Togar Sianipar Sesalkan Program Dia Tak Dilanjutkan


 togar.jpgtogar1.jpg

Banyak sekali perubahan besar yang terjadi di masa penanganan keamanan di Sumatera Selatan dipegang oleh Kapolda di era Togar Sianipar. Selama beberapa tahun ia menjadi Kapolda Sumsel, bekasnya masih tergores dalam ingatan warga Sumsel bahwa ia adalah seorang Kapolda yang tegas, berani dan tak pandang bulu. Sikat habis!

Sayang, ketika masa jabatannya habis dan ia pindah dari Sumsel, program dan kebijakan dia yang luar biasa tersebut tidak lagi diteruskan oleh penerusnya.

“Saat itu pengganti saya Sjahruddin ZP tidak meneruskan kebijakan yang telah saya buat”, ujar Togar dengan nada kecewa, saat ditemui di rumah pribadinya yang sederhana di daerah padat penduduk di sebuah lorong sempit yang tak bisa masuk mobil, di kawasan  Karang Tengah, Ciamis Jawa Barat.

Beberapa kebijakan tegas yang diterapkan Kapolda di masa Togar diantaranya pemberantasan segala bentuk perjudian di Sumsel. Sebelumnya, judi di Sumsel memang sedang sangat marak. Terutama togel. Siapapun bandar togel yang berani operasi pasti akan ditangkap dan dipenjarakan. Bagi Kapolres, Kapoltabes hingga Kapolsek yang di wilayahnya masihketahuan ada kegiatan perjudian maka akan dicopot tanpa ampun. Akibatnya judi habis tak tersisa.

“Sampai ada seorang anggota saya, seorang perwira Polwan saya lempar ke Belitung karena coba-coba main mata dengan  bandar judi”, ujar Togar mengenang masa ia menjadi Kapolda Sumsel dulu.

Namun ketika Togar dipindah, judi tak lagi ditangani secara khusus sehingga tumbuh kembali.

“Bahkan saya dengar para bandar judi di Palembang mengadakan sykuran saya dipindah itu”, ujar Jenderal Polisi bintang tiga ini.

Yang sempat membuat heboh adalah ketika Polda Sumsel menangkat empat orang Batak saat bermain judi di perumahan Pusri.

“Dikiranya saya orang Batak bakal pilih kasih. Tetap saya sikat”, ujarnya. Saat itu ada orang Palembang main judi saya tangkap dan saya penjarakan, maka ketika ada orang batak main judi juga saya penjarakan. Tambah pembawa acara Halo Polisi di Indosiar ini.

Di bidang pemberantasan Narkoba juga Togar sangat serius. Setiap bandar hingga pemakai disikat habis. Saat itu kasus narkoba adalah kasus berat yang tak bisa di ini-itu lagi.

“Saat itu saya bersama unsur Muspida mendeklarasikan SUSAN, Sumatera Selatan anti Narkoba. Sayang kini itupun tak dilanjutkan lagi’, ungkap Togar dengan raut kecewa.

togar3.jpg togar4.jpg

Terhadap pembinaan internal, Togar juga sangat tegas. Sempat ada beberapa anggota ia pecat karena dinilai telah merusak citra Polri. Bahkan dalam tes penerimaan polisi pun Togar mau turun langsung.

“Saya pernah dikerjain oleh anggota saya. Waktu saya mau ngetes, panitia memajukan seorang calon peserta tes yang sama orang batak dari marga Sianipar”, ujar Togar lagi.

“Siap jenderal, nama saya Sianipar. Lalu saya tanya dia”, ungkap Dosen tetap di Lemhanas ini.

“Empat pertanyaan saya berikan. Pertama minta sebutkan pancasila, ia tak tahu. Saya tanya apa nama Ibukota Maluku, ia juga tidak tahu. Lalu saya tanya siapa Gubernur Sumsel, juga tidak tahu. Yang terakhir saya tanya berapa 9 X 9 dan ia jawab 98. Maka ia langsung saya usir. Bagi saya walau mengaku saudarapun ia tetap saya usir, tak diluluskan”, kenang Togar.

