yang dulu dak pernah kudatengi, aku makin nyadar bae cak mano cintonyo aku samo kota ini. Cak mano besak dan berhargonyo Sriwijaya jaman dulu dan betapo kayonyo kito dengan budaya. Waktu disungai dipucuk getek aku sampe biso ngomong, “Right now, right here. This in heaven.” Pecak uwong pacak ngomong, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai budaya bangsanya.”

    Kalo bae semua uwong punyo kebanggaan yang samo ttg Plembang, kalo bae mereka lebih biso menghargai apo yang ado di depan mato dan mulai ambil bagian bukan cuma pacak protes, aku yakin nian Plembang makin maju, aku yakin nian VISIT MUSI 2008 biso jalan. Aku bangga jadi uwong Plembang, aku bangga biso ambil bagian dalam Visit Musi 2008 walau aku cuma biso perkenalkan Plembang ke temen2 sesamo fotografer amatir dan nemenin mereka jalan pas aku ado waktu dan pacak brangkat ke Plembang.

    Oh iyo slamo kami jalan, aku dak nge-lead dewekan. Ado Pak Abi tour guide yang nemenin. Profesi yg jarang ado di Plembang malah dio sikok2nyo. Sudah tuo tapi tetap semangat ngejelasin galo2. Galak ngerewangi kami kemao-mano sampe nyebrang sungai jugo dio melok. Uwong yang dak dianggep samo sekali di Plembang tapi aku salut dan hormat nian samo dio. Guide yg semangat walau sudah tuo, yang pengabdiannyo dak dianggep tapi tetap semangat. Pak uwong yang cak bapaklah yang bikin aku hormat dan nunduk di depan bapak.

    Tribute to: Pak Abi Sofyan (Penjaga Museum Sultan Mahmud Badaruddin II)

  26. Pak Agustra kalo pecak itu mari samo-samo kito dukung Gubenur kito, samo-samo kito dukung Walikota kito, samo-samo kito dukung pariwisata kito, samo-samo kito jalanke dan usahake Visit Musi ni bejalan…

    Mungkin aku maseh mudo, mungkin aku betino dan banyak uwong dak biso terimo kalo dipimpin betino tapi pecak kato Gubenur kita Pak Syahrial, “…kito semua samo.”

    Pak Abi dak pacak promosike Plembang dewekan, Gubenur dak pacak promosike Sumsel dewekan, Walikota dak pacak promosike Plembang dewekan tapi kalo kito brangkat samo-samo aku yakin nian dak katek yang pacak menghentikan kito.

    Amen dulu masa Sriwijaya kito pacak Jales Viva Jaya Mahe skarang kito buktike kito tetap biso Jales Viva Jaya Mahe dan kito jugo biso jaya di darat.

  27. Kemaren aku iseng2 ke KBRI tanya2 tentang Promosi pariwisata khususnya Visit Musi, aku dikasih VCDnya, hanya bahasanya pake China & Indonesia, yg bahasa Inggris gak ada, isinya cukup lumayan.
    yang perlu menjadi considerasi dalam menarik wisatawan adalah Prasarana pendukung seperti transportasi, hotel, tourist information, Sign board, Tour Guide, keamanan, makanan/restaurant, termasuk WC umum, acces telepon/internet, sport center, taman2. Disamping tentunya Promosi ….
    Tourist biasanya mau spend waktunya secara optimal, disamping jalan2 mengunjungi objek2 wisata di siang hari juga jalan2/santai malam hari oleh karenanya perlu juga ada fasilitas penunjang misalnya night market/bazar/pasar yang khusus buka malam hari. Yang bisa bikin tourist enjoy dan juga bisa menghidupkan ekonomi rakyat/masyarakat.

    Yang paling penting lagi adalah bagaimana kita bisa membuat masyarakat kita menjadi manusia yang berkarakter tinggi spt ” menghargai orang lain, mempunyai fighting spirit yg tinggi, positif thinking, respect to the law, tidak malas, mau menerima kelebihan dan kekurangan orang lain, tidak boros, tidak suka gibah/ngomongin orang, dan karakter2 positif lainnya”.
    Saya yakin semua sudah/sedang disiapkan, masing2 kita berkerja sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Mari kita mulai dari diri kita sendiri.
    InsyaAllah usaha kita akan berhasil dengan baik.
    Ingat musuh kita adalah para Koruptor yang menyengsarakan rakyat.

    Dari Wong kito galo

  28. Kabar terakhir (03/01/2008, pkl 17.30wib) yang saya terima dari panitia VISIT MUSI, katonyo RI Siko dak jadi datang. Naaah cak mano ini luur. Tapi dak polah yang penting kito jalan terus bae. pokoknyo kito galo2 dukung pisit musi ini supayo pacak ndatang ke’ sen buat kito. Moko sejahtera pulo ooi kito…madai cuman jawo baek yang didatengi turis….kito pulo … OK Luur kito dukung samo2 yooo

    Salam dari jero plembang

  29. Kalo gw sih…whateverlah orang mo bilang musi kotorlah, musi banyak sampahlah….yg jelas gw cinta tanah kelahiran gw, Bumi Sriwijaya ibarat mutiara yg berdebu yah tinggal kita lap aja biar kinclong. Langkah pemerintah daerah udah tepat dgn mencanangkan Visit Musi 2008, taglinenya juga menurut gw dah bener (boleh dunk berargumen). Taglinenya dah Internasional dan gak kek judul sinetron. acaranya juga disusun bagus (kalo gak salah ada AMI Award dan Miss Indonesianya juga loh). jadwal event Internasionalnya juga ok…cumaa…….apakah kita masyarakat Palembang baik yg di Palembang ataupun di Inggris, Taiwan, Arab atau di kutub utara mau berperan serta secara sukarela dan secara gak langsung dgn mempromosikannya ke temen2….?
    Jangan samain Musi dengan sungai apa tuh….yg di Inggris? sungai Nil yak (sorry gak pernah ke Ingrris sih…hehehe)….yah bedalah….tapi kenapa nggak kita wujudkan “Musi The Thames of Indonesia”…..
    Satu hal lagi, siapa bilang sekarang Musi kotor? siapa bilang Hotel di Palembang cuma Sanjaya doang? Siapa bilang Palembang jelek? kalo ada yg berani bilang kek gitu sama artinya menginjak2 harga diri gw sbg warga palembang (busyet diplomatis buanget yak gw…wekekke)

    Amier Hamzah
    Palembang Lover

  30. Gimana kabar visit musi nih? kok belum2 dah mbingungi??Launching tgl 5 jan’08 tapi seminggu kemudian muncul berita di koran mempeributkan masjid mana yang layak dijadikan obyek wisata dari 12 masjid yang dicalonkan.

    Gimana mau “menjual” obyek wisata jika “barang yang mau dijual aja belum ketahuan”, sementara kita sudah promosi kemana2 (dengan biaya yang gak tanggung2 lagi!!). Apa yang dikerjain orang2 Pemda nih??!

    Gimana Pak Gub, keberhasilan kepemimpinan sangat kecil jika hanya dinilai dari kemenangan SFC.

  31. keberhasilan visit musi 2008 ini idak cuma jadi tanggungjawab pemerintah tp kito galo2 urang sumsel..mari kito dukung dan sukseskan visit musi dengan menjago kebersihan lingkungan dan keamanan daerah kito biar orang2 luar sano ato turis2 itu pada nyaman dan dak takut berwisata ke tempat kito..krn menurut hematku keberhasilan visit musi ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat kito..nambah PAD lah sederhananyo…

  32. Saya Dr. Ir. A.S Putra Holidu, kelahiran Palembang 9 Agustus 1968. Saya adalah salah satu dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), akan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Palembang 2008-2013..Mohon do’a restunya..
    Tidak lama lagi saya akan mempublikasikan diri..

  33. lagi-lagi supriadi biang kerok yang selalu menjelek-jelekkan gubernur. anda dibayar berapa sih??
    sumsel tidak akan bisa maju kalau masih banyak orang-orang seperti anda ini. anda seperti orang intelektual, tapi tulisan anda menguak siapa sebenarnya diri anda ini, yang tidak lain adalah seorang yang cuma bisa menjelek2an orang lain lewat tulisan.
    semoga tidak ada lagi orang seperti anda ini dan saya harap semua yang liat situs ini berpikiran jernih, tidak seperti anda!! orang sakit!!
    saya pikir anda akan kena serangan jantung kalo SYAHRIAL OESMAN menang PILGUB, amiinn 🙂

  34. waduh………kayaknya kemaren Visit Musi 2008…..Sukses besar tu…..jarang2 Musi jadi terkenal……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s