Terhadap penjahat yang saat itu sudah sangat meresahkan warga, Togar langsung perintahkan tembak ditempat. Akibatnya hampir tiap hri ada saja penjahat yang mati kena tembak. Dengan begitu Sumsel semakin aman dan kondusif. Penjahat jadi pikir-pikir untuk beraksi.

Kini Togar Sianipar memang telah pensiun. Namun ia masih menjabat Dosen tetap di Lemhanas. Ia juga mengelola sebuah perusahaan Enterprise di Jakarta.

“Saya hanya menyesalkan kebijakan saya di Sumsel dulu tak dilanjutkan oleh para penerus saya”, ujar Togar mengakhiri bincang-bincangnya.  Tks pak.

Iklan

3 comments on “Togar Sianipar Sesalkan Program Dia Tak Dilanjutkan

  1. Buat Pak sianipar yth
    dengan hormat !
    Saya salut buat pak sianipar yang gigih untuk menjalankan tugas dan membuat komitmen yang sangat bagus untuk sumsel.dengan ini kami memohon kepada bapak agar memeriksa atau memberi tanggapan mungkin anggota bapak dulunya yaitu beberapa orang polisi lahat,mulai dari kapolresnya.masalahnya seperti ini:
    Tgl 28 oktober 2007, ada namanya Edi sopian,wakid,rolas,harton,ditangkap polisi lahat dengan tuduhan kejahatan perampokan dengan kekerasan dan katanya telah melakukan 28 kali kejahatan.tapi itu semua tidak ada
    dan disangkal oleh hartono,rolas,wakid.tetapi karena mereka sangkal mereka habis babak belur ditinju oleh polisi dan disiksa dam mereka harus mengaku walaupun yg tdk perbuatanya,dan yang paling lucunya orang ini baru datang dari medan akhir maret 2007,tapi langung dituduh 28 kali perampokan dan pembunuhan,dan sitono dab rolas kelahatpun tidak pernah pergi karena sehari hari kerja menderes dan kadang jualan.dan yang paling lucu BB nya baju mereka waktu mereka ditangkap(bukan kejadian melakukan)ini pekerjaan polisi yang paling konyol saya kira yg pernah kulihat.
    Demikianlah penjelasan saya ini atas tanggapan bapak dan untuk memperbaiki citra polisi, saya ucapkan terimakasih

  2. Pak T Sianipar yth
    salut buat pak togar..
    pak togar adalah sosok pemimpin yang kami butuhkan, tegas dalam mengambil keputusan dan sangat berani,kapan lagi kami punya kapolda seperti bapak.
    seperti di ketahui sangat disayangkan progam bapak dulu tidak di lanjutkan, akibatnya sekarang kembali seperti masa2 sebelum bapak menjabat sebagai kapolda sum sel. perjudian,perampokan,pencurian,narkoba terus bertambah marak dan sangat di sayangkan dalam hal ini banyak anggota polisi yang menjadi pemakai narkoba dan bertindak sewenang2 dan tidak sesuia dengan motonya melayani dan melindungi masyarakat..saat ini motto itu tidak berlaku,akan berlaku bila ada UANG,betapa tidak orang yang suda kehilanggan harta benda saja mau melapor di kenakan biaya.
    dan tak kala pentingnya lagi katanya kapolda sekarang mau melaksanakan tes urine anggotanya kapan????????????
    bila saja hal itu dilakukan tak tertutup kemungkinan banyak aggota polisi yang mengkonsunsi narkoba apalagi tes tersebut diadakan secasra mendadak.
    dan satu lagi harapan saya,sekarang ini banyak sekali aggota polisi yang gaga-gagahan merasa hebat tidak ada tandingnya
    saya harapkan tidak ada angapan di masyarakat seorang polisi adalah seorang yang paling di takutkan,tetapi sosok tempat berlindung dari berbagai permasalahan
    demikian komentar saya, demi memperbaiki citra polisi saya harapkan ini menjadi masukan.trims

  3. Pak Togar terima kasih. Saya rita adalah pns anri yang sedang mengolah arsip KPU tahun 1999 dalam bentuk VCD. Kebetulan saya membaca nama bapak sebagai perwira Polri, rasa penasaran lalu saya cari data bapak di internet. tetapi waktu itu saya tidak tahu kalau bapak pernah bertugas di Palembang. Selamat pak, semoga sukses selalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